NTT — Produk olahan jagung dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat penilaian positif dari tokoh masyarakat NTT, Fransiscus Go, setelah dirinya mencoba dan mencicipi langsung produk jagung goreng tersebut.
Fransiscus Go memberikan perhatian khusus terhadap cita rasa dan kualitas jagung goreng yang merupakan produk olahan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari TTS. Setelah mencicipinya, ia menilai produk tersebut memiliki rasa yang enak serta karakter khas yang mampu memberikan pengalaman tersendiri bagi penikmatnya.
Menurut Fransiscus Go, jagung goreng tersebut memiliki cita rasa yang tidak kalah dibandingkan dengan produk sejenis yang selama ini dikenal masyarakat. Ia menilai kualitas rasa dan kerenyahan menjadi salah satu kekuatan utama dari produk olahan tersebut.
Penilaian itu disampaikan Fransiscus Go berdasarkan pengalamannya sendiri setelah mencoba produk secara langsung. Ia melihat bahwa bahan pangan lokal yang diolah dengan baik dapat menghasilkan camilan dengan kualitas yang menarik dan memiliki potensi untuk disukai berbagai kalangan.
Fransiscus Go juga mengapresiasi cita rasa khas yang muncul dari olahan jagung tersebut. Baginya, karakter rasa lokal justru menjadi nilai tambah yang membuat sebuah produk memiliki identitas dan keunikan tersendiri.
Tidak hanya soal rasa, Fransiscus Go menilai kualitas produk UMKM seperti jagung goreng TTS menunjukkan bahwa masyarakat di daerah memiliki kemampuan untuk mengolah potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Menurutnya, produk seperti ini layak mendapatkan perhatian karena menunjukkan kreativitas dan kemampuan pelaku UMKM dalam mengembangkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan mereka.
Fransiscus Go mengatakan bahwa kualitas sebuah produk UMKM harus terus dijaga, terutama dari sisi rasa, tekstur, kebersihan, dan konsistensi. Dengan kualitas yang baik, produk lokal memiliki peluang untuk mendapatkan tempat di hati konsumen.
Ia juga menilai proses pendampingan terhadap pelaku UMKM memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas produk. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu pelaku usaha mengembangkan produknya tanpa kehilangan karakter khas daerah.
Setelah mencicipi langsung, Fransiscus Go memberikan apresiasi terhadap produk jagung goreng tersebut. Ia berharap kualitas dan kreativitas para pelaku UMKM TTS terus berkembang sehingga semakin banyak produk lokal NTT yang mampu menunjukkan kualitas terbaiknya.
“Maju terus UMKM TTS, maju terus NTT,” ujar Fransiscus Go, memberikan semangat kepada para pelaku UMKM agar terus berkarya dan meningkatkan kualitas produk lokal.
Bagi Fransiscus Go, pengalaman mencicipi jagung goreng TTS tersebut menjadi gambaran bahwa produk lokal memiliki potensi yang besar ketika dikerjakan dengan serius. Rasa, kualitas, dan kekhasan lokal menjadi modal penting bagi UMKM untuk terus berkembang dan menghasilkan produk yang membanggakan daerah.

