Jelajah Serangga Nocturnal Hadirkan Edukasi Alam Berbasis Pengalaman

Jakarta – Edukasi berbasis pengalaman langsung dinilai semakin dibutuhkan untuk menumbuhkan kepedulian anak dan keluarga terhadap lingkungan hidup, terutama di tengah dominasi pembelajaran berbasis gawai.

Pemilik agroeduwisata Nara Kupu Jogja, Rayhan Christian Siego, mengatakan pengenalan alam sejak usia dini sebaiknya dilakukan melalui interaksi nyata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengajak anak-anak melakukan observasi serangga nocturnal.

“Melalui observasi serangga malam, anak-anak dapat belajar secara langsung di alam, bukan hanya melalui buku atau layar gawai,” ujar Rayhan, Selasa (3/2/2026).

Ia menjelaskan, serangga kerap dipandang sebagai makhluk kecil yang kurang penting, padahal memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Menurut Rayhan, serangga berperan dalam proses penyerbukan, rantai makanan, hingga keberlangsungan kehidupan manusia. Pemahaman tersebut dinilai penting dikenalkan sejak dini agar tumbuh kesadaran menjaga lingkungan.

Berdasarkan gagasan tersebut, Nara Kupu Jogja menggelar kegiatan bertajuk *Jelajah Serangga Nocturnal* yang akan berlangsung selama bulan Ramadan 2026.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran di alam.

Program ini terbuka untuk semua usia dan dikemas ramah keluarga dengan memadukan edukasi sains, kebersamaan, serta nuansa religi khas Ramadan.

Rayhan menambahkan, kegiatan ini juga membawa pesan kampanye “Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya” dengan menekankan peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Sementara itu, Manager sekaligus Event Manager kegiatan, Joyobadik, mengatakan peserta akan diajak mengenal kehidupan serangga nocturnal melalui metode *light trapping*, yakni membentangkan kain putih yang disorot lampu untuk menarik serangga malam.

Metode tersebut memungkinkan peserta mengamati langsung berbagai jenis serangga, mengenali bentuk tubuh, perilaku, serta peran ekologisnya secara sederhana.

Joyobadik menyebutkan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Dalam tiga hari sejak pendaftaran dibuka, lebih dari 350 orang tercatat mendaftar tanpa proses administrasi yang rumit.

Untuk memperkuat materi edukasi, kegiatan ini melibatkan pendidik dan relawan dari Agenda Sekolah Alam, KSE Biologi UGM, serta KSH Biologi UGM yang mendampingi peserta selama observasi dan berbagi pengetahuan praktis tentang dunia serangga.

Latest News

Yayasan Felix Maria Go – YFMG (Felix Maria Go Foundation) is a foundation dedicated to improve life of the needy specifically in Timor Island. Established in 2011 by the sons and daughters of late Mr. Felix Go and Mrs. Maria Goreti Salassa Go.

Contact US

Jl. Soekarno No. 40, Kefamenanu, Timor Tengah Utara District, Nusa Tenggara Timur Province Indonesia.

© 2023 All Rights Reserved

Bahasa »