{"id":1490,"date":"2026-06-20T23:38:21","date_gmt":"2026-06-20T23:38:21","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1490"},"modified":"2026-06-20T23:38:21","modified_gmt":"2026-06-20T23:38:21","slug":"mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/","title":{"rendered":"Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka"},"content":{"rendered":"<p>Maumolo \u2014 Kegiatan belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas dengan papan tulis dan buku teks. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh Yayasan Felix Maria Go (YFMG) bersama siswa-siswi dari SDN dan SMPN Maumolo melalui sebuah program pembelajaran berbasis alam yang digelar langsung di Maumolo Village. Program ini hadir sebagai wujud nyata dari keyakinan bahwa alam adalah guru terbaik yang mampu memberikan pelajaran hidup tak ternilai bagi generasi muda.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini menghadirkan pengalaman belajar yang jauh berbeda dari rutinitas harian para siswa di sekolah. Dengan turun langsung ke lahan pertanian, para peserta didik mendapat kesempatan untuk menyentuh, merasakan, dan memahami proses pertanian secara langsung. Pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini diyakini mampu meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar membaca materi dari buku pelajaran.<\/p>\n<p>Salah satu agenda utama dalam program ini adalah pengenalan dunia pertanian kepada para siswa sejak dini. Peserta diajak untuk mengenal berbagai aspek pertanian mulai dari jenis tanaman, cara merawat lahan, hingga siklus pertumbuhan tanaman yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Pengenalan ini bertujuan membuka wawasan generasi muda bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa yang patut dihargai dan dijaga keberlangsungannya.<\/p>\n<p>Puncak dari kegiatan ini adalah sesi menanam bibit cabai yang dilakukan langsung oleh para siswa. Dengan tangan mereka sendiri, anak-anak ini menancapkan bibit ke dalam tanah sambil memahami betapa pentingnya setiap langkah dalam proses bercocok tanam. Kegiatan sederhana namun bermakna ini mengajarkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan rasa syukur atas setiap hasil bumi yang selama ini mungkin mereka konsumsi tanpa pernah mengetahui proses panjang di baliknya.<\/p>\n<p>Selain praktik pertanian, para siswa juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Materi ini disampaikan dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif, membuat para siswa mampu menyerap nilai-nilai lingkungan hidup dengan cara yang lebih alami dan tidak menggurui. Kesadaran ekologis yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan dapat tumbuh menjadi gaya hidup yang berkelanjutan ketika mereka dewasa kelak.<\/p>\n<p>Tidak hanya soal teknik bertani, program ini juga mengajarkan filosofi penting tentang menghargai setiap proses yang menghasilkan pangan. Para siswa diingatkan bahwa makanan yang tersaji di meja makan setiap hari adalah hasil dari kerja keras para petani yang mengelola lahan dari pagi hingga sore. Pemahaman ini diharapkan menumbuhkan empati dan apresiasi yang tulus terhadap profesi petani yang selama ini kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan masyarakat.<\/p>\n<p>Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang ceria dan penuh antusias dari para peserta. Tawa dan semangat para siswa terlihat jelas ketika mereka berlomba-lomba menanam bibit dengan penuh rasa ingin tahu. Suasana positif ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran di luar ruang kelas berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, sesuatu yang sulit diciptakan dalam setting kelas konvensional.<\/p>\n<p>YFMG sebagai inisiator program ini menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan karakter dan wawasan generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan inovatif. Kolaborasi yang terjalin antara YFMG dengan SDN dan SMPN Maumolo menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara organisasi dan institusi pendidikan dapat menghasilkan program yang berdampak positif bagi komunitas. Kemitraan semacam ini perlu terus didorong dan direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.<\/p>\n<p>Program pembelajaran berbasis alam di Maumolo Village ini juga sejalan dengan semangat pelestarian kekayaan pertanian Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan hingga berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor agrikultur. Dengan menanamkan kecintaan terhadap alam dan pertanian sejak dini, program seperti ini berperan strategis dalam menjaga regenerasi petani Indonesia agar sektor pertanian tetap hidup dan produktif di masa mendatang.<\/p>\n<p>Kegiatan Maumolo Village bersama YFMG, SDN, dan SMPN Maumolo ini diharapkan menjadi benih inspirasi yang terus tumbuh dalam diri setiap siswa yang hadir. Semangat belajar dari alam, berkarya dengan tangan sendiri, serta menjaga kelestarian lingkungan adalah bekal berharga yang akan mereka bawa jauh melampaui tembok sekolah. Ke depan, YFMG diharapkan terus konsisten menghadirkan program-program serupa yang memperkuat koneksi generasi muda dengan alam dan warisan pertanian Nusantara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maumolo \u2014 Kegiatan belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas dengan papan tulis dan buku teks. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh Yayasan Felix Maria Go (YFMG) bersama siswa-siswi dari SDN dan SMPN Maumolo melalui sebuah program pembelajaran berbasis alam yang digelar langsung di Maumolo Village. Program ini hadir sebagai wujud nyata dari keyakinan bahwa alam adalah guru terbaik yang mampu memberikan pelajaran hidup tak ternilai bagi generasi muda. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini menghadirkan pengalaman belajar yang jauh berbeda dari rutinitas harian para siswa di sekolah. Dengan turun langsung ke lahan pertanian, para peserta didik mendapat kesempatan untuk menyentuh, merasakan, dan memahami proses pertanian secara langsung. Pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini diyakini mampu meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar membaca materi dari buku pelajaran. Salah satu agenda utama dalam program ini adalah pengenalan dunia pertanian kepada para siswa sejak dini. Peserta diajak untuk mengenal berbagai aspek pertanian mulai dari jenis tanaman, cara merawat lahan, hingga siklus pertumbuhan tanaman yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Pengenalan ini bertujuan membuka wawasan generasi muda bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa yang patut dihargai dan dijaga keberlangsungannya. Puncak dari kegiatan ini adalah sesi menanam bibit cabai yang dilakukan langsung oleh para siswa. Dengan tangan mereka sendiri, anak-anak ini menancapkan bibit ke dalam tanah sambil memahami betapa pentingnya setiap langkah dalam proses bercocok tanam. Kegiatan sederhana namun bermakna ini mengajarkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan rasa syukur atas setiap hasil bumi yang selama ini mungkin mereka konsumsi tanpa pernah mengetahui proses panjang di baliknya. Selain praktik pertanian, para siswa juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Materi ini disampaikan dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif, membuat para siswa mampu menyerap nilai-nilai lingkungan hidup dengan cara yang lebih alami dan tidak menggurui. Kesadaran ekologis yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan dapat tumbuh menjadi gaya hidup yang berkelanjutan ketika mereka dewasa kelak. Tidak hanya soal teknik bertani, program ini juga mengajarkan filosofi penting tentang menghargai setiap proses yang menghasilkan pangan. Para siswa diingatkan bahwa makanan yang tersaji di meja makan setiap hari adalah hasil dari kerja keras para petani yang mengelola lahan dari pagi hingga sore. Pemahaman ini diharapkan menumbuhkan empati dan apresiasi yang tulus terhadap profesi petani yang selama ini kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang ceria dan penuh antusias dari para peserta. Tawa dan semangat para siswa terlihat jelas ketika mereka berlomba-lomba menanam bibit dengan penuh rasa ingin tahu. Suasana positif ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran di luar ruang kelas berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, sesuatu yang sulit diciptakan dalam setting kelas konvensional. YFMG sebagai inisiator program ini menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan karakter dan wawasan generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan inovatif. Kolaborasi yang terjalin antara YFMG dengan SDN dan SMPN Maumolo menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara organisasi dan institusi pendidikan dapat menghasilkan program yang berdampak positif bagi komunitas. Kemitraan semacam ini perlu terus didorong dan direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. Program pembelajaran berbasis alam di Maumolo Village ini juga sejalan dengan semangat pelestarian kekayaan pertanian Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan hingga berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor agrikultur. Dengan menanamkan kecintaan terhadap alam dan pertanian sejak dini, program seperti ini berperan strategis dalam menjaga regenerasi petani Indonesia agar sektor pertanian tetap hidup dan produktif di masa mendatang. Kegiatan Maumolo Village bersama YFMG, SDN, dan SMPN Maumolo ini diharapkan menjadi benih inspirasi yang terus tumbuh dalam diri setiap siswa yang hadir. Semangat belajar dari alam, berkarya dengan tangan sendiri, serta menjaga kelestarian lingkungan adalah bekal berharga yang akan mereka bawa jauh melampaui tembok sekolah. Ke depan, YFMG diharapkan terus konsisten menghadirkan program-program serupa yang memperkuat koneksi generasi muda dengan alam dan warisan pertanian Nusantara.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1491,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[213,152,210,11],"class_list":["post-1490","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-belajar-di-alam","tag-maumolo-village","tag-sdn-maumolo","tag-yfmg"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Maumolo \u2014 Kegiatan belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas dengan papan tulis dan buku teks. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh Yayasan Felix Maria Go (YFMG) bersama siswa-siswi dari SDN dan SMPN Maumolo melalui sebuah program pembelajaran berbasis alam yang digelar langsung di Maumolo Village. Program ini hadir sebagai wujud nyata dari keyakinan bahwa alam adalah guru terbaik yang mampu memberikan pelajaran hidup tak ternilai bagi generasi muda. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini menghadirkan pengalaman belajar yang jauh berbeda dari rutinitas harian para siswa di sekolah. Dengan turun langsung ke lahan pertanian, para peserta didik mendapat kesempatan untuk menyentuh, merasakan, dan memahami proses pertanian secara langsung. Pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini diyakini mampu meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar membaca materi dari buku pelajaran. Salah satu agenda utama dalam program ini adalah pengenalan dunia pertanian kepada para siswa sejak dini. Peserta diajak untuk mengenal berbagai aspek pertanian mulai dari jenis tanaman, cara merawat lahan, hingga siklus pertumbuhan tanaman yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Pengenalan ini bertujuan membuka wawasan generasi muda bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa yang patut dihargai dan dijaga keberlangsungannya. Puncak dari kegiatan ini adalah sesi menanam bibit cabai yang dilakukan langsung oleh para siswa. Dengan tangan mereka sendiri, anak-anak ini menancapkan bibit ke dalam tanah sambil memahami betapa pentingnya setiap langkah dalam proses bercocok tanam. Kegiatan sederhana namun bermakna ini mengajarkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan rasa syukur atas setiap hasil bumi yang selama ini mungkin mereka konsumsi tanpa pernah mengetahui proses panjang di baliknya. Selain praktik pertanian, para siswa juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Materi ini disampaikan dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif, membuat para siswa mampu menyerap nilai-nilai lingkungan hidup dengan cara yang lebih alami dan tidak menggurui. Kesadaran ekologis yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan dapat tumbuh menjadi gaya hidup yang berkelanjutan ketika mereka dewasa kelak. Tidak hanya soal teknik bertani, program ini juga mengajarkan filosofi penting tentang menghargai setiap proses yang menghasilkan pangan. Para siswa diingatkan bahwa makanan yang tersaji di meja makan setiap hari adalah hasil dari kerja keras para petani yang mengelola lahan dari pagi hingga sore. Pemahaman ini diharapkan menumbuhkan empati dan apresiasi yang tulus terhadap profesi petani yang selama ini kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang ceria dan penuh antusias dari para peserta. Tawa dan semangat para siswa terlihat jelas ketika mereka berlomba-lomba menanam bibit dengan penuh rasa ingin tahu. Suasana positif ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran di luar ruang kelas berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, sesuatu yang sulit diciptakan dalam setting kelas konvensional. YFMG sebagai inisiator program ini menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan karakter dan wawasan generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan inovatif. Kolaborasi yang terjalin antara YFMG dengan SDN dan SMPN Maumolo menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara organisasi dan institusi pendidikan dapat menghasilkan program yang berdampak positif bagi komunitas. Kemitraan semacam ini perlu terus didorong dan direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. Program pembelajaran berbasis alam di Maumolo Village ini juga sejalan dengan semangat pelestarian kekayaan pertanian Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan hingga berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor agrikultur. Dengan menanamkan kecintaan terhadap alam dan pertanian sejak dini, program seperti ini berperan strategis dalam menjaga regenerasi petani Indonesia agar sektor pertanian tetap hidup dan produktif di masa mendatang. Kegiatan Maumolo Village bersama YFMG, SDN, dan SMPN Maumolo ini diharapkan menjadi benih inspirasi yang terus tumbuh dalam diri setiap siswa yang hadir. Semangat belajar dari alam, berkarya dengan tangan sendiri, serta menjaga kelestarian lingkungan adalah bekal berharga yang akan mereka bawa jauh melampaui tembok sekolah. Ke depan, YFMG diharapkan terus konsisten menghadirkan program-program serupa yang memperkuat koneksi generasi muda dengan alam dan warisan pertanian Nusantara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-20T23:38:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260621_062717_WhatsApp.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"824\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/\",\"name\":\"Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260621_062717_WhatsApp.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-20T23:38:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260621_062717_WhatsApp.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260621_062717_WhatsApp.jpg\",\"width\":1080,\"height\":824},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka - Yayasan Felix Maria","og_description":"Maumolo \u2014 Kegiatan belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas dengan papan tulis dan buku teks. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh Yayasan Felix Maria Go (YFMG) bersama siswa-siswi dari SDN dan SMPN Maumolo melalui sebuah program pembelajaran berbasis alam yang digelar langsung di Maumolo Village. Program ini hadir sebagai wujud nyata dari keyakinan bahwa alam adalah guru terbaik yang mampu memberikan pelajaran hidup tak ternilai bagi generasi muda. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini menghadirkan pengalaman belajar yang jauh berbeda dari rutinitas harian para siswa di sekolah. Dengan turun langsung ke lahan pertanian, para peserta didik mendapat kesempatan untuk menyentuh, merasakan, dan memahami proses pertanian secara langsung. Pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini diyakini mampu meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan sekadar membaca materi dari buku pelajaran. Salah satu agenda utama dalam program ini adalah pengenalan dunia pertanian kepada para siswa sejak dini. Peserta diajak untuk mengenal berbagai aspek pertanian mulai dari jenis tanaman, cara merawat lahan, hingga siklus pertumbuhan tanaman yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Pengenalan ini bertujuan membuka wawasan generasi muda bahwa sektor pertanian adalah tulang punggung ketahanan pangan bangsa yang patut dihargai dan dijaga keberlangsungannya. Puncak dari kegiatan ini adalah sesi menanam bibit cabai yang dilakukan langsung oleh para siswa. Dengan tangan mereka sendiri, anak-anak ini menancapkan bibit ke dalam tanah sambil memahami betapa pentingnya setiap langkah dalam proses bercocok tanam. Kegiatan sederhana namun bermakna ini mengajarkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan rasa syukur atas setiap hasil bumi yang selama ini mungkin mereka konsumsi tanpa pernah mengetahui proses panjang di baliknya. Selain praktik pertanian, para siswa juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Materi ini disampaikan dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif, membuat para siswa mampu menyerap nilai-nilai lingkungan hidup dengan cara yang lebih alami dan tidak menggurui. Kesadaran ekologis yang ditanamkan sejak usia dini diharapkan dapat tumbuh menjadi gaya hidup yang berkelanjutan ketika mereka dewasa kelak. Tidak hanya soal teknik bertani, program ini juga mengajarkan filosofi penting tentang menghargai setiap proses yang menghasilkan pangan. Para siswa diingatkan bahwa makanan yang tersaji di meja makan setiap hari adalah hasil dari kerja keras para petani yang mengelola lahan dari pagi hingga sore. Pemahaman ini diharapkan menumbuhkan empati dan apresiasi yang tulus terhadap profesi petani yang selama ini kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana yang ceria dan penuh antusias dari para peserta. Tawa dan semangat para siswa terlihat jelas ketika mereka berlomba-lomba menanam bibit dengan penuh rasa ingin tahu. Suasana positif ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran di luar ruang kelas berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna, sesuatu yang sulit diciptakan dalam setting kelas konvensional. YFMG sebagai inisiator program ini menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengembangan karakter dan wawasan generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan inovatif. Kolaborasi yang terjalin antara YFMG dengan SDN dan SMPN Maumolo menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara organisasi dan institusi pendidikan dapat menghasilkan program yang berdampak positif bagi komunitas. Kemitraan semacam ini perlu terus didorong dan direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. Program pembelajaran berbasis alam di Maumolo Village ini juga sejalan dengan semangat pelestarian kekayaan pertanian Indonesia yang saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan hingga berkurangnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor agrikultur. Dengan menanamkan kecintaan terhadap alam dan pertanian sejak dini, program seperti ini berperan strategis dalam menjaga regenerasi petani Indonesia agar sektor pertanian tetap hidup dan produktif di masa mendatang. Kegiatan Maumolo Village bersama YFMG, SDN, dan SMPN Maumolo ini diharapkan menjadi benih inspirasi yang terus tumbuh dalam diri setiap siswa yang hadir. Semangat belajar dari alam, berkarya dengan tangan sendiri, serta menjaga kelestarian lingkungan adalah bekal berharga yang akan mereka bawa jauh melampaui tembok sekolah. Ke depan, YFMG diharapkan terus konsisten menghadirkan program-program serupa yang memperkuat koneksi generasi muda dengan alam dan warisan pertanian Nusantara.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2026-06-20T23:38:21+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":824,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260621_062717_WhatsApp.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/","name":"Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260621_062717_WhatsApp.jpg","datePublished":"2026-06-20T23:38:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260621_062717_WhatsApp.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Screenshot_20260621_062717_WhatsApp.jpg","width":1080,"height":824},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/20\/mengenal-pertanian-dari-akarnya-yfmg-gandeng-sdn-dan-smpn-maumolo-belajar-di-alam-terbuka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Pertanian dari Akarnya, YFMG Gandeng SDN dan SMPN Maumolo Belajar di Alam Terbuka"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1490","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1490"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1492,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1490\/revisions\/1492"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1491"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}