{"id":1516,"date":"2026-07-13T09:31:51","date_gmt":"2026-07-13T09:31:51","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1516"},"modified":"2026-07-13T09:31:51","modified_gmt":"2026-07-13T09:31:51","slug":"penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/","title":{"rendered":"Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Kemiskinan masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia. Namun, persoalan tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diatasi apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan penciptaan kesempatan kerja yang luas.<\/p>\n<p>Pandangan tersebut disampaikan oleh Fransiscus Go. Menurutnya, upaya mengentaskan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial yang bersifat sementara, tetapi harus dibangun melalui fondasi yang mampu mengubah kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Kemiskinan bisa dikalahkan dengan kualitas pendidikan yang baik, akhlak yang baik, serta terbukanya lapangan kerja,&#8221; ujar Fransiscus Go. Ia menilai ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing.<\/p>\n<p>Fransiscus menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, keterampilan hidup, dan karakter yang kuat sehingga generasi muda siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.<\/p>\n<p>Menurutnya, akhlak yang baik menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial akan melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ia menilai peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan tersedianya lapangan kerja. Tanpa adanya kesempatan bekerja yang memadai, lulusan pendidikan yang berkualitas akan menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya.<\/p>\n<p>Karena itu, Fransiscus Go mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Ia juga menekankan bahwa investasi pada pendidikan dan pembentukan karakter merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik, masyarakat diyakini akan lebih siap menghadapi perubahan zaman sekaligus menciptakan inovasi yang berdampak positif.<\/p>\n<p>&#8220;Pendidikan membangun kemampuan, akhlak membentuk karakter, dan lapangan kerja memberikan kesempatan untuk berkembang. Ketiganya harus berjalan bersama agar masyarakat benar-benar bisa keluar dari kemiskinan,&#8221; tambah Fransiscus.<\/p>\n<p>Melalui pandangan tersebut, Fransiscus Go berharap semakin banyak pihak yang memandang pengentasan kemiskinan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat kualitas pendidikan, menanamkan nilai-nilai akhlak yang luhur, serta memperluas akses terhadap pekerjaan yang layak, cita-cita mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan dinilai dapat diwujudkan secara berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Kemiskinan masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia. Namun, persoalan tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diatasi apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan penciptaan kesempatan kerja yang luas. Pandangan tersebut disampaikan oleh Fransiscus Go. Menurutnya, upaya mengentaskan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial yang bersifat sementara, tetapi harus dibangun melalui fondasi yang mampu mengubah kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. &#8220;Kemiskinan bisa dikalahkan dengan kualitas pendidikan yang baik, akhlak yang baik, serta terbukanya lapangan kerja,&#8221; ujar Fransiscus Go. Ia menilai ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing. Fransiscus menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, keterampilan hidup, dan karakter yang kuat sehingga generasi muda siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Menurutnya, akhlak yang baik menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial akan melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Di sisi lain, ia menilai peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan tersedianya lapangan kerja. Tanpa adanya kesempatan bekerja yang memadai, lulusan pendidikan yang berkualitas akan menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Karena itu, Fransiscus Go mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa investasi pada pendidikan dan pembentukan karakter merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik, masyarakat diyakini akan lebih siap menghadapi perubahan zaman sekaligus menciptakan inovasi yang berdampak positif. &#8220;Pendidikan membangun kemampuan, akhlak membentuk karakter, dan lapangan kerja memberikan kesempatan untuk berkembang. Ketiganya harus berjalan bersama agar masyarakat benar-benar bisa keluar dari kemiskinan,&#8221; tambah Fransiscus. Melalui pandangan tersebut, Fransiscus Go berharap semakin banyak pihak yang memandang pengentasan kemiskinan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat kualitas pendidikan, menanamkan nilai-nilai akhlak yang luhur, serta memperluas akses terhadap pekerjaan yang layak, cita-cita mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan dinilai dapat diwujudkan secara berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[15,223,224,167],"class_list":["post-1516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-fransiscus-go","tag-karakter","tag-kemiskinan","tag-pendidikan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA &#8211; Kemiskinan masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia. Namun, persoalan tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diatasi apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan penciptaan kesempatan kerja yang luas. Pandangan tersebut disampaikan oleh Fransiscus Go. Menurutnya, upaya mengentaskan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial yang bersifat sementara, tetapi harus dibangun melalui fondasi yang mampu mengubah kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. &#8220;Kemiskinan bisa dikalahkan dengan kualitas pendidikan yang baik, akhlak yang baik, serta terbukanya lapangan kerja,&#8221; ujar Fransiscus Go. Ia menilai ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing. Fransiscus menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, keterampilan hidup, dan karakter yang kuat sehingga generasi muda siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Menurutnya, akhlak yang baik menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial akan melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Di sisi lain, ia menilai peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan tersedianya lapangan kerja. Tanpa adanya kesempatan bekerja yang memadai, lulusan pendidikan yang berkualitas akan menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Karena itu, Fransiscus Go mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa investasi pada pendidikan dan pembentukan karakter merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik, masyarakat diyakini akan lebih siap menghadapi perubahan zaman sekaligus menciptakan inovasi yang berdampak positif. &#8220;Pendidikan membangun kemampuan, akhlak membentuk karakter, dan lapangan kerja memberikan kesempatan untuk berkembang. Ketiganya harus berjalan bersama agar masyarakat benar-benar bisa keluar dari kemiskinan,&#8221; tambah Fransiscus. Melalui pandangan tersebut, Fransiscus Go berharap semakin banyak pihak yang memandang pengentasan kemiskinan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat kualitas pendidikan, menanamkan nilai-nilai akhlak yang luhur, serta memperluas akses terhadap pekerjaan yang layak, cita-cita mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan dinilai dapat diwujudkan secara berkelanjutan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-13T09:31:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"168\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/\",\"name\":\"Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-07-13T09:31:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg\",\"width\":300,\"height\":168},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan - Yayasan Felix Maria","og_description":"JAKARTA &#8211; Kemiskinan masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah di Indonesia. Namun, persoalan tersebut bukan sesuatu yang mustahil untuk diatasi apabila seluruh elemen bangsa memiliki komitmen membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pembentukan karakter, dan penciptaan kesempatan kerja yang luas. Pandangan tersebut disampaikan oleh Fransiscus Go. Menurutnya, upaya mengentaskan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial yang bersifat sementara, tetapi harus dibangun melalui fondasi yang mampu mengubah kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. &#8220;Kemiskinan bisa dikalahkan dengan kualitas pendidikan yang baik, akhlak yang baik, serta terbukanya lapangan kerja,&#8221; ujar Fransiscus Go. Ia menilai ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing. Fransiscus menjelaskan bahwa pendidikan yang berkualitas bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk kemampuan berpikir kritis, keterampilan hidup, dan karakter yang kuat sehingga generasi muda siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Menurutnya, akhlak yang baik menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial akan melahirkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Di sisi lain, ia menilai peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan tersedianya lapangan kerja. Tanpa adanya kesempatan bekerja yang memadai, lulusan pendidikan yang berkualitas akan menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Karena itu, Fransiscus Go mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Ia juga menekankan bahwa investasi pada pendidikan dan pembentukan karakter merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik, masyarakat diyakini akan lebih siap menghadapi perubahan zaman sekaligus menciptakan inovasi yang berdampak positif. &#8220;Pendidikan membangun kemampuan, akhlak membentuk karakter, dan lapangan kerja memberikan kesempatan untuk berkembang. Ketiganya harus berjalan bersama agar masyarakat benar-benar bisa keluar dari kemiskinan,&#8221; tambah Fransiscus. Melalui pandangan tersebut, Fransiscus Go berharap semakin banyak pihak yang memandang pengentasan kemiskinan sebagai tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat kualitas pendidikan, menanamkan nilai-nilai akhlak yang luhur, serta memperluas akses terhadap pekerjaan yang layak, cita-cita mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkeadilan dinilai dapat diwujudkan secara berkelanjutan.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2026-07-13T09:31:51+00:00","og_image":[{"width":300,"height":168,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/","name":"Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg","datePublished":"2026-07-13T09:31:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg","width":300,"height":168},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/07\/13\/penguatan-pendidikan-dan-karakter-sebagai-jalan-keluar-dari-kemiskinan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penguatan Pendidikan dan Karakter sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1516"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1516\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1517,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1516\/revisions\/1517"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}