Maumolo, NTT — Kawasan Maumolo kembali menunjukkan perkembangan positif sebagai pusat pembelajaran berbasis pertanian. Sebanyak 30 siswa SD Marsudirini Kefa mengikuti kegiatan edukasi pertanian yang digelar pada 29 Juli 2026. Program tersebut bertujuan memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus menumbuhkan minat terhadap sektor yang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Kegiatan edukasi berlangsung di lahan pertanian Maumolo yang kini semakin produktif. Para siswa diajak mengenal berbagai tanaman, memahami proses budidaya, hingga melihat secara langsung bagaimana hasil pertanian dikelola. Melalui pengalaman lapangan tersebut, para peserta memperoleh gambaran nyata mengenai pentingnya pertanian dalam kehidupan sehari-hari.
Koordinator Maumolo, Andre setiawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap dunia pertanian. Menurutnya, mengenalkan pertanian sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencetak calon petani yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan semangat berinovasi di masa depan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa pertanian bukan hanya pekerjaan, tetapi juga bidang yang memiliki peran besar dalam menjaga keberlanjutan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harapannya, dari kegiatan ini akan lahir generasi petani muda yang berkualitas,” ujar Andre.
Ia menambahkan, perubahan yang terjadi di Maumolo tidak terlepas dari meningkatnya ketersediaan air bersih yang mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Kondisi tersebut membuat lahan yang sebelumnya menghadapi keterbatasan kini mampu berkembang menjadi kawasan yang lebih produktif sekaligus edukatif.
Menurut Andre, salah satu faktor penting yang mendorong perubahan tersebut adalah hadirnya bantuan pembangunan sumur bor dari Fransiskus Go selaku pimpinan Yayasan Felix Maria Go. Bantuan itu dinilai menjadi titik awal kebangkitan sektor pertanian karena mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan lahan pertanian.
“Setelah kebutuhan air bersih tercukupi dan sektor pertanian mulai bangkit, Maumolo kini menjadi tempat yang nyaman untuk belajar. Anak-anak bisa melihat langsung proses bercocok tanam dan memahami pentingnya menjaga sumber daya alam,” kata Andre.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar tidak hanya memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, tetapi juga membuka peluang lahirnya berbagai program pendidikan berbasis lingkungan. Pertanian kemudian menjadi media pembelajaran yang mampu menghubungkan teori dengan praktik secara langsung.
Melalui kegiatan seperti ini, siswa diharapkan tidak hanya mengenal teknik dasar bertani, tetapi juga memahami nilai kerja keras, ketekunan, serta pentingnya menjaga keberlanjutan alam. Pembelajaran kontekstual di lapangan dinilai mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap sektor pertanian sejak usia sekolah dasar.
Ke depan, kegiatan edukasi pertanian di Maumolo diharapkan dapat terus berlanjut dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan komunitas. Dengan dukungan berbagai pihak, kawasan tersebut tidak hanya berkembang sebagai sentra pertanian yang produktif, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menginspirasi lahirnya generasi muda yang peduli terhadap masa depan pertanian Indonesia

