{"id":1616,"date":"2026-10-28T04:40:40","date_gmt":"2026-10-28T04:40:40","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1616"},"modified":"2026-10-28T04:40:40","modified_gmt":"2026-10-28T04:40:40","slug":"dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/","title":{"rendered":"Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo"},"content":{"rendered":"<p>Nusa Tenggara Timur \u2014 Setelah puluhan tahun bergulat dengan kekeringan, warga Kuan Maumolo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai merasakan perubahan. Kebun yang sebelumnya sulit diandalkan kini kembali menghasilkan sayuran, usaha kecil mulai berkembang, dan akses air bersih perlahan membaik melalui program pemberdayaan Yayasan Felix Maria Go (YFMG).<\/p>\n<p>Pendampingan yang berjalan sejak 2025 itu tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sayuran seperti sawi, kacang panjang, pokcay, terong, kangkung, cabai, dan tomat mulai dipanen warga. Hasilnya tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah pasar di Kota Kefamenanu, ibu kota Kabupaten TTU.<\/p>\n<p>Perubahan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana akses air, pendampingan, dan kemauan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam membangun kembali kehidupan ekonomi desa. Bagi warga Maumolo, ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan juga modal penting untuk menghidupkan lahan pertanian yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan.<\/p>\n<p>Tokoh adat sekaligus tokoh agama Maumolo, Leonardus Site, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan YFMG. Menurut dia, pembangunan sarana air bersih telah membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan air.<\/p>\n<p>\u201cTuhan dan leluhur kita telah mengirimkan malaikat melalui Yayasan Felix Maria Go datang menghibur dan menolong kita,\u201d ungkap Leonardus.<\/p>\n<p>Ia menyebut bantuan yang diberikan Fransiscus Go bersama keluarga mencakup lima bak penampung, lima sumur bor, dan 10 unit fiber untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.<\/p>\n<p>Bagi warga, manfaat ketersediaan air juga terasa pada peluang mengembangkan pertanian hortikultura. Lahan yang sebelumnya sulit diolah kini berpotensi menjadi sumber penghasilan, selama didukung pengelolaan air dan pendampingan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p><strong>Dari Petani Menjadi Pelaku UMKM<\/strong><\/p>\n<p>Perubahan di Maumolo tidak hanya terlihat di kebun dan ladang. Pemberdayaan juga menyentuh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya melalui produksi keripik pisang yang dikelola kelompok perempuan setempat.<\/p>\n<p>Meriana Albi, tokoh perempuan sekaligus pelaku UMKM, mengatakan pendampingan YFMG membantunya bersama rekan-rekan mengembangkan usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga.<\/p>\n<p>Sejak Maret 2025, ia dan sejumlah warga membentuk kelompok usaha keripik pisang. Mereka kemudian mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari teknik pengolahan hingga meracik rasa agar lebih menarik bagi konsumen.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat bersyukur, karena Bapak Frans Go mendatangkan orang hebat dari Kupang datang ke Maumolo, dan melatih kami membuat keripik yang baik, menarik, gurih dan enak dimakan,\u201d kata Meriana.<\/p>\n<p>Kini, produk keripik pisang tersebut mulai dipasarkan melalui kios-kios keluarga di kampung dan melayani permintaan dari wilayah Kota Kefamenanu. Perkembangan ini membuka peluang bagi warga untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, bukan hanya menjual bahan mentah.<\/p>\n<p><strong>Anak Muda Mulai Melirik Pertanian<\/strong><\/p>\n<p>Dampak pendampingan juga dirasakan kalangan pemuda. Stefanus Kefi mengaku awalnya penasaran ketika mendengar kabar tentang sosok yang membantu masyarakat Maumolo. Ia kemudian bertemu Fransiscus Go pada 26 Juni 2025 dan mengetahui program pembangunan sumur bor yang turut mendukung kebutuhan air untuk pertanian.<\/p>\n<p>Stefanus lalu menjalin komunikasi dengan Andre Setiawan, pendamping yang dipercaya YFMG untuk mendampingi masyarakat di Maumolo. Dari diskusi rutin, terutama mengenai pertanian hortikultura, ia mulai membangun komitmen untuk menekuni sektor pertanian.<\/p>\n<p>\u201cBukan saja orang berdasi yang bisa punya uang. Tetapi dengan bertani pun, pasti ada uangnya. Tinggal bagaimana kita mau berubah atau tidak. Hidupmu bisa berubah, akan ditentukan oleh dirimu sendiri, bukan orang lain,\u201d ujar Stefanus.<\/p>\n<p>Pengalaman Stefanus memperlihatkan bahwa pertanian dapat menjadi pilihan ekonomi bagi generasi muda ketika tersedia pendampingan, pengetahuan, dan peluang untuk mengembangkan hasil produksi. Namun, keberlanjutan usaha tetap membutuhkan konsistensi, akses pasar, serta kemampuan mengelola biaya dan hasil panen.<\/p>\n<p><strong>YFMG Resmikan Rumah Hasil Program Bedah Rumah<\/strong><\/p>\n<p>Selain pemberdayaan ekonomi, YFMG menjalankan program sosial melalui pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan. Salah satunya adalah rumah milik Theodorus Sife yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni.<\/p>\n<p>Pada Senin, 26 Oktober 2026, keluarga besar YFMG mengunjungi Kuan Maumolo untuk melihat perkembangan program pemberdayaan sekaligus meresmikan rumah yang telah rampung dibangun melalui program bedah rumah tersebut.<\/p>\n<p>Ketua YFMG, Fransiscus Go, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya menyampaikan bahwa kunjungan itu menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan masyarakat sekaligus memastikan manfaat program yang telah dijalankan.<\/p>\n<p>Menurut Fransiscus, pembangunan rumah merupakan bagian dari kepedulian sosial, sedangkan pemberdayaan masyarakat membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan potensi dan membangun masa depan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Ia berharap setiap program YFMG dapat memberikan manfaat nyata, menumbuhkan harapan, dan memperkuat semangat masyarakat untuk terus berkembang.<\/p>\n<p><strong>Menjaga Harapan agar Menjadi Kemandirian<\/strong><\/p>\n<p>Perubahan yang mulai terlihat di Kuan Maumolo menunjukkan bahwa penanganan persoalan desa membutuhkan lebih dari sekadar bantuan sesaat. Akses air bersih, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan pendampingan pertanian merupakan bagian yang saling berkaitan dalam memperkuat ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>Tantangan berikutnya adalah memastikan sumur bor dan sarana penampungan air terpelihara, hasil pertanian memiliki pasar yang berkelanjutan, serta usaha keripik pisang mampu berkembang secara mandiri. Pendampingan yang konsisten dan keterlibatan aktif warga akan menjadi faktor penting untuk menjaga hasil yang telah dicapai.<\/p>\n<p>Bagi warga Maumolo, harapan yang tumbuh kini bukan semata-mata tentang kembali menanam sayuran atau memperoleh bantuan rumah. Lebih dari itu, mereka mulai melihat kemungkinan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri melalui potensi kampung sendiri.<\/p>\n<p>Tulisan ini diambil dari https:\/\/www.rakyatntt.id\/2026\/10\/yfmg-berdayakan-kuan-maumolo-begini-kata-warga\/4\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nusa Tenggara Timur \u2014 Setelah puluhan tahun bergulat dengan kekeringan, warga Kuan Maumolo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai merasakan perubahan. Kebun yang sebelumnya sulit diandalkan kini kembali menghasilkan sayuran, usaha kecil mulai berkembang, dan akses air bersih perlahan membaik melalui program pemberdayaan Yayasan Felix Maria Go (YFMG). Pendampingan yang berjalan sejak 2025 itu tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sayuran seperti sawi, kacang panjang, pokcay, terong, kangkung, cabai, dan tomat mulai dipanen warga. Hasilnya tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah pasar di Kota Kefamenanu, ibu kota Kabupaten TTU. Perubahan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana akses air, pendampingan, dan kemauan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam membangun kembali kehidupan ekonomi desa. Bagi warga Maumolo, ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan juga modal penting untuk menghidupkan lahan pertanian yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan. Tokoh adat sekaligus tokoh agama Maumolo, Leonardus Site, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan YFMG. Menurut dia, pembangunan sarana air bersih telah membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan air. \u201cTuhan dan leluhur kita telah mengirimkan malaikat melalui Yayasan Felix Maria Go datang menghibur dan menolong kita,\u201d ungkap Leonardus. Ia menyebut bantuan yang diberikan Fransiscus Go bersama keluarga mencakup lima bak penampung, lima sumur bor, dan 10 unit fiber untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Bagi warga, manfaat ketersediaan air juga terasa pada peluang mengembangkan pertanian hortikultura. Lahan yang sebelumnya sulit diolah kini berpotensi menjadi sumber penghasilan, selama didukung pengelolaan air dan pendampingan yang berkelanjutan. Dari Petani Menjadi Pelaku UMKM Perubahan di Maumolo tidak hanya terlihat di kebun dan ladang. Pemberdayaan juga menyentuh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya melalui produksi keripik pisang yang dikelola kelompok perempuan setempat. Meriana Albi, tokoh perempuan sekaligus pelaku UMKM, mengatakan pendampingan YFMG membantunya bersama rekan-rekan mengembangkan usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga. Sejak Maret 2025, ia dan sejumlah warga membentuk kelompok usaha keripik pisang. Mereka kemudian mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari teknik pengolahan hingga meracik rasa agar lebih menarik bagi konsumen. \u201cKami sangat bersyukur, karena Bapak Frans Go mendatangkan orang hebat dari Kupang datang ke Maumolo, dan melatih kami membuat keripik yang baik, menarik, gurih dan enak dimakan,\u201d kata Meriana. Kini, produk keripik pisang tersebut mulai dipasarkan melalui kios-kios keluarga di kampung dan melayani permintaan dari wilayah Kota Kefamenanu. Perkembangan ini membuka peluang bagi warga untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, bukan hanya menjual bahan mentah. Anak Muda Mulai Melirik Pertanian Dampak pendampingan juga dirasakan kalangan pemuda. Stefanus Kefi mengaku awalnya penasaran ketika mendengar kabar tentang sosok yang membantu masyarakat Maumolo. Ia kemudian bertemu Fransiscus Go pada 26 Juni 2025 dan mengetahui program pembangunan sumur bor yang turut mendukung kebutuhan air untuk pertanian. Stefanus lalu menjalin komunikasi dengan Andre Setiawan, pendamping yang dipercaya YFMG untuk mendampingi masyarakat di Maumolo. Dari diskusi rutin, terutama mengenai pertanian hortikultura, ia mulai membangun komitmen untuk menekuni sektor pertanian. \u201cBukan saja orang berdasi yang bisa punya uang. Tetapi dengan bertani pun, pasti ada uangnya. Tinggal bagaimana kita mau berubah atau tidak. Hidupmu bisa berubah, akan ditentukan oleh dirimu sendiri, bukan orang lain,\u201d ujar Stefanus. Pengalaman Stefanus memperlihatkan bahwa pertanian dapat menjadi pilihan ekonomi bagi generasi muda ketika tersedia pendampingan, pengetahuan, dan peluang untuk mengembangkan hasil produksi. Namun, keberlanjutan usaha tetap membutuhkan konsistensi, akses pasar, serta kemampuan mengelola biaya dan hasil panen. YFMG Resmikan Rumah Hasil Program Bedah Rumah Selain pemberdayaan ekonomi, YFMG menjalankan program sosial melalui pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan. Salah satunya adalah rumah milik Theodorus Sife yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni. Pada Senin, 26 Oktober 2026, keluarga besar YFMG mengunjungi Kuan Maumolo untuk melihat perkembangan program pemberdayaan sekaligus meresmikan rumah yang telah rampung dibangun melalui program bedah rumah tersebut. Ketua YFMG, Fransiscus Go, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya menyampaikan bahwa kunjungan itu menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan masyarakat sekaligus memastikan manfaat program yang telah dijalankan. Menurut Fransiscus, pembangunan rumah merupakan bagian dari kepedulian sosial, sedangkan pemberdayaan masyarakat membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan potensi dan membangun masa depan yang lebih baik. Ia berharap setiap program YFMG dapat memberikan manfaat nyata, menumbuhkan harapan, dan memperkuat semangat masyarakat untuk terus berkembang. Menjaga Harapan agar Menjadi Kemandirian Perubahan yang mulai terlihat di Kuan Maumolo menunjukkan bahwa penanganan persoalan desa membutuhkan lebih dari sekadar bantuan sesaat. Akses air bersih, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan pendampingan pertanian merupakan bagian yang saling berkaitan dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan sumur bor dan sarana penampungan air terpelihara, hasil pertanian memiliki pasar yang berkelanjutan, serta usaha keripik pisang mampu berkembang secara mandiri. Pendampingan yang konsisten dan keterlibatan aktif warga akan menjadi faktor penting untuk menjaga hasil yang telah dicapai. Bagi warga Maumolo, harapan yang tumbuh kini bukan semata-mata tentang kembali menanam sayuran atau memperoleh bantuan rumah. Lebih dari itu, mereka mulai melihat kemungkinan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri melalui potensi kampung sendiri. Tulisan ini diambil dari https:\/\/www.rakyatntt.id\/2026\/10\/yfmg-berdayakan-kuan-maumolo-begini-kata-warga\/4\/<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1617,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[15,125,252,11],"class_list":["post-1616","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-fransiscus-go","tag-kemandirian","tag-mumolo","tag-yfmg"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nusa Tenggara Timur \u2014 Setelah puluhan tahun bergulat dengan kekeringan, warga Kuan Maumolo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai merasakan perubahan. Kebun yang sebelumnya sulit diandalkan kini kembali menghasilkan sayuran, usaha kecil mulai berkembang, dan akses air bersih perlahan membaik melalui program pemberdayaan Yayasan Felix Maria Go (YFMG). Pendampingan yang berjalan sejak 2025 itu tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sayuran seperti sawi, kacang panjang, pokcay, terong, kangkung, cabai, dan tomat mulai dipanen warga. Hasilnya tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah pasar di Kota Kefamenanu, ibu kota Kabupaten TTU. Perubahan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana akses air, pendampingan, dan kemauan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam membangun kembali kehidupan ekonomi desa. Bagi warga Maumolo, ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan juga modal penting untuk menghidupkan lahan pertanian yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan. Tokoh adat sekaligus tokoh agama Maumolo, Leonardus Site, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan YFMG. Menurut dia, pembangunan sarana air bersih telah membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan air. \u201cTuhan dan leluhur kita telah mengirimkan malaikat melalui Yayasan Felix Maria Go datang menghibur dan menolong kita,\u201d ungkap Leonardus. Ia menyebut bantuan yang diberikan Fransiscus Go bersama keluarga mencakup lima bak penampung, lima sumur bor, dan 10 unit fiber untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Bagi warga, manfaat ketersediaan air juga terasa pada peluang mengembangkan pertanian hortikultura. Lahan yang sebelumnya sulit diolah kini berpotensi menjadi sumber penghasilan, selama didukung pengelolaan air dan pendampingan yang berkelanjutan. Dari Petani Menjadi Pelaku UMKM Perubahan di Maumolo tidak hanya terlihat di kebun dan ladang. Pemberdayaan juga menyentuh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya melalui produksi keripik pisang yang dikelola kelompok perempuan setempat. Meriana Albi, tokoh perempuan sekaligus pelaku UMKM, mengatakan pendampingan YFMG membantunya bersama rekan-rekan mengembangkan usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga. Sejak Maret 2025, ia dan sejumlah warga membentuk kelompok usaha keripik pisang. Mereka kemudian mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari teknik pengolahan hingga meracik rasa agar lebih menarik bagi konsumen. \u201cKami sangat bersyukur, karena Bapak Frans Go mendatangkan orang hebat dari Kupang datang ke Maumolo, dan melatih kami membuat keripik yang baik, menarik, gurih dan enak dimakan,\u201d kata Meriana. Kini, produk keripik pisang tersebut mulai dipasarkan melalui kios-kios keluarga di kampung dan melayani permintaan dari wilayah Kota Kefamenanu. Perkembangan ini membuka peluang bagi warga untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, bukan hanya menjual bahan mentah. Anak Muda Mulai Melirik Pertanian Dampak pendampingan juga dirasakan kalangan pemuda. Stefanus Kefi mengaku awalnya penasaran ketika mendengar kabar tentang sosok yang membantu masyarakat Maumolo. Ia kemudian bertemu Fransiscus Go pada 26 Juni 2025 dan mengetahui program pembangunan sumur bor yang turut mendukung kebutuhan air untuk pertanian. Stefanus lalu menjalin komunikasi dengan Andre Setiawan, pendamping yang dipercaya YFMG untuk mendampingi masyarakat di Maumolo. Dari diskusi rutin, terutama mengenai pertanian hortikultura, ia mulai membangun komitmen untuk menekuni sektor pertanian. \u201cBukan saja orang berdasi yang bisa punya uang. Tetapi dengan bertani pun, pasti ada uangnya. Tinggal bagaimana kita mau berubah atau tidak. Hidupmu bisa berubah, akan ditentukan oleh dirimu sendiri, bukan orang lain,\u201d ujar Stefanus. Pengalaman Stefanus memperlihatkan bahwa pertanian dapat menjadi pilihan ekonomi bagi generasi muda ketika tersedia pendampingan, pengetahuan, dan peluang untuk mengembangkan hasil produksi. Namun, keberlanjutan usaha tetap membutuhkan konsistensi, akses pasar, serta kemampuan mengelola biaya dan hasil panen. YFMG Resmikan Rumah Hasil Program Bedah Rumah Selain pemberdayaan ekonomi, YFMG menjalankan program sosial melalui pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan. Salah satunya adalah rumah milik Theodorus Sife yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni. Pada Senin, 26 Oktober 2026, keluarga besar YFMG mengunjungi Kuan Maumolo untuk melihat perkembangan program pemberdayaan sekaligus meresmikan rumah yang telah rampung dibangun melalui program bedah rumah tersebut. Ketua YFMG, Fransiscus Go, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya menyampaikan bahwa kunjungan itu menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan masyarakat sekaligus memastikan manfaat program yang telah dijalankan. Menurut Fransiscus, pembangunan rumah merupakan bagian dari kepedulian sosial, sedangkan pemberdayaan masyarakat membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan potensi dan membangun masa depan yang lebih baik. Ia berharap setiap program YFMG dapat memberikan manfaat nyata, menumbuhkan harapan, dan memperkuat semangat masyarakat untuk terus berkembang. Menjaga Harapan agar Menjadi Kemandirian Perubahan yang mulai terlihat di Kuan Maumolo menunjukkan bahwa penanganan persoalan desa membutuhkan lebih dari sekadar bantuan sesaat. Akses air bersih, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan pendampingan pertanian merupakan bagian yang saling berkaitan dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan sumur bor dan sarana penampungan air terpelihara, hasil pertanian memiliki pasar yang berkelanjutan, serta usaha keripik pisang mampu berkembang secara mandiri. Pendampingan yang konsisten dan keterlibatan aktif warga akan menjadi faktor penting untuk menjaga hasil yang telah dicapai. Bagi warga Maumolo, harapan yang tumbuh kini bukan semata-mata tentang kembali menanam sayuran atau memperoleh bantuan rumah. Lebih dari itu, mereka mulai melihat kemungkinan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri melalui potensi kampung sendiri. Tulisan ini diambil dari https:\/\/www.rakyatntt.id\/2026\/10\/yfmg-berdayakan-kuan-maumolo-begini-kata-warga\/4\/\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-28T04:40:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/hkukhjkh.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"456\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/\",\"name\":\"Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/hkukhjkh.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-28T04:40:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/hkukhjkh.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/hkukhjkh.jpg\",\"width\":576,\"height\":456},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo - Yayasan Felix Maria","og_description":"Nusa Tenggara Timur \u2014 Setelah puluhan tahun bergulat dengan kekeringan, warga Kuan Maumolo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai merasakan perubahan. Kebun yang sebelumnya sulit diandalkan kini kembali menghasilkan sayuran, usaha kecil mulai berkembang, dan akses air bersih perlahan membaik melalui program pemberdayaan Yayasan Felix Maria Go (YFMG). Pendampingan yang berjalan sejak 2025 itu tidak hanya menghadirkan bantuan fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sayuran seperti sawi, kacang panjang, pokcay, terong, kangkung, cabai, dan tomat mulai dipanen warga. Hasilnya tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah pasar di Kota Kefamenanu, ibu kota Kabupaten TTU. Perubahan tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana akses air, pendampingan, dan kemauan masyarakat dapat berjalan beriringan dalam membangun kembali kehidupan ekonomi desa. Bagi warga Maumolo, ketersediaan air bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan juga modal penting untuk menghidupkan lahan pertanian yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan. Tokoh adat sekaligus tokoh agama Maumolo, Leonardus Site, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan YFMG. Menurut dia, pembangunan sarana air bersih telah membawa harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan air. \u201cTuhan dan leluhur kita telah mengirimkan malaikat melalui Yayasan Felix Maria Go datang menghibur dan menolong kita,\u201d ungkap Leonardus. Ia menyebut bantuan yang diberikan Fransiscus Go bersama keluarga mencakup lima bak penampung, lima sumur bor, dan 10 unit fiber untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Bagi warga, manfaat ketersediaan air juga terasa pada peluang mengembangkan pertanian hortikultura. Lahan yang sebelumnya sulit diolah kini berpotensi menjadi sumber penghasilan, selama didukung pengelolaan air dan pendampingan yang berkelanjutan. Dari Petani Menjadi Pelaku UMKM Perubahan di Maumolo tidak hanya terlihat di kebun dan ladang. Pemberdayaan juga menyentuh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), salah satunya melalui produksi keripik pisang yang dikelola kelompok perempuan setempat. Meriana Albi, tokoh perempuan sekaligus pelaku UMKM, mengatakan pendampingan YFMG membantunya bersama rekan-rekan mengembangkan usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga. Sejak Maret 2025, ia dan sejumlah warga membentuk kelompok usaha keripik pisang. Mereka kemudian mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk, mulai dari teknik pengolahan hingga meracik rasa agar lebih menarik bagi konsumen. \u201cKami sangat bersyukur, karena Bapak Frans Go mendatangkan orang hebat dari Kupang datang ke Maumolo, dan melatih kami membuat keripik yang baik, menarik, gurih dan enak dimakan,\u201d kata Meriana. Kini, produk keripik pisang tersebut mulai dipasarkan melalui kios-kios keluarga di kampung dan melayani permintaan dari wilayah Kota Kefamenanu. Perkembangan ini membuka peluang bagi warga untuk mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah, bukan hanya menjual bahan mentah. Anak Muda Mulai Melirik Pertanian Dampak pendampingan juga dirasakan kalangan pemuda. Stefanus Kefi mengaku awalnya penasaran ketika mendengar kabar tentang sosok yang membantu masyarakat Maumolo. Ia kemudian bertemu Fransiscus Go pada 26 Juni 2025 dan mengetahui program pembangunan sumur bor yang turut mendukung kebutuhan air untuk pertanian. Stefanus lalu menjalin komunikasi dengan Andre Setiawan, pendamping yang dipercaya YFMG untuk mendampingi masyarakat di Maumolo. Dari diskusi rutin, terutama mengenai pertanian hortikultura, ia mulai membangun komitmen untuk menekuni sektor pertanian. \u201cBukan saja orang berdasi yang bisa punya uang. Tetapi dengan bertani pun, pasti ada uangnya. Tinggal bagaimana kita mau berubah atau tidak. Hidupmu bisa berubah, akan ditentukan oleh dirimu sendiri, bukan orang lain,\u201d ujar Stefanus. Pengalaman Stefanus memperlihatkan bahwa pertanian dapat menjadi pilihan ekonomi bagi generasi muda ketika tersedia pendampingan, pengetahuan, dan peluang untuk mengembangkan hasil produksi. Namun, keberlanjutan usaha tetap membutuhkan konsistensi, akses pasar, serta kemampuan mengelola biaya dan hasil panen. YFMG Resmikan Rumah Hasil Program Bedah Rumah Selain pemberdayaan ekonomi, YFMG menjalankan program sosial melalui pembangunan rumah layak huni bagi warga yang membutuhkan. Salah satunya adalah rumah milik Theodorus Sife yang sebelumnya berada dalam kondisi tidak layak huni. Pada Senin, 26 Oktober 2026, keluarga besar YFMG mengunjungi Kuan Maumolo untuk melihat perkembangan program pemberdayaan sekaligus meresmikan rumah yang telah rampung dibangun melalui program bedah rumah tersebut. Ketua YFMG, Fransiscus Go, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya menyampaikan bahwa kunjungan itu menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan masyarakat sekaligus memastikan manfaat program yang telah dijalankan. Menurut Fransiscus, pembangunan rumah merupakan bagian dari kepedulian sosial, sedangkan pemberdayaan masyarakat membuka ruang bagi warga untuk mengembangkan potensi dan membangun masa depan yang lebih baik. Ia berharap setiap program YFMG dapat memberikan manfaat nyata, menumbuhkan harapan, dan memperkuat semangat masyarakat untuk terus berkembang. Menjaga Harapan agar Menjadi Kemandirian Perubahan yang mulai terlihat di Kuan Maumolo menunjukkan bahwa penanganan persoalan desa membutuhkan lebih dari sekadar bantuan sesaat. Akses air bersih, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan pendampingan pertanian merupakan bagian yang saling berkaitan dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Tantangan berikutnya adalah memastikan sumur bor dan sarana penampungan air terpelihara, hasil pertanian memiliki pasar yang berkelanjutan, serta usaha keripik pisang mampu berkembang secara mandiri. Pendampingan yang konsisten dan keterlibatan aktif warga akan menjadi faktor penting untuk menjaga hasil yang telah dicapai. Bagi warga Maumolo, harapan yang tumbuh kini bukan semata-mata tentang kembali menanam sayuran atau memperoleh bantuan rumah. Lebih dari itu, mereka mulai melihat kemungkinan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri melalui potensi kampung sendiri. Tulisan ini diambil dari https:\/\/www.rakyatntt.id\/2026\/10\/yfmg-berdayakan-kuan-maumolo-begini-kata-warga\/4\/","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2026-10-28T04:40:40+00:00","og_image":[{"width":576,"height":456,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/hkukhjkh.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/","name":"Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/hkukhjkh.jpg","datePublished":"2026-10-28T04:40:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/hkukhjkh.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/hkukhjkh.jpg","width":576,"height":456},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/10\/28\/dari-kekeringan-menuju-kemandirian-yfmg-bangkitkan-harapan-warga-kuan-maumolo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Kekeringan Menuju Kemandirian, YFMG Bangkitkan Harapan Warga Kuan Maumolo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1616","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1616"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1616\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1618,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1616\/revisions\/1618"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1617"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1616"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1616"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1616"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}