Oleh: Fransiscus Go
Hari-hari ini, keadaan ekonomi kita saat ini terasa tidak begitu mudah. Lapangan kerja menyempit, usaha kecil kian berat bertahan, dan beban hidup terasa di setiap sudut rumah tangga. Inilah saatnya kita berhenti saling menunjuk dan menyalahkan, karena tantangan ini adalah milik kita bersama, dan hanya mampu diatasi dengan bahu-membahu.
Masih ingatkah waktu kecil dulu? Saat tubuh belum pulih dari sakit, kita merengek meminta es krim kepada Papa walaupun Mama melarang. Dan akhirnya Papa, dengan kasih sayang yang tak mampu ia tekuk, diam-diam memenuhi permintaan. Bukan karena ia mengabaikan aturan, melainkan karena hatinya tak tega.
Itulah PAPA. Sosok yang selalu hadir di saat sulit, yang mencintai dengan tindakan nyata, meski terkadang tak sempurna.
Rakyat Indonesia hari ini merindukan sosok seperti itu. Pak Prabowo dipanggil sejarah untuk hadir sebagai PAPA bagi seluruh bangsa, pemimpin yang mengayomi tanpa memilih, mendengar tanpa membeda-bedakan, dan berdiri kokoh di tengah rakyatnya.
Namun kepemimpinan yang bijak hanya tumbuh dari kejujuran rakyatnya. Mulai dari cerminan diri kita sendiri: tanggalkan kesombongan, hentikan informasi yang berkeliaran, dan bicaralah dengan fakta, sebab kebijakan yang tepat hanya lahir dari kebenaran yang utuh.
Rangkul, jangan dorong. Bangun, jangan dirobohkan. Bersama, kita bangkit.

