{"id":1566,"date":"2026-08-26T05:50:27","date_gmt":"2026-08-26T05:50:27","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1566"},"modified":"2026-08-26T05:50:27","modified_gmt":"2026-08-26T05:50:27","slug":"dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/","title":{"rendered":"Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala"},"content":{"rendered":"<p>TIMOR TENGAH SELATAN, NTT \u2013 Eksistensi perempuan dalam menggerakkan potensi desa kembali ditunjukkan Yarni Nabuasa, pemilik usaha Aset Sambal yang akrab disapa Yaya. Perempuan asal Desa Sais&#8217;ana, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tersebut turut menunjukkan dedikasinya dalam ajang kompetisi Perempuan Merdeka Berkarya tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n<p>Bagi Yaya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan sekadar kompetisi. Momentum itu menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat yang selama ini dilakukan bersama warga di kampung halamannya.<\/p>\n<p>Sebagai perempuan yang lahir dan besar di Desa Sais&#8217;ana, Yaya memiliki keinginan kuat untuk mengajak generasi muda maupun orang tua membangun mimpi dari desa. Ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan di desa bukan alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan kampung halaman demi mencari kehidupan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui Gejala (Gerakan Jaga Alam dan Air). Gerakan ini mendorong masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang tua, untuk memanfaatkan lahan, bertani, mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi, hingga memasarkannya.<\/p>\n<p>Menurut Yaya, berbagai keterbatasan yang dimiliki masyarakat desa justru dapat menjadi pemicu untuk terus berinovasi. Di balik hasil yang dinikmati masyarakat, terdapat proses panjang yang melibatkan kerja keras, keringat, gotong royong, serta harapan yang ditanam bersama.<\/p>\n<p>\u201cBagi banyak keluarga, pertanian adalah kehidupan. Dari tanah inilah harapan tumbuh, tidak selalu mudah, panas hujan, tantangan harga dan sebagainya harus dihadapi,\u201d ungkap Yaya.<\/p>\n<p>Yaya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan menilai pertanian bukan sekadar pekerjaan. Baginya, aktivitas mengolah tanah dan menghasilkan produk merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkan harapan sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>Dari tangan kreatif masyarakat, berbagai produk kemudian lahir dan menjadi kebanggaan desa. Selain Aset Sambal, Yaya juga mengembangkan produk minyak kemiri serta aneka makanan ringan. Usaha tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi.<\/p>\n<p>Yaya menilai pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari proses membangun kemandirian desa. Perempuan yang sebelumnya tidak berani bersuara perlahan dapat tampil percaya diri, membantu perekonomian keluarga, serta memiliki keberanian untuk menentukan masa depan dirinya dan anak-anaknya.<\/p>\n<p>\u201cPuji Tuhan, yang saya lakukan itu masyarakat telah mendorong menjadi mandiri. Tentu tidak lepas dari dukungan mentor saya Fransiskus Go,\u201d ujar Yaya.<\/p>\n<p>Sebelum tampil di tingkat Provinsi NTT, Yaya terlebih dahulu mengikuti Lomba Dapur Hidup yang diselenggarakan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) di Desa Persiapan Sais&#8217;ana, Kabupaten TTS. Kegiatan tersebut diikuti hampir 50 peserta.<\/p>\n<p>Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu pijakan bagi Yaya untuk melangkah ke ajang Perempuan Merdeka Berkarya di tingkat Provinsi NTT. Baginya, ketika satu perempuan di desa mampu berdaya, maka terbuka peluang untuk ikut menyelamatkan dan mempersiapkan masa depan satu generasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TIMOR TENGAH SELATAN, NTT \u2013 Eksistensi perempuan dalam menggerakkan potensi desa kembali ditunjukkan Yarni Nabuasa, pemilik usaha Aset Sambal yang akrab disapa Yaya. Perempuan asal Desa Sais&#8217;ana, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tersebut turut menunjukkan dedikasinya dalam ajang kompetisi Perempuan Merdeka Berkarya tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi Yaya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan sekadar kompetisi. Momentum itu menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat yang selama ini dilakukan bersama warga di kampung halamannya. Sebagai perempuan yang lahir dan besar di Desa Sais&#8217;ana, Yaya memiliki keinginan kuat untuk mengajak generasi muda maupun orang tua membangun mimpi dari desa. Ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan di desa bukan alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan kampung halaman demi mencari kehidupan yang lebih baik. Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui Gejala (Gerakan Jaga Alam dan Air). Gerakan ini mendorong masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang tua, untuk memanfaatkan lahan, bertani, mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi, hingga memasarkannya. Menurut Yaya, berbagai keterbatasan yang dimiliki masyarakat desa justru dapat menjadi pemicu untuk terus berinovasi. Di balik hasil yang dinikmati masyarakat, terdapat proses panjang yang melibatkan kerja keras, keringat, gotong royong, serta harapan yang ditanam bersama. \u201cBagi banyak keluarga, pertanian adalah kehidupan. Dari tanah inilah harapan tumbuh, tidak selalu mudah, panas hujan, tantangan harga dan sebagainya harus dihadapi,\u201d ungkap Yaya. Yaya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan menilai pertanian bukan sekadar pekerjaan. Baginya, aktivitas mengolah tanah dan menghasilkan produk merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkan harapan sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dari tangan kreatif masyarakat, berbagai produk kemudian lahir dan menjadi kebanggaan desa. Selain Aset Sambal, Yaya juga mengembangkan produk minyak kemiri serta aneka makanan ringan. Usaha tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi. Yaya menilai pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari proses membangun kemandirian desa. Perempuan yang sebelumnya tidak berani bersuara perlahan dapat tampil percaya diri, membantu perekonomian keluarga, serta memiliki keberanian untuk menentukan masa depan dirinya dan anak-anaknya. \u201cPuji Tuhan, yang saya lakukan itu masyarakat telah mendorong menjadi mandiri. Tentu tidak lepas dari dukungan mentor saya Fransiskus Go,\u201d ujar Yaya. Sebelum tampil di tingkat Provinsi NTT, Yaya terlebih dahulu mengikuti Lomba Dapur Hidup yang diselenggarakan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) di Desa Persiapan Sais&#8217;ana, Kabupaten TTS. Kegiatan tersebut diikuti hampir 50 peserta. Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu pijakan bagi Yaya untuk melangkah ke ajang Perempuan Merdeka Berkarya di tingkat Provinsi NTT. Baginya, ketika satu perempuan di desa mampu berdaya, maka terbuka peluang untuk ikut menyelamatkan dan mempersiapkan masa depan satu generasi.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1567,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[228,244,115],"class_list":["post-1566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-desa-saisana","tag-perempuan-merdeka-berkarya","tag-tts"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"TIMOR TENGAH SELATAN, NTT \u2013 Eksistensi perempuan dalam menggerakkan potensi desa kembali ditunjukkan Yarni Nabuasa, pemilik usaha Aset Sambal yang akrab disapa Yaya. Perempuan asal Desa Sais&#8217;ana, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tersebut turut menunjukkan dedikasinya dalam ajang kompetisi Perempuan Merdeka Berkarya tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi Yaya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan sekadar kompetisi. Momentum itu menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat yang selama ini dilakukan bersama warga di kampung halamannya. Sebagai perempuan yang lahir dan besar di Desa Sais&#8217;ana, Yaya memiliki keinginan kuat untuk mengajak generasi muda maupun orang tua membangun mimpi dari desa. Ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan di desa bukan alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan kampung halaman demi mencari kehidupan yang lebih baik. Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui Gejala (Gerakan Jaga Alam dan Air). Gerakan ini mendorong masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang tua, untuk memanfaatkan lahan, bertani, mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi, hingga memasarkannya. Menurut Yaya, berbagai keterbatasan yang dimiliki masyarakat desa justru dapat menjadi pemicu untuk terus berinovasi. Di balik hasil yang dinikmati masyarakat, terdapat proses panjang yang melibatkan kerja keras, keringat, gotong royong, serta harapan yang ditanam bersama. \u201cBagi banyak keluarga, pertanian adalah kehidupan. Dari tanah inilah harapan tumbuh, tidak selalu mudah, panas hujan, tantangan harga dan sebagainya harus dihadapi,\u201d ungkap Yaya. Yaya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan menilai pertanian bukan sekadar pekerjaan. Baginya, aktivitas mengolah tanah dan menghasilkan produk merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkan harapan sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dari tangan kreatif masyarakat, berbagai produk kemudian lahir dan menjadi kebanggaan desa. Selain Aset Sambal, Yaya juga mengembangkan produk minyak kemiri serta aneka makanan ringan. Usaha tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi. Yaya menilai pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari proses membangun kemandirian desa. Perempuan yang sebelumnya tidak berani bersuara perlahan dapat tampil percaya diri, membantu perekonomian keluarga, serta memiliki keberanian untuk menentukan masa depan dirinya dan anak-anaknya. \u201cPuji Tuhan, yang saya lakukan itu masyarakat telah mendorong menjadi mandiri. Tentu tidak lepas dari dukungan mentor saya Fransiskus Go,\u201d ujar Yaya. Sebelum tampil di tingkat Provinsi NTT, Yaya terlebih dahulu mengikuti Lomba Dapur Hidup yang diselenggarakan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) di Desa Persiapan Sais&#8217;ana, Kabupaten TTS. Kegiatan tersebut diikuti hampir 50 peserta. Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu pijakan bagi Yaya untuk melangkah ke ajang Perempuan Merdeka Berkarya di tingkat Provinsi NTT. Baginya, ketika satu perempuan di desa mampu berdaya, maka terbuka peluang untuk ikut menyelamatkan dan mempersiapkan masa depan satu generasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-26T05:50:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4tt4t444.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"675\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/\",\"name\":\"Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4tt4t444.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-26T05:50:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4tt4t444.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4tt4t444.webp\",\"width\":1200,\"height\":675},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala - Yayasan Felix Maria","og_description":"TIMOR TENGAH SELATAN, NTT \u2013 Eksistensi perempuan dalam menggerakkan potensi desa kembali ditunjukkan Yarni Nabuasa, pemilik usaha Aset Sambal yang akrab disapa Yaya. Perempuan asal Desa Sais&#8217;ana, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tersebut turut menunjukkan dedikasinya dalam ajang kompetisi Perempuan Merdeka Berkarya tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bagi Yaya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan sekadar kompetisi. Momentum itu menjadi ruang untuk memperkenalkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat yang selama ini dilakukan bersama warga di kampung halamannya. Sebagai perempuan yang lahir dan besar di Desa Sais&#8217;ana, Yaya memiliki keinginan kuat untuk mengajak generasi muda maupun orang tua membangun mimpi dari desa. Ia ingin menunjukkan bahwa keterbatasan di desa bukan alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan kampung halaman demi mencari kehidupan yang lebih baik. Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui Gejala (Gerakan Jaga Alam dan Air). Gerakan ini mendorong masyarakat dari berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga orang tua, untuk memanfaatkan lahan, bertani, mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi, hingga memasarkannya. Menurut Yaya, berbagai keterbatasan yang dimiliki masyarakat desa justru dapat menjadi pemicu untuk terus berinovasi. Di balik hasil yang dinikmati masyarakat, terdapat proses panjang yang melibatkan kerja keras, keringat, gotong royong, serta harapan yang ditanam bersama. \u201cBagi banyak keluarga, pertanian adalah kehidupan. Dari tanah inilah harapan tumbuh, tidak selalu mudah, panas hujan, tantangan harga dan sebagainya harus dihadapi,\u201d ungkap Yaya. Yaya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan menilai pertanian bukan sekadar pekerjaan. Baginya, aktivitas mengolah tanah dan menghasilkan produk merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkan harapan sekaligus membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dari tangan kreatif masyarakat, berbagai produk kemudian lahir dan menjadi kebanggaan desa. Selain Aset Sambal, Yaya juga mengembangkan produk minyak kemiri serta aneka makanan ringan. Usaha tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk terlibat dan mendapatkan manfaat ekonomi. Yaya menilai pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dari proses membangun kemandirian desa. Perempuan yang sebelumnya tidak berani bersuara perlahan dapat tampil percaya diri, membantu perekonomian keluarga, serta memiliki keberanian untuk menentukan masa depan dirinya dan anak-anaknya. \u201cPuji Tuhan, yang saya lakukan itu masyarakat telah mendorong menjadi mandiri. Tentu tidak lepas dari dukungan mentor saya Fransiskus Go,\u201d ujar Yaya. Sebelum tampil di tingkat Provinsi NTT, Yaya terlebih dahulu mengikuti Lomba Dapur Hidup yang diselenggarakan Yayasan Felix Maria Go (YFMG) di Desa Persiapan Sais&#8217;ana, Kabupaten TTS. Kegiatan tersebut diikuti hampir 50 peserta. Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu pijakan bagi Yaya untuk melangkah ke ajang Perempuan Merdeka Berkarya di tingkat Provinsi NTT. Baginya, ketika satu perempuan di desa mampu berdaya, maka terbuka peluang untuk ikut menyelamatkan dan mempersiapkan masa depan satu generasi.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2026-08-26T05:50:27+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":675,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4tt4t444.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/","name":"Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4tt4t444.webp","datePublished":"2026-08-26T05:50:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4tt4t444.webp","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/4tt4t444.webp","width":1200,"height":675},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/08\/26\/dari-desa-saisana-yaya-nabuasa-dorong-perempuan-dan-generasi-muda-berdaya-lewat-gejala\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dari Desa Sais\u2019ana, Yaya Nabuasa Dorong Perempuan dan Generasi Muda Berdaya Lewat Gejala"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1566"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1568,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1566\/revisions\/1568"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}