UMKM Kelapa Jadi Titik Tumbuh Ekonomi Lokal, Fransiscus Go Hadirkan Harapan Baru
Kefamenanu – Program Bedah UMKM kembali menggulirkan aksi nyata di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, giliran lapak Agen Kelapa Badboyan milik Kristoforus Boyani atau akrab disapa Risto yang mendapat sentuhan langsung dari program yang digagas oleh tokoh penggerak ekonomi kecil NTT, Fransiscus Go.
Lapak sederhana yang terletak di Jalan El Tari, pusat kota Kefamenanu ini, setiap harinya menyajikan hingga 100 butir kelapa muda segar untuk para pelanggan setia sejak tahun 2020. Bersama istri, anak, dan seorang saudaranya, Risto menjalankan usahanya dari pukul 08.00 pagi hingga 18.00 sore.
“Kalau musim panas bisa habis 100 buah per hari, dan kalau musim hujan sekitar 50 buah. Keuntungan bersih per bulan bisa sampai Rp3 juta,” tutur pria berusia 29 tahun ini.
Risto mengaku, selama lima tahun menjalankan usaha, belum pernah mendapat bantuan atau sentuhan program pemberdayaan apa pun. Baginya, Program Bedah UMKM menjadi pengalaman pertama yang membawa perubahan besar pada tampilan lapaknya sekaligus semangat baru dalam berusaha.
“Terima kasih Bapak Fransiscus Go yang sudah membantu kami. Ini pertama kali lapak kami diperhatikan. Doa saya untuk Bapak agar selalu diberkati Tuhan Yesus,” ucap Risto terharu saat melihat perubahan lapaknya yang kini tampak lebih rapi dan layak.
Sementara itu, Gerry Rudolf, Program Manager Bedah UMKM, menjelaskan bahwa ini merupakan titik kedua pelaksanaan program di wilayah Kefamenanu. Sebelumnya, program serupa telah menyentuh kehidupan Ibu Yuni, seorang ibu rumah tangga yang berhasil membangun warkop dan kebun sayur dari hasil usahanya sendiri.
“Kami berharap Risto dapat menyusul kisah sukses Ibu Yuni. Program ini bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi juga soal menguatkan mata rantai ekonomi lokal. Dari UMKM seperti milik Risto, petani-petani kelapa skala kecil juga bisa terbantu,” jelas Gerry.
Ia menegaskan bahwa semangat yang dibawa oleh Fransiscus Go adalah menjadikan UMKM sebagai tulang punggung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif.
“Program Bedah UMKM akan terus hadir dan menjadi bagian dari perjalanan para pelaku usaha kecil untuk tumbuh dan berkembang, walau dimulai dari hal yang sederhana,” pungkas Gerry.
Melalui Program Bedah UMKM, Fransiscus Go kembali menunjukkan komitmennya sebagai tokoh yang serius mendorong transformasi ekonomi rakyat kecil di Nusa Tenggara Timur.