{"id":898,"date":"2025-03-19T08:35:31","date_gmt":"2025-03-19T08:35:31","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=898"},"modified":"2025-03-19T08:35:31","modified_gmt":"2025-03-19T08:35:31","slug":"jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/","title":{"rendered":"Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya"},"content":{"rendered":"<p>Di tanah Timor, kasih tidak berakhir dengan waktu, tetapi terus menyala dalam setiap karya. Yayasan Felix Maria Go (YFMG) menjadi warisan dari kasih Papa Felix Go dan Mama Maria Goreti Yap, yang terus hidup dalam semangat keluarga Go. Seperti yang disampaikan Fransiscus Go, Direktur YFMG, \u201cCinta sejati bukan sekadar dikenang, tetapi diteruskan sebagai berkah bagi sesama.\u201d<\/p>\n<p>Nilai ini menjadi ajaran yang ditanamkan oleh Felix Go dan Maria Goreti Yap kepada anak-anaknya, yang kemudian diteruskan dan dijaga dengan penuh inspirasi. Felix dan Maria adalah pemilik Toko \u201cSembilan Jaya\u201d di Terminal Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Setelah kepergian mereka, anak-anaknya terus melanjutkan bisnis tersebut dan, yang lebih penting lagi, ajaran mereka untuk berbagi kepada sesama.<\/p>\n<p>Dalam obrolannya seperti dikutip dari RakyatNTT.com pada Rabu, 19 Maret 2025, Frans Go, yang juga anak dari Felix dan Maria, menjelaskan pembangunan \u201cWisma Purna Karya\u201d di Nenuk, Kota Atambua, Kabupaten Belu. Wisma yang diperuntukkan bagi romo-romo senior ini dibangun sejak 2011 dan kini tengah diperluas dengan tambahan empat kamar.<\/p>\n<p>\u201cDulu YFMG sudah membangun delapan kamar yang kini penuh. Sekarang, kami menambah empat kamar lagi dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan sudah 90 persen selesai,\u201d jelas Frans Go. Pembangunan ini adalah bagian dari upaya YFMG untuk terus mendampingi karya pastoral di Keuskupan Atambua. Bangunan tersebut diberi nama \u201cWisma Purna Karya\u201d untuk mengenang kontribusi para romo yang telah purna tugas.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2616\" src=\"http:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/J-240x300.jpeg\" sizes=\"(max-width: 240px) 100vw, 240px\" srcset=\"https:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/J-240x300.jpeg 240w, https:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/J-819x1024.jpeg 819w, https:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/J-768x960.jpeg 768w, https:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/J.jpeg 1080w\" alt=\"\" width=\"240\" height=\"300\" \/><\/p>\n<p>Berikut komentar dari keluarga Go mengenai proyek pembangunan ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Robert Go, kakak tertua, merasa sangat senang dapat berbagi dengan para romo yang telah purna bakti. \u201cSaya akan terus mendukung apa yang dilakukan keluarga besar Go, karena ini adalah amanah dari orang tua kami.\u201d<\/li>\n<li>Aci Getrida Go mendukung upaya ini, bahkan mengajak anak-anaknya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, meskipun dengan bantuan sekecil apa pun. \u201cBiar mereka belajar membantu sesama,\u201d ujarnya.<\/li>\n<li>Anthonius Go mengungkapkan apresiasinya terhadap adiknya, Frans Go, yang selalu peduli terhadap keluarga dan para romo. \u201cPak Frans sangat tulus membantu orang lain. Kami sangat senang melihat semua berjalan lancar, dan bangunan ini kini dihuni oleh para romo senior.\u201d<\/li>\n<li>Yustinus Go, yang turut terlibat dalam proyek ini, menambahkan, \u201cKami mendukung penuh semua upaya Pak Frans dalam menyiapkan fasilitas bagi para romo yang sudah purna bakti.\u201d<\/li>\n<li>Benyamin\/Densy Go menekankan bahwa pembangunan wisma ini adalah bentuk ungkapan syukur keluarga Go dan bertujuan untuk meringankan beban para romo. \u201cSemua pendanaan berasal dari Yayasan Felix Maria Go, dan kami saling berpartisipasi dalam setiap tahap pembangunan.\u201d<\/li>\n<li>Domi Go menyatakan, \u201cKami memberikan bantuan sesuai kemampuan untuk membangun wisma ini sebagai bentuk kebersamaan keluarga.\u201d<\/li>\n<li>Aci Netha Go yang turut turun langsung ke lapangan, menambahkan, \u201cKami pastikan kamar-kamar yang baru dibangun nyaman untuk para romo, termasuk akses untuk kursi roda.\u201d<\/li>\n<li>John Go juga menyoroti pentingnya kegiatan ini dalam mempererat hubungan kekeluargaan dan mendekatkan diri dengan gereja. \u201cSemoga upaya ini bermanfaat bagi para romo purna bakti,\u201d ujarnya.<img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-2618\" src=\"http:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/H-1-225x300.jpeg\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" srcset=\"https:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/H-1-225x300.jpeg 225w, https:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/H-1-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/fransiscusgo.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/H-1.jpeg 960w\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" \/><\/li>\n<\/ul>\n<p>Para romo yang tinggal di wisma tersebut juga memberikan tanggapan positif:<\/p>\n<ul>\n<li>Romo Maxi Amnanu mengucapkan terima kasih kepada keluarga Go, mengatakan, \u201cKami sangat bersyukur. Tidak banyak orang yang memberikan perhatian sebesar ini kepada romo-romo yang purna bakti. Keluarga Go adalah salah satu yang sangat peduli.\u201d<\/li>\n<li>Romo Emanuel Hane, yang telah tinggal di wisma sejak 2011, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. \u201cPak Frans sangat peduli, tidak hanya membangun wisma, tetapi juga memberi kami bantuan lain, seperti uang makan. Saya juga sangat menghargai kenangan indah saat beliau menjemput saya di Jakarta.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Proyek ini adalah contoh nyata dari dedikasi keluarga Go dalam mempererat ikatan kekeluargaan dan memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya bagi para romo yang telah mengabdikan hidupnya dalam pelayanan gereja.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tanah Timor, kasih tidak berakhir dengan waktu, tetapi terus menyala dalam setiap karya. Yayasan Felix Maria Go (YFMG) menjadi warisan dari kasih Papa Felix Go dan Mama Maria Goreti Yap, yang terus hidup dalam semangat keluarga Go. Seperti yang disampaikan Fransiscus Go, Direktur YFMG, \u201cCinta sejati bukan sekadar dikenang, tetapi diteruskan sebagai berkah bagi sesama.\u201d Nilai ini menjadi ajaran yang ditanamkan oleh Felix Go dan Maria Goreti Yap kepada anak-anaknya, yang kemudian diteruskan dan dijaga dengan penuh inspirasi. Felix dan Maria adalah pemilik Toko \u201cSembilan Jaya\u201d di Terminal Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Setelah kepergian mereka, anak-anaknya terus melanjutkan bisnis tersebut dan, yang lebih penting lagi, ajaran mereka untuk berbagi kepada sesama. Dalam obrolannya seperti dikutip dari RakyatNTT.com pada Rabu, 19 Maret 2025, Frans Go, yang juga anak dari Felix dan Maria, menjelaskan pembangunan \u201cWisma Purna Karya\u201d di Nenuk, Kota Atambua, Kabupaten Belu. Wisma yang diperuntukkan bagi romo-romo senior ini dibangun sejak 2011 dan kini tengah diperluas dengan tambahan empat kamar. \u201cDulu YFMG sudah membangun delapan kamar yang kini penuh. Sekarang, kami menambah empat kamar lagi dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan sudah 90 persen selesai,\u201d jelas Frans Go. Pembangunan ini adalah bagian dari upaya YFMG untuk terus mendampingi karya pastoral di Keuskupan Atambua. Bangunan tersebut diberi nama \u201cWisma Purna Karya\u201d untuk mengenang kontribusi para romo yang telah purna tugas. Berikut komentar dari keluarga Go mengenai proyek pembangunan ini: Robert Go, kakak tertua, merasa sangat senang dapat berbagi dengan para romo yang telah purna bakti. \u201cSaya akan terus mendukung apa yang dilakukan keluarga besar Go, karena ini adalah amanah dari orang tua kami.\u201d Aci Getrida Go mendukung upaya ini, bahkan mengajak anak-anaknya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, meskipun dengan bantuan sekecil apa pun. \u201cBiar mereka belajar membantu sesama,\u201d ujarnya. Anthonius Go mengungkapkan apresiasinya terhadap adiknya, Frans Go, yang selalu peduli terhadap keluarga dan para romo. \u201cPak Frans sangat tulus membantu orang lain. Kami sangat senang melihat semua berjalan lancar, dan bangunan ini kini dihuni oleh para romo senior.\u201d Yustinus Go, yang turut terlibat dalam proyek ini, menambahkan, \u201cKami mendukung penuh semua upaya Pak Frans dalam menyiapkan fasilitas bagi para romo yang sudah purna bakti.\u201d Benyamin\/Densy Go menekankan bahwa pembangunan wisma ini adalah bentuk ungkapan syukur keluarga Go dan bertujuan untuk meringankan beban para romo. \u201cSemua pendanaan berasal dari Yayasan Felix Maria Go, dan kami saling berpartisipasi dalam setiap tahap pembangunan.\u201d Domi Go menyatakan, \u201cKami memberikan bantuan sesuai kemampuan untuk membangun wisma ini sebagai bentuk kebersamaan keluarga.\u201d Aci Netha Go yang turut turun langsung ke lapangan, menambahkan, \u201cKami pastikan kamar-kamar yang baru dibangun nyaman untuk para romo, termasuk akses untuk kursi roda.\u201d John Go juga menyoroti pentingnya kegiatan ini dalam mempererat hubungan kekeluargaan dan mendekatkan diri dengan gereja. \u201cSemoga upaya ini bermanfaat bagi para romo purna bakti,\u201d ujarnya. Para romo yang tinggal di wisma tersebut juga memberikan tanggapan positif: Romo Maxi Amnanu mengucapkan terima kasih kepada keluarga Go, mengatakan, \u201cKami sangat bersyukur. Tidak banyak orang yang memberikan perhatian sebesar ini kepada romo-romo yang purna bakti. Keluarga Go adalah salah satu yang sangat peduli.\u201d Romo Emanuel Hane, yang telah tinggal di wisma sejak 2011, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. \u201cPak Frans sangat peduli, tidak hanya membangun wisma, tetapi juga memberi kami bantuan lain, seperti uang makan. Saya juga sangat menghargai kenangan indah saat beliau menjemput saya di Jakarta.\u201d Proyek ini adalah contoh nyata dari dedikasi keluarga Go dalam mempererat ikatan kekeluargaan dan memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya bagi para romo yang telah mengabdikan hidupnya dalam pelayanan gereja.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":899,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di tanah Timor, kasih tidak berakhir dengan waktu, tetapi terus menyala dalam setiap karya. Yayasan Felix Maria Go (YFMG) menjadi warisan dari kasih Papa Felix Go dan Mama Maria Goreti Yap, yang terus hidup dalam semangat keluarga Go. Seperti yang disampaikan Fransiscus Go, Direktur YFMG, \u201cCinta sejati bukan sekadar dikenang, tetapi diteruskan sebagai berkah bagi sesama.\u201d Nilai ini menjadi ajaran yang ditanamkan oleh Felix Go dan Maria Goreti Yap kepada anak-anaknya, yang kemudian diteruskan dan dijaga dengan penuh inspirasi. Felix dan Maria adalah pemilik Toko \u201cSembilan Jaya\u201d di Terminal Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Setelah kepergian mereka, anak-anaknya terus melanjutkan bisnis tersebut dan, yang lebih penting lagi, ajaran mereka untuk berbagi kepada sesama. Dalam obrolannya seperti dikutip dari RakyatNTT.com pada Rabu, 19 Maret 2025, Frans Go, yang juga anak dari Felix dan Maria, menjelaskan pembangunan \u201cWisma Purna Karya\u201d di Nenuk, Kota Atambua, Kabupaten Belu. Wisma yang diperuntukkan bagi romo-romo senior ini dibangun sejak 2011 dan kini tengah diperluas dengan tambahan empat kamar. \u201cDulu YFMG sudah membangun delapan kamar yang kini penuh. Sekarang, kami menambah empat kamar lagi dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan sudah 90 persen selesai,\u201d jelas Frans Go. Pembangunan ini adalah bagian dari upaya YFMG untuk terus mendampingi karya pastoral di Keuskupan Atambua. Bangunan tersebut diberi nama \u201cWisma Purna Karya\u201d untuk mengenang kontribusi para romo yang telah purna tugas. Berikut komentar dari keluarga Go mengenai proyek pembangunan ini: Robert Go, kakak tertua, merasa sangat senang dapat berbagi dengan para romo yang telah purna bakti. \u201cSaya akan terus mendukung apa yang dilakukan keluarga besar Go, karena ini adalah amanah dari orang tua kami.\u201d Aci Getrida Go mendukung upaya ini, bahkan mengajak anak-anaknya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, meskipun dengan bantuan sekecil apa pun. \u201cBiar mereka belajar membantu sesama,\u201d ujarnya. Anthonius Go mengungkapkan apresiasinya terhadap adiknya, Frans Go, yang selalu peduli terhadap keluarga dan para romo. \u201cPak Frans sangat tulus membantu orang lain. Kami sangat senang melihat semua berjalan lancar, dan bangunan ini kini dihuni oleh para romo senior.\u201d Yustinus Go, yang turut terlibat dalam proyek ini, menambahkan, \u201cKami mendukung penuh semua upaya Pak Frans dalam menyiapkan fasilitas bagi para romo yang sudah purna bakti.\u201d Benyamin\/Densy Go menekankan bahwa pembangunan wisma ini adalah bentuk ungkapan syukur keluarga Go dan bertujuan untuk meringankan beban para romo. \u201cSemua pendanaan berasal dari Yayasan Felix Maria Go, dan kami saling berpartisipasi dalam setiap tahap pembangunan.\u201d Domi Go menyatakan, \u201cKami memberikan bantuan sesuai kemampuan untuk membangun wisma ini sebagai bentuk kebersamaan keluarga.\u201d Aci Netha Go yang turut turun langsung ke lapangan, menambahkan, \u201cKami pastikan kamar-kamar yang baru dibangun nyaman untuk para romo, termasuk akses untuk kursi roda.\u201d John Go juga menyoroti pentingnya kegiatan ini dalam mempererat hubungan kekeluargaan dan mendekatkan diri dengan gereja. \u201cSemoga upaya ini bermanfaat bagi para romo purna bakti,\u201d ujarnya. Para romo yang tinggal di wisma tersebut juga memberikan tanggapan positif: Romo Maxi Amnanu mengucapkan terima kasih kepada keluarga Go, mengatakan, \u201cKami sangat bersyukur. Tidak banyak orang yang memberikan perhatian sebesar ini kepada romo-romo yang purna bakti. Keluarga Go adalah salah satu yang sangat peduli.\u201d Romo Emanuel Hane, yang telah tinggal di wisma sejak 2011, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. \u201cPak Frans sangat peduli, tidak hanya membangun wisma, tetapi juga memberi kami bantuan lain, seperti uang makan. Saya juga sangat menghargai kenangan indah saat beliau menjemput saya di Jakarta.\u201d Proyek ini adalah contoh nyata dari dedikasi keluarga Go dalam mempererat ikatan kekeluargaan dan memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya bagi para romo yang telah mengabdikan hidupnya dalam pelayanan gereja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-19T08:35:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/I.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/\",\"name\":\"Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/I.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-03-19T08:35:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/I.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/I.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya - Yayasan Felix Maria","og_description":"Di tanah Timor, kasih tidak berakhir dengan waktu, tetapi terus menyala dalam setiap karya. Yayasan Felix Maria Go (YFMG) menjadi warisan dari kasih Papa Felix Go dan Mama Maria Goreti Yap, yang terus hidup dalam semangat keluarga Go. Seperti yang disampaikan Fransiscus Go, Direktur YFMG, \u201cCinta sejati bukan sekadar dikenang, tetapi diteruskan sebagai berkah bagi sesama.\u201d Nilai ini menjadi ajaran yang ditanamkan oleh Felix Go dan Maria Goreti Yap kepada anak-anaknya, yang kemudian diteruskan dan dijaga dengan penuh inspirasi. Felix dan Maria adalah pemilik Toko \u201cSembilan Jaya\u201d di Terminal Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Setelah kepergian mereka, anak-anaknya terus melanjutkan bisnis tersebut dan, yang lebih penting lagi, ajaran mereka untuk berbagi kepada sesama. Dalam obrolannya seperti dikutip dari RakyatNTT.com pada Rabu, 19 Maret 2025, Frans Go, yang juga anak dari Felix dan Maria, menjelaskan pembangunan \u201cWisma Purna Karya\u201d di Nenuk, Kota Atambua, Kabupaten Belu. Wisma yang diperuntukkan bagi romo-romo senior ini dibangun sejak 2011 dan kini tengah diperluas dengan tambahan empat kamar. \u201cDulu YFMG sudah membangun delapan kamar yang kini penuh. Sekarang, kami menambah empat kamar lagi dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan sudah 90 persen selesai,\u201d jelas Frans Go. Pembangunan ini adalah bagian dari upaya YFMG untuk terus mendampingi karya pastoral di Keuskupan Atambua. Bangunan tersebut diberi nama \u201cWisma Purna Karya\u201d untuk mengenang kontribusi para romo yang telah purna tugas. Berikut komentar dari keluarga Go mengenai proyek pembangunan ini: Robert Go, kakak tertua, merasa sangat senang dapat berbagi dengan para romo yang telah purna bakti. \u201cSaya akan terus mendukung apa yang dilakukan keluarga besar Go, karena ini adalah amanah dari orang tua kami.\u201d Aci Getrida Go mendukung upaya ini, bahkan mengajak anak-anaknya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, meskipun dengan bantuan sekecil apa pun. \u201cBiar mereka belajar membantu sesama,\u201d ujarnya. Anthonius Go mengungkapkan apresiasinya terhadap adiknya, Frans Go, yang selalu peduli terhadap keluarga dan para romo. \u201cPak Frans sangat tulus membantu orang lain. Kami sangat senang melihat semua berjalan lancar, dan bangunan ini kini dihuni oleh para romo senior.\u201d Yustinus Go, yang turut terlibat dalam proyek ini, menambahkan, \u201cKami mendukung penuh semua upaya Pak Frans dalam menyiapkan fasilitas bagi para romo yang sudah purna bakti.\u201d Benyamin\/Densy Go menekankan bahwa pembangunan wisma ini adalah bentuk ungkapan syukur keluarga Go dan bertujuan untuk meringankan beban para romo. \u201cSemua pendanaan berasal dari Yayasan Felix Maria Go, dan kami saling berpartisipasi dalam setiap tahap pembangunan.\u201d Domi Go menyatakan, \u201cKami memberikan bantuan sesuai kemampuan untuk membangun wisma ini sebagai bentuk kebersamaan keluarga.\u201d Aci Netha Go yang turut turun langsung ke lapangan, menambahkan, \u201cKami pastikan kamar-kamar yang baru dibangun nyaman untuk para romo, termasuk akses untuk kursi roda.\u201d John Go juga menyoroti pentingnya kegiatan ini dalam mempererat hubungan kekeluargaan dan mendekatkan diri dengan gereja. \u201cSemoga upaya ini bermanfaat bagi para romo purna bakti,\u201d ujarnya. Para romo yang tinggal di wisma tersebut juga memberikan tanggapan positif: Romo Maxi Amnanu mengucapkan terima kasih kepada keluarga Go, mengatakan, \u201cKami sangat bersyukur. Tidak banyak orang yang memberikan perhatian sebesar ini kepada romo-romo yang purna bakti. Keluarga Go adalah salah satu yang sangat peduli.\u201d Romo Emanuel Hane, yang telah tinggal di wisma sejak 2011, juga mengungkapkan rasa terima kasihnya. \u201cPak Frans sangat peduli, tidak hanya membangun wisma, tetapi juga memberi kami bantuan lain, seperti uang makan. Saya juga sangat menghargai kenangan indah saat beliau menjemput saya di Jakarta.\u201d Proyek ini adalah contoh nyata dari dedikasi keluarga Go dalam mempererat ikatan kekeluargaan dan memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya bagi para romo yang telah mengabdikan hidupnya dalam pelayanan gereja.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2025-03-19T08:35:31+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/I.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/","name":"Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/I.jpeg","datePublished":"2025-03-19T08:35:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/I.jpeg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/I.jpeg","width":1600,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/03\/19\/jejak-kasih-yang-abadi-keluarga-go-dan-wisma-purna-karya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jejak Kasih yang Abadi: Keluarga Go dan Wisma Purna Karya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=898"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/898\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}