NOEMUTI TIMUR — Dalam upaya mendorong kemandirian dan kreativitas generasi muda di wilayah perdesaan, Yayasan Felix Maria Go bekerja sama dengan Maumolo Village menggelar program Lomba Dapur Hidup bagi para pelajar. Kegiatan edukatif ini ditujukan secara khusus untuk para siswa-siswi SMAN Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Mengusung tema utama “Gen Z Berkebun, Gen Z Berkreasi”, kompetisi ini diinisiasi untuk menyalurkan energi positif para pelajar dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar. Inisiatif tersebut juga mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat, Fransiscus Go.
Melalui perlombaan ini, para peserta diminta untuk memanfatkan dan menyulap pekarangan rumah masing-masing menjadi kebun produktif. Hasil tanaman dari kebun kreatif tersebut diharapkan dapat menopang kebutuhan dapur dan ketahanan pangan skala rumah tangga.
Antusiasme para pelajar terlihat sangat tinggi sepanjang kompetisi. Berdasarkan data pihak penyelenggara, tercatat sebanyak 38 siswa-siswi SMAN Noemuti Timur ikut aktif dalam mengubah lahan sekitar rumah mereka.
Pekarangan rumah yang sebelumnya kurang termanfaatkan kini bertransformasi menjadi kawasan hijau yang penuh daya guna. Lahan-lahan yang tadinya sekadar menjadi taman bunga kini disulap menjadi kebun sayur hijau yang segar serta area budidaya bumbu dapur.
Penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan positif ini bertujuan untuk menggali semangat militansi serta generasi muda. Hal ini dinilai penting agar para siswa siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Selain itu, ajang ini membawa pesan moral agar anak-anak muda menyadari besarnya potensi di tanah kelahiran mereka. Bahwa kehidupan dan kesejahteraan sejatinya ada di kampung halamannya sendiri, tergantung bagaimana masyarakat mengupayakannya.
Proses penilaian akhir untuk menentukan para pemenang lomba kini telah selesai dilaksanakan. Penentuan pemenang tersebut dibantu langsung oleh tim pegiat Desa Maumolo, yaitu Mas Andre dan Bung Carli.
Dewan juri berhasil menyaring serta menetapkan para pemenang dari berbagai kategori. Penilaian tersebut mencakup penetapan peserta terbaik, mulai dari Juara Favorit 2 hingga Juara 1.
Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para peserta, panitia telah menyiapkan hadiah berupa uang pelatihan. Kendati demikian, apresiasi finansial tersebut dinilai hanyalah stimulus, sebab potensi besar generasi muda jauh lebih berharga.
Dukungan dan simpati mendalam turut disampaikan oleh pihak rohaniwan setempat, Derry Romo. Sebagai Imam Muda yang menaruh perhatian pada pengembangan anak muda, ia mengapresiasi kolaborasi tinggi Yayasan Felix Maria Go, Desa Maumolo, dan Fransiscus Go.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Paroki St. Paulus Maubam ini diharapkan dapat terus berlangsung secara berkala. Program berkelanjutan seperti ini dinilai sangat penting untuk terus menunjang perkembangan potensi generasi muda di wilayah Timor Tengah Utara.

