{"id":1467,"date":"2026-06-07T12:51:33","date_gmt":"2026-06-07T12:51:33","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1467"},"modified":"2026-06-07T12:51:33","modified_gmt":"2026-06-07T12:51:33","slug":"belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/","title":{"rendered":"Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tokoh pendidikan dan pemerhati sosial Fransiscus Go mengajak masyarakat untuk kembali kepada dua sumber pembelajaran yang dinilainya paling mendasar, yaitu alam dan ilmu pengetahuan. Melalui sebuah refleksi singkat namun sarat makna, ia menekankan pentingnya belajar langsung dari kehidupan dan pengalaman manusia.<\/p>\n<p>\u201cJika ingin memahami dunia secara mendalam, pergilah ke dua tempat: ke taman \u2014 untuk belajar dari alam yang tak pernah berbohong, dan ke perpustakaan \u2014 untuk belajar dari pikiran manusia yang berusaha memahaminya,\u201d ujar Fransiscus Go dalam pesannya.<\/p>\n<p>Menurut Fransiscus Go, taman bukan sekadar ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai tempat rekreasi. Lebih dari itu, taman menjadi ruang belajar yang menghadirkan berbagai pelajaran tentang kehidupan, keseimbangan, pertumbuhan, serta keteraturan yang berlangsung secara alami tanpa rekayasa.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa alam selalu menyajikan fakta yang jujur. Pergantian musim, pertumbuhan tanaman, hingga interaksi antar makhluk hidup menunjukkan bahwa setiap proses membutuhkan waktu, kesabaran, dan keteraturan. Dari alam, manusia dapat belajar tentang ketekunan dan keharmonisan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, perpustakaan disebutnya sebagai tempat yang menyimpan jejak pemikiran manusia dari berbagai zaman. Melalui buku dan berbagai sumber pengetahuan, masyarakat dapat memahami bagaimana para ilmuwan, filsuf, penulis, dan pemikir berupaya menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi di dunia.<\/p>\n<p>Fransiscus Go menilai perpustakaan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis dan memperluas wawasan. Di dalamnya tersimpan pengalaman, penelitian, serta gagasan yang menjadi fondasi kemajuan peradaban manusia dari masa ke masa.<\/p>\n<p>Pesan tersebut dinilai relevan di tengah tantangan era digital saat ini. Kemudahan akses informasi sering kali membuat masyarakat memperoleh pengetahuan secara instan, namun tidak selalu mendalam. Karena itu, diperlukan ruang refleksi agar informasi yang diterima dapat dipahami secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n<p>Pengamat pendidikan menilai gagasan Fransiscus Go mengingatkan kembali pentingnya keseimbangan antara pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan pembelajaran berbasis literasi. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan kemampuan berpikir seseorang.<\/p>\n<p>Selain itu, pesan tersebut juga menjadi ajakan untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus mempererat hubungan manusia dengan lingkungan. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, keberadaan taman dan perpustakaan dapat menjadi ruang kontemplasi yang membantu seseorang memahami dirinya dan dunia di sekitarnya.<\/p>\n<p>Melalui refleksi sederhana itu, Fransiscus Go berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengejar informasi, tetapi juga mencari pemahaman yang mendalam. Dengan belajar dari alam yang jujur dan dari pengetahuan yang diwariskan melalui buku, manusia dapat membangun cara pandang yang lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tokoh pendidikan dan pemerhati sosial Fransiscus Go mengajak masyarakat untuk kembali kepada dua sumber pembelajaran yang dinilainya paling mendasar, yaitu alam dan ilmu pengetahuan. Melalui sebuah refleksi singkat namun sarat makna, ia menekankan pentingnya belajar langsung dari kehidupan dan pengalaman manusia. \u201cJika ingin memahami dunia secara mendalam, pergilah ke dua tempat: ke taman \u2014 untuk belajar dari alam yang tak pernah berbohong, dan ke perpustakaan \u2014 untuk belajar dari pikiran manusia yang berusaha memahaminya,\u201d ujar Fransiscus Go dalam pesannya. Menurut Fransiscus Go, taman bukan sekadar ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai tempat rekreasi. Lebih dari itu, taman menjadi ruang belajar yang menghadirkan berbagai pelajaran tentang kehidupan, keseimbangan, pertumbuhan, serta keteraturan yang berlangsung secara alami tanpa rekayasa. Ia menjelaskan bahwa alam selalu menyajikan fakta yang jujur. Pergantian musim, pertumbuhan tanaman, hingga interaksi antar makhluk hidup menunjukkan bahwa setiap proses membutuhkan waktu, kesabaran, dan keteraturan. Dari alam, manusia dapat belajar tentang ketekunan dan keharmonisan. Di sisi lain, perpustakaan disebutnya sebagai tempat yang menyimpan jejak pemikiran manusia dari berbagai zaman. Melalui buku dan berbagai sumber pengetahuan, masyarakat dapat memahami bagaimana para ilmuwan, filsuf, penulis, dan pemikir berupaya menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi di dunia. Fransiscus Go menilai perpustakaan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis dan memperluas wawasan. Di dalamnya tersimpan pengalaman, penelitian, serta gagasan yang menjadi fondasi kemajuan peradaban manusia dari masa ke masa. Pesan tersebut dinilai relevan di tengah tantangan era digital saat ini. Kemudahan akses informasi sering kali membuat masyarakat memperoleh pengetahuan secara instan, namun tidak selalu mendalam. Karena itu, diperlukan ruang refleksi agar informasi yang diterima dapat dipahami secara utuh dan bijaksana. Pengamat pendidikan menilai gagasan Fransiscus Go mengingatkan kembali pentingnya keseimbangan antara pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan pembelajaran berbasis literasi. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan kemampuan berpikir seseorang. Selain itu, pesan tersebut juga menjadi ajakan untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus mempererat hubungan manusia dengan lingkungan. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, keberadaan taman dan perpustakaan dapat menjadi ruang kontemplasi yang membantu seseorang memahami dirinya dan dunia di sekitarnya. Melalui refleksi sederhana itu, Fransiscus Go berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengejar informasi, tetapi juga mencari pemahaman yang mendalam. Dengan belajar dari alam yang jujur dan dari pengetahuan yang diwariskan melalui buku, manusia dapat membangun cara pandang yang lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1468,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[15,207,206],"class_list":["post-1467","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-fransiscus-go","tag-perpustakaan","tag-taman"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta &#8211; Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tokoh pendidikan dan pemerhati sosial Fransiscus Go mengajak masyarakat untuk kembali kepada dua sumber pembelajaran yang dinilainya paling mendasar, yaitu alam dan ilmu pengetahuan. Melalui sebuah refleksi singkat namun sarat makna, ia menekankan pentingnya belajar langsung dari kehidupan dan pengalaman manusia. \u201cJika ingin memahami dunia secara mendalam, pergilah ke dua tempat: ke taman \u2014 untuk belajar dari alam yang tak pernah berbohong, dan ke perpustakaan \u2014 untuk belajar dari pikiran manusia yang berusaha memahaminya,\u201d ujar Fransiscus Go dalam pesannya. Menurut Fransiscus Go, taman bukan sekadar ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai tempat rekreasi. Lebih dari itu, taman menjadi ruang belajar yang menghadirkan berbagai pelajaran tentang kehidupan, keseimbangan, pertumbuhan, serta keteraturan yang berlangsung secara alami tanpa rekayasa. Ia menjelaskan bahwa alam selalu menyajikan fakta yang jujur. Pergantian musim, pertumbuhan tanaman, hingga interaksi antar makhluk hidup menunjukkan bahwa setiap proses membutuhkan waktu, kesabaran, dan keteraturan. Dari alam, manusia dapat belajar tentang ketekunan dan keharmonisan. Di sisi lain, perpustakaan disebutnya sebagai tempat yang menyimpan jejak pemikiran manusia dari berbagai zaman. Melalui buku dan berbagai sumber pengetahuan, masyarakat dapat memahami bagaimana para ilmuwan, filsuf, penulis, dan pemikir berupaya menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi di dunia. Fransiscus Go menilai perpustakaan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis dan memperluas wawasan. Di dalamnya tersimpan pengalaman, penelitian, serta gagasan yang menjadi fondasi kemajuan peradaban manusia dari masa ke masa. Pesan tersebut dinilai relevan di tengah tantangan era digital saat ini. Kemudahan akses informasi sering kali membuat masyarakat memperoleh pengetahuan secara instan, namun tidak selalu mendalam. Karena itu, diperlukan ruang refleksi agar informasi yang diterima dapat dipahami secara utuh dan bijaksana. Pengamat pendidikan menilai gagasan Fransiscus Go mengingatkan kembali pentingnya keseimbangan antara pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan pembelajaran berbasis literasi. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan kemampuan berpikir seseorang. Selain itu, pesan tersebut juga menjadi ajakan untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus mempererat hubungan manusia dengan lingkungan. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, keberadaan taman dan perpustakaan dapat menjadi ruang kontemplasi yang membantu seseorang memahami dirinya dan dunia di sekitarnya. Melalui refleksi sederhana itu, Fransiscus Go berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengejar informasi, tetapi juga mencari pemahaman yang mendalam. Dengan belajar dari alam yang jujur dan dari pengetahuan yang diwariskan melalui buku, manusia dapat membangun cara pandang yang lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-07T12:51:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/book-1835799_1280.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"853\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/\",\"name\":\"Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/book-1835799_1280.jpg\",\"datePublished\":\"2026-06-07T12:51:33+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/book-1835799_1280.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/book-1835799_1280.jpg\",\"width\":1280,\"height\":853},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan - Yayasan Felix Maria","og_description":"Jakarta &#8211; Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, tokoh pendidikan dan pemerhati sosial Fransiscus Go mengajak masyarakat untuk kembali kepada dua sumber pembelajaran yang dinilainya paling mendasar, yaitu alam dan ilmu pengetahuan. Melalui sebuah refleksi singkat namun sarat makna, ia menekankan pentingnya belajar langsung dari kehidupan dan pengalaman manusia. \u201cJika ingin memahami dunia secara mendalam, pergilah ke dua tempat: ke taman \u2014 untuk belajar dari alam yang tak pernah berbohong, dan ke perpustakaan \u2014 untuk belajar dari pikiran manusia yang berusaha memahaminya,\u201d ujar Fransiscus Go dalam pesannya. Menurut Fransiscus Go, taman bukan sekadar ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai tempat rekreasi. Lebih dari itu, taman menjadi ruang belajar yang menghadirkan berbagai pelajaran tentang kehidupan, keseimbangan, pertumbuhan, serta keteraturan yang berlangsung secara alami tanpa rekayasa. Ia menjelaskan bahwa alam selalu menyajikan fakta yang jujur. Pergantian musim, pertumbuhan tanaman, hingga interaksi antar makhluk hidup menunjukkan bahwa setiap proses membutuhkan waktu, kesabaran, dan keteraturan. Dari alam, manusia dapat belajar tentang ketekunan dan keharmonisan. Di sisi lain, perpustakaan disebutnya sebagai tempat yang menyimpan jejak pemikiran manusia dari berbagai zaman. Melalui buku dan berbagai sumber pengetahuan, masyarakat dapat memahami bagaimana para ilmuwan, filsuf, penulis, dan pemikir berupaya menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi di dunia. Fransiscus Go menilai perpustakaan memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir kritis dan memperluas wawasan. Di dalamnya tersimpan pengalaman, penelitian, serta gagasan yang menjadi fondasi kemajuan peradaban manusia dari masa ke masa. Pesan tersebut dinilai relevan di tengah tantangan era digital saat ini. Kemudahan akses informasi sering kali membuat masyarakat memperoleh pengetahuan secara instan, namun tidak selalu mendalam. Karena itu, diperlukan ruang refleksi agar informasi yang diterima dapat dipahami secara utuh dan bijaksana. Pengamat pendidikan menilai gagasan Fransiscus Go mengingatkan kembali pentingnya keseimbangan antara pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan pembelajaran berbasis literasi. Keduanya saling melengkapi dalam membentuk karakter, pengetahuan, dan kemampuan berpikir seseorang. Selain itu, pesan tersebut juga menjadi ajakan untuk meningkatkan budaya membaca sekaligus mempererat hubungan manusia dengan lingkungan. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, keberadaan taman dan perpustakaan dapat menjadi ruang kontemplasi yang membantu seseorang memahami dirinya dan dunia di sekitarnya. Melalui refleksi sederhana itu, Fransiscus Go berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengejar informasi, tetapi juga mencari pemahaman yang mendalam. Dengan belajar dari alam yang jujur dan dari pengetahuan yang diwariskan melalui buku, manusia dapat membangun cara pandang yang lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2026-06-07T12:51:33+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":853,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/book-1835799_1280.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/","name":"Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/book-1835799_1280.jpg","datePublished":"2026-06-07T12:51:33+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/book-1835799_1280.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/book-1835799_1280.jpg","width":1280,"height":853},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/06\/07\/belajar-dari-alam-dan-buku-pesan-mendalam-fransiscus-go-untuk-generasi-masa-depan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Belajar dari Alam dan Buku, Pesan Mendalam Fransiscus Go untuk Generasi Masa Depan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1467","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1467"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1467\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1469,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1467\/revisions\/1469"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1468"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1467"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1467"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1467"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}