{"id":1518,"date":"2026-07-13T09:49:26","date_gmt":"2026-07-13T09:49:26","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1518"},"modified":"2026-07-13T09:49:26","modified_gmt":"2026-07-13T09:49:26","slug":"belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/","title":{"rendered":"Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Belajar pertanian pada era modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang kelas. Seiring berkembangnya teknologi dan tantangan sektor pangan, mahasiswa dituntut memiliki pengalaman langsung di lapangan agar mampu memahami praktik pertanian secara menyeluruh sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.<\/p>\n<p>Berangkat dari kebutuhan tersebut, Nara Kupu Village (NKV) kembali memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Program magang selama enam bulan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di sektor agrikultur modern.<\/p>\n<p>Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional di masa mendatang. Melalui pendekatan berbasis pengalaman, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat sebelum memasuki dunia kerja.<\/p>\n<p>Selama mengikuti program, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang dikembangkan di kawasan agroedukasi Nara Kupu Village. Kegiatan tersebut meliputi budidaya pertanian organik, pengelolaan hidroponik berbasis teknologi *Nutrient Film Technique* (NFT) dan *Deep Flow Technique* (DFT), peternakan terpadu, pengembangan agrowisata edukatif, hingga manajemen bisnis pertanian.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mampu mengasah keterampilan analitis, kemampuan memecahkan masalah, serta memahami rantai nilai pertanian mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen.<\/p>\n<p>Manager Nara Kupu Village, Yosep Permana, mengatakan kawasan yang dikelolanya dibangun bukan hanya sebagai pusat produksi pertanian, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran terbuka bagi generasi muda yang ingin mendalami dunia agrikultur secara komprehensif.<\/p>\n<p>&#8220;Nara Kupu Village dibangun sebagai laboratorium pembelajaran terbuka. Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai pertanian, mulai dari perencanaan, produksi, inovasi teknologi, hingga pemasaran hasil pertanian. Kehadiran mahasiswa IPB diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan inovasi sekaligus memperkuat regenerasi petani Indonesia,&#8221; ujar Yosep.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai pengembangan yang telah dilakukan NKV dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan ini mengembangkan sistem hidroponik modern, pertanian organik, peternakan terpadu, program edukasi masyarakat, pemberdayaan lingkungan, hingga konsep agrowisata yang memadukan pembelajaran, produksi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem terpadu.<\/p>\n<p>Selain itu, Nara Kupu Village juga terus mengembangkan konsep urban digital farming sebagai bagian dari transformasi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkenalkan inovasi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan kepada generasi muda.<\/p>\n<p>Pemilik Nara Kupu Village, Rayhan Christian Siego, menilai bahwa pembangunan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak utama pembangunan pangan nasional.<\/p>\n<p>&#8220;Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar, bereksperimen, dan berkontribusi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan inovasi pertanian yang berkelanjutan sekaligus menyiapkan pemimpin-pemimpin muda di sektor pangan Indonesia,&#8221; kata Rayhan.<\/p>\n<p>Senada dengan itu, Pembina Nara Kupu Village, Fransiscus Go, menegaskan bahwa pendidikan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dipadukan dengan pengalaman langsung di lapangan. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ekosistem pembelajaran yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan implementasi nyata sehingga lahir inovasi, karakter kepemimpinan, dan semangat kewirausahaan di bidang pertanian.<\/p>\n<p>&#8220;Mahasiswa membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan implementasi. Nara Kupu Village hadir sebagai tempat belajar yang mendorong lahirnya inovasi, karakter kepemimpinan, serta semangat kewirausahaan di bidang pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan,&#8221; ungkap Fransiscus Go.<\/p>\n<p>Melalui program magang ini, Nara Kupu Village berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi pertanian modern sekaligus menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p>Sebagai destinasi edu-farm, Nara Kupu Village mengusung konsep pertanian organik, farm-to-table, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembelajaran berbasis pengalaman yang memungkinkan anak-anak, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat umum memahami perjalanan pangan dari proses budidaya hingga tersaji di meja makan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam melahirkan generasi muda yang mampu membawa sektor pertanian Indonesia semakin maju, inovatif, dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Belajar pertanian pada era modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang kelas. Seiring berkembangnya teknologi dan tantangan sektor pangan, mahasiswa dituntut memiliki pengalaman langsung di lapangan agar mampu memahami praktik pertanian secara menyeluruh sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Nara Kupu Village (NKV) kembali memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Program magang selama enam bulan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di sektor agrikultur modern. Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional di masa mendatang. Melalui pendekatan berbasis pengalaman, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat sebelum memasuki dunia kerja. Selama mengikuti program, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang dikembangkan di kawasan agroedukasi Nara Kupu Village. Kegiatan tersebut meliputi budidaya pertanian organik, pengelolaan hidroponik berbasis teknologi *Nutrient Film Technique* (NFT) dan *Deep Flow Technique* (DFT), peternakan terpadu, pengembangan agrowisata edukatif, hingga manajemen bisnis pertanian. Pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mampu mengasah keterampilan analitis, kemampuan memecahkan masalah, serta memahami rantai nilai pertanian mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen. Manager Nara Kupu Village, Yosep Permana, mengatakan kawasan yang dikelolanya dibangun bukan hanya sebagai pusat produksi pertanian, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran terbuka bagi generasi muda yang ingin mendalami dunia agrikultur secara komprehensif. &#8220;Nara Kupu Village dibangun sebagai laboratorium pembelajaran terbuka. Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai pertanian, mulai dari perencanaan, produksi, inovasi teknologi, hingga pemasaran hasil pertanian. Kehadiran mahasiswa IPB diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan inovasi sekaligus memperkuat regenerasi petani Indonesia,&#8221; ujar Yosep. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai pengembangan yang telah dilakukan NKV dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan ini mengembangkan sistem hidroponik modern, pertanian organik, peternakan terpadu, program edukasi masyarakat, pemberdayaan lingkungan, hingga konsep agrowisata yang memadukan pembelajaran, produksi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem terpadu. Selain itu, Nara Kupu Village juga terus mengembangkan konsep urban digital farming sebagai bagian dari transformasi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkenalkan inovasi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan kepada generasi muda. Pemilik Nara Kupu Village, Rayhan Christian Siego, menilai bahwa pembangunan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak utama pembangunan pangan nasional. &#8220;Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar, bereksperimen, dan berkontribusi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan inovasi pertanian yang berkelanjutan sekaligus menyiapkan pemimpin-pemimpin muda di sektor pangan Indonesia,&#8221; kata Rayhan. Senada dengan itu, Pembina Nara Kupu Village, Fransiscus Go, menegaskan bahwa pendidikan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dipadukan dengan pengalaman langsung di lapangan. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ekosistem pembelajaran yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan implementasi nyata sehingga lahir inovasi, karakter kepemimpinan, dan semangat kewirausahaan di bidang pertanian. &#8220;Mahasiswa membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan implementasi. Nara Kupu Village hadir sebagai tempat belajar yang mendorong lahirnya inovasi, karakter kepemimpinan, serta semangat kewirausahaan di bidang pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan,&#8221; ungkap Fransiscus Go. Melalui program magang ini, Nara Kupu Village berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi pertanian modern sekaligus menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional. Sebagai destinasi edu-farm, Nara Kupu Village mengusung konsep pertanian organik, farm-to-table, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembelajaran berbasis pengalaman yang memungkinkan anak-anak, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat umum memahami perjalanan pangan dari proses budidaya hingga tersaji di meja makan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam melahirkan generasi muda yang mampu membawa sektor pertanian Indonesia semakin maju, inovatif, dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[15,225,226],"class_list":["post-1518","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-fransiscus-go","tag-ipb","tag-nar-kupu-village"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA &#8211; Belajar pertanian pada era modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang kelas. Seiring berkembangnya teknologi dan tantangan sektor pangan, mahasiswa dituntut memiliki pengalaman langsung di lapangan agar mampu memahami praktik pertanian secara menyeluruh sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Nara Kupu Village (NKV) kembali memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Program magang selama enam bulan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di sektor agrikultur modern. Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional di masa mendatang. Melalui pendekatan berbasis pengalaman, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat sebelum memasuki dunia kerja. Selama mengikuti program, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang dikembangkan di kawasan agroedukasi Nara Kupu Village. Kegiatan tersebut meliputi budidaya pertanian organik, pengelolaan hidroponik berbasis teknologi *Nutrient Film Technique* (NFT) dan *Deep Flow Technique* (DFT), peternakan terpadu, pengembangan agrowisata edukatif, hingga manajemen bisnis pertanian. Pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mampu mengasah keterampilan analitis, kemampuan memecahkan masalah, serta memahami rantai nilai pertanian mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen. Manager Nara Kupu Village, Yosep Permana, mengatakan kawasan yang dikelolanya dibangun bukan hanya sebagai pusat produksi pertanian, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran terbuka bagi generasi muda yang ingin mendalami dunia agrikultur secara komprehensif. &#8220;Nara Kupu Village dibangun sebagai laboratorium pembelajaran terbuka. Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai pertanian, mulai dari perencanaan, produksi, inovasi teknologi, hingga pemasaran hasil pertanian. Kehadiran mahasiswa IPB diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan inovasi sekaligus memperkuat regenerasi petani Indonesia,&#8221; ujar Yosep. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai pengembangan yang telah dilakukan NKV dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan ini mengembangkan sistem hidroponik modern, pertanian organik, peternakan terpadu, program edukasi masyarakat, pemberdayaan lingkungan, hingga konsep agrowisata yang memadukan pembelajaran, produksi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem terpadu. Selain itu, Nara Kupu Village juga terus mengembangkan konsep urban digital farming sebagai bagian dari transformasi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkenalkan inovasi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan kepada generasi muda. Pemilik Nara Kupu Village, Rayhan Christian Siego, menilai bahwa pembangunan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak utama pembangunan pangan nasional. &#8220;Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar, bereksperimen, dan berkontribusi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan inovasi pertanian yang berkelanjutan sekaligus menyiapkan pemimpin-pemimpin muda di sektor pangan Indonesia,&#8221; kata Rayhan. Senada dengan itu, Pembina Nara Kupu Village, Fransiscus Go, menegaskan bahwa pendidikan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dipadukan dengan pengalaman langsung di lapangan. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ekosistem pembelajaran yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan implementasi nyata sehingga lahir inovasi, karakter kepemimpinan, dan semangat kewirausahaan di bidang pertanian. &#8220;Mahasiswa membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan implementasi. Nara Kupu Village hadir sebagai tempat belajar yang mendorong lahirnya inovasi, karakter kepemimpinan, serta semangat kewirausahaan di bidang pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan,&#8221; ungkap Fransiscus Go. Melalui program magang ini, Nara Kupu Village berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi pertanian modern sekaligus menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional. Sebagai destinasi edu-farm, Nara Kupu Village mengusung konsep pertanian organik, farm-to-table, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembelajaran berbasis pengalaman yang memungkinkan anak-anak, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat umum memahami perjalanan pangan dari proses budidaya hingga tersaji di meja makan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam melahirkan generasi muda yang mampu membawa sektor pertanian Indonesia semakin maju, inovatif, dan berkelanjutan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T09:49:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/afsafsafasf.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1169\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"877\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/\",\"name\":\"Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/afsafsafasf.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-13T09:49:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/afsafsafasf.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/afsafsafasf.jpg\",\"width\":1169,\"height\":877},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern - Yayasan Felix Maria","og_description":"JAKARTA &#8211; Belajar pertanian pada era modern tidak lagi cukup dilakukan di ruang kelas. Seiring berkembangnya teknologi dan tantangan sektor pangan, mahasiswa dituntut memiliki pengalaman langsung di lapangan agar mampu memahami praktik pertanian secara menyeluruh sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Nara Kupu Village (NKV) kembali memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Program magang selama enam bulan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di sektor agrikultur modern. Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional di masa mendatang. Melalui pendekatan berbasis pengalaman, mahasiswa diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat sebelum memasuki dunia kerja. Selama mengikuti program, mahasiswa akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang dikembangkan di kawasan agroedukasi Nara Kupu Village. Kegiatan tersebut meliputi budidaya pertanian organik, pengelolaan hidroponik berbasis teknologi *Nutrient Film Technique* (NFT) dan *Deep Flow Technique* (DFT), peternakan terpadu, pengembangan agrowisata edukatif, hingga manajemen bisnis pertanian. Pendekatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga mampu mengasah keterampilan analitis, kemampuan memecahkan masalah, serta memahami rantai nilai pertanian mulai dari proses produksi hingga pemasaran hasil panen. Manager Nara Kupu Village, Yosep Permana, mengatakan kawasan yang dikelolanya dibangun bukan hanya sebagai pusat produksi pertanian, tetapi juga sebagai laboratorium pembelajaran terbuka bagi generasi muda yang ingin mendalami dunia agrikultur secara komprehensif. &#8220;Nara Kupu Village dibangun sebagai laboratorium pembelajaran terbuka. Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman nyata mengenai pertanian, mulai dari perencanaan, produksi, inovasi teknologi, hingga pemasaran hasil pertanian. Kehadiran mahasiswa IPB diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang melahirkan inovasi sekaligus memperkuat regenerasi petani Indonesia,&#8221; ujar Yosep. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai pengembangan yang telah dilakukan NKV dalam beberapa tahun terakhir. Kawasan ini mengembangkan sistem hidroponik modern, pertanian organik, peternakan terpadu, program edukasi masyarakat, pemberdayaan lingkungan, hingga konsep agrowisata yang memadukan pembelajaran, produksi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem terpadu. Selain itu, Nara Kupu Village juga terus mengembangkan konsep urban digital farming sebagai bagian dari transformasi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkenalkan inovasi pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan kepada generasi muda. Pemilik Nara Kupu Village, Rayhan Christian Siego, menilai bahwa pembangunan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak utama pembangunan pangan nasional. &#8220;Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk belajar, bereksperimen, dan berkontribusi. Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan inovasi pertanian yang berkelanjutan sekaligus menyiapkan pemimpin-pemimpin muda di sektor pangan Indonesia,&#8221; kata Rayhan. Senada dengan itu, Pembina Nara Kupu Village, Fransiscus Go, menegaskan bahwa pendidikan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila dipadukan dengan pengalaman langsung di lapangan. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ekosistem pembelajaran yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan implementasi nyata sehingga lahir inovasi, karakter kepemimpinan, dan semangat kewirausahaan di bidang pertanian. &#8220;Mahasiswa membutuhkan ekosistem yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan implementasi. Nara Kupu Village hadir sebagai tempat belajar yang mendorong lahirnya inovasi, karakter kepemimpinan, serta semangat kewirausahaan di bidang pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan,&#8221; ungkap Fransiscus Go. Melalui program magang ini, Nara Kupu Village berharap dapat terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi pertanian modern sekaligus menjadi mitra strategis perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional. Sebagai destinasi edu-farm, Nara Kupu Village mengusung konsep pertanian organik, farm-to-table, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembelajaran berbasis pengalaman yang memungkinkan anak-anak, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat umum memahami perjalanan pangan dari proses budidaya hingga tersaji di meja makan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam melahirkan generasi muda yang mampu membawa sektor pertanian Indonesia semakin maju, inovatif, dan berkelanjutan.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2026-07-13T09:49:26+00:00","og_image":[{"width":1169,"height":877,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/afsafsafasf.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/","name":"Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/afsafsafasf.jpg","datePublished":"2026-07-13T09:49:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/afsafsafasf.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/afsafsafasf.jpg","width":1169,"height":877},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/belajar-langsung-di-lapangan-nara-kupu-village-buka-program-magang-mahasiswa-ipb-untuk-pertanian-modern\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar Langsung di Lapangan, Nara Kupu Village Buka Program Magang Mahasiswa IPB untuk Pertanian Modern"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1518","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1518"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1518\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1520,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1518\/revisions\/1520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}