Jakarta – Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen istimewa bagi keluarga Go untuk berkumpul dan mempererat tali persaudaraan. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, seluruh anggota keluarga merayakan pergantian tahun dengan rasa syukur yang mendalam. Kebersamaan tersebut menghadirkan ketenangan sekaligus harapan baru untuk perjalanan hidup ke depan.
Menurut Fransiscus Go, merayakan Imlek bersama keluarga selalu membawa makna yang sederhana namun sangat dalam. Ia menggambarkan suasana di meja makan sebagai ruang berbagi cerita, tawa, dan kenangan yang memperkuat ikatan satu sama lain. Momen ini menjadi pengingat bahwa keluarga adalah sumber kekuatan utama.
Di tengah hidangan khas Imlek yang tersaji, percakapan hangat mengalir tanpa sekat. Setiap anggota keluarga saling bertukar kabar, pengalaman, dan doa untuk masa depan. Kebersamaan ini menciptakan rasa damai yang sulit ditemukan dalam kesibukan sehari-hari.
Perayaan tahun ini juga diwarnai dengan harapan akan kesehatan dan rezeki yang baik. Keluarga Go memanjatkan doa agar tahun yang baru membawa ketenangan hati serta kebahagiaan yang berkelanjutan. Nilai syukur menjadi benang merah yang menyatukan seluruh rangkaian acara.
Suasana semakin bermakna dengan kehadiran tokoh-tokoh Gereja yang memberikan dukungan rohani. Kehadiran para pemimpin spiritual ini membawa nuansa sakral sekaligus sukacita bagi keluarga besar yang hadir. Mereka turut berbagi doa dan berkat bagi perjalanan hidup keluarga di tahun mendatang.
Salah satu tokoh yang hadir adalah Mgr Siprianus Hormat. Kehadirannya disambut hangat sebagai bentuk perhatian dan kedekatan kepada umat. Ia turut mendoakan agar keluarga Go senantiasa diberkati dengan kesehatan, persatuan, dan kedamaian.
Selain itu, hadir pula Mgr Seno Inno Ngutra yang menambah semarak perayaan. Kehadirannya memberikan dorongan spiritual serta rasa kebersamaan lintas generasi dalam keluarga. Doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Perayaan Imlek bukan hanya soal tradisi, tetapi juga refleksi atas perjalanan setahun yang telah dilalui. Keluarga Go memaknai momen ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan. Nilai kebajikan, penghormatan kepada orang tua, dan solidaritas menjadi pesan utama yang diwariskan.
Kehangatan yang tercipta selama perayaan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Tawa anak-anak, cerita orang tua, serta doa bersama membentuk harmoni yang indah. Momen seperti ini menjadi kenangan berharga yang akan terus diingat sepanjang tahun.
Pada akhirnya, perayaan Imlek keluarga Go menegaskan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari kebersamaan. Dengan hati yang penuh syukur, mereka melangkah memasuki tahun baru dengan optimisme dan harapan. Kebersamaan tersebut menjadi fondasi kuat untuk menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan.

