{"id":1446,"date":"2026-05-24T13:22:36","date_gmt":"2026-05-24T13:22:36","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1446"},"modified":"2026-05-24T13:22:36","modified_gmt":"2026-05-24T13:22:36","slug":"model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/","title":{"rendered":"Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jakarta \u2014 Di balik semangkuk bakmi yang mengepul hangat, ada cerita kolaborasi yang lebih besar dari sekadar urusan perut. Kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid di kawasan Kendal\u2013Menteng, Jakarta Pusat, bukan sekadar pembukaan gerai kuliner baru \u2014 melainkan wujud nyata ekosistem usaha yang menghubungkan pelaku UMKM kuliner daerah dengan pasar ibu kota yang terus tumbuh.<\/p>\n<p>Bakmi Jogja Mbah Walid resmi hadir melalui kolaborasi dengan Kantin Kendal, sebuah kantin Nusantara modern yang mengusung semangat *&#8221;Dari Jalan Kendal untuk Rasa Nusantara.&#8221;* Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional daerah bisa tampil kompetitif di Jakarta tanpa harus mengorbankan identitas dan keasliannya.<\/p>\n<p>Rayhan Christian Siego, pemilik Kantin Kendal, menyebut kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid sebagai pelengkap konsep kantin Nusantara yang ia bangun sejak awal. Baginya, setiap tenant yang masuk ke Kantin Kendal harus membawa nilai lebih \u2014 bukan sekadar menu, tetapi juga cerita dan budaya di balik sajiannya.<\/p>\n<p>Kantin Kendal sendiri bukan sekadar tempat makan biasa. Ia dirancang sebagai ekosistem koperasi yang mendukung kesejahteraan karyawan sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM kuliner tradisional untuk tumbuh dan dikenal di tengah ketatnya persaingan kuliner ibu kota.<\/p>\n<p>Konsep *from farm-to-table* menjadi salah satu pilar utama Kantin Kendal. Setiap menu yang tersaji diupayakan menggunakan bahan-bahan segar berkualitas yang terhubung langsung dengan para petani dan produsen lokal \u2014 sebuah rantai nilai yang menguntungkan banyak pihak sekaligus menjaga kualitas cita rasa.<\/p>\n<p>Di sinilah Bakmi Jogja Mbah Walid menemukan rumah yang tepat. Febriansyah, selaku Master Cook Bakmi Jogja Mbah Walid, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kantin Kendal membuka peluang nyata bagi kuliner tradisional Jogja untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus melepas akar budayanya.<\/p>\n<p>Komitmen terhadap autentisitas menjadi nilai utama yang dijaga ketat oleh Bakmi Jogja Mbah Walid. Seluruh resep yang digunakan tetap mengacu pada resep asli dari Yogyakarta \u2014 tidak ada yang dikompromikan demi menyesuaikan selera pasar Jakarta secara berlebihan.<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar resep, metode memasak pun dipertahankan secara tradisional. Bakmi Jogja Mbah Walid masih setia menggunakan bara arang sebagai media memasak, menghasilkan aroma smoky khas yang menjadi ciri autentik kuliner Jogja dan sulit ditiru oleh kompetitor yang menggunakan kompor modern.<\/p>\n<p>&#8220;Masih tetap menggunakan media arang untuk memasak, jadi ada aroma khas smoky dari bara arang yang menjadi daya tarik utama,&#8221; ujar Febriansyah. Bagi banyak pengunjung, aroma itulah yang pertama kali membangkitkan kenangan dan rasa rindu terhadap suasana kuliner Jogja yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Menu yang ditawarkan pun beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner Jawa. Mulai dari Bakmi Godhog, Bakmi Nyemek, Bakmi Goreng, Nasi Goreng Kecombrang, Magelangan, Capcay Jawa, Krengsengan Ayam, hingga Babat Gongso \u2014 semuanya hadir dengan harga yang tetap merakyat dan terjangkau bagi kalangan pekerja kantoran sekalipun.<\/p>\n<p>Pemilihan lokasi di kawasan Kendal\u2013Menteng bukan tanpa perhitungan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas pekerja kantoran tertinggi di Jakarta, terutama karena letaknya yang strategis di dekat Stasiun Sudirman yang dilalui ribuan komuter setiap harinya.<\/p>\n<p>Respons pasar pun terbilang menggembirakan sejak hari pertama beroperasi. Mayoritas pengunjung datang dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga yang ingin menikmati sajian tradisional di tengah padatnya rutinitas ibu kota. Banyak yang menyebut rasanya autentik dan membawa nuansa nostalgia yang kuat.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,&#8221; ungkap Febriansyah. Komentar-komentar positif itulah yang kian meyakinkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat urban Jakarta.<\/p>\n<p>Model kolaborasi antara UMKM kuliner daerah dan platform kantin komunitas seperti Kantin Kendal ini pun dinilai memiliki potensi replikasi yang besar. Di tengah tren masyarakat yang mulai meninggalkan makanan cepat saji dan kembali mencari cita rasa tradisional, formula ini bisa menjadi jalan bagi banyak pelaku usaha kuliner daerah lainnya untuk hadir di kota besar tanpa kehilangan jati diri.<\/p>\n<p>Ke depan, Bakmi Jogja Mbah Walid tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang baru secara bertahap. Namun yang lebih penting dari ekspansi fisik adalah pesan yang dibawa \u2014 bahwa UMKM kuliner tradisional bisa bertahan, berkembang, dan bersaing di Jakarta, asalkan ada ekosistem yang tepat untuk menopangnya. Kantin Kendal dan Bakmi Jogja Mbah Walid membuktikan itu.<\/p>\n<p>Berikut beberapa pilihan menu unggulan yang tersedia:<\/p>\n<p>Menu Bakmi Jawa<\/p>\n<p>Bakmi Godhog\/Nyemek\/Goreng Biasa \u2013 Rp30.000<br \/>\nBakmi Godhog\/Nyemek\/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) \u2013 Rp35.000<br \/>\nBihun Godhog\/Nyemek\/Goreng Biasa \u2013 Rp27.000<br \/>\nBihun Godhog\/Nyemek\/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) \u2013 Rp32.000<br \/>\nMenu Nasi Goreng Jawa<\/p>\n<p>Nasi Goreng Biasa \u2013 Rp30.000<br \/>\nNasi Goreng Spesial \u2013 Rp35.000<br \/>\nNasi Goreng Kecombrang \u2013 Rp35.000<br \/>\nNasi Goreng Magelangan \u2013 Rp35.000<br \/>\nNasi Goreng Ndeso \u2013 Rp35.000<br \/>\nNasi Goreng Babat Sapi \u2013 Rp37.000<br \/>\nNasi Goreng Petai \u2013 Rp35.000<br \/>\nNasi Goreng Teri\/Ikan Asin \u2013 Rp35.000<br \/>\nNasi Goreng Ati Ampela \u2013 Rp35.000<br \/>\nNasi Godhog \u2013 Rp30.000<br \/>\nMenu Lainnya<\/p>\n<p>Capcay Jawa Godhog\/Goreng Biasa \u2013 Rp30.000<br \/>\nCapcay Jawa Godhog\/Goreng Spesial \u2013 Rp35.000<br \/>\nKrengsengan Daging Ayam \u2013 Rp38.000<br \/>\nKrengsengan Balungan \u2013 Rp38.000<br \/>\nBabat Gongso \u2013 Rp38.000<br \/>\nNasi Putih \u2013 Rp6.000<br \/>\nTelur Ceplok\/Dadar \u2013 Rp7.000<br \/>\nAti Ampela \u2013 Rp7.000<br \/>\nPetai \u2013 Rp10.000<br \/>\nMenu Minuman<\/p>\n<p>Teh Tawar Es\/Panas \u2013 Rp7.000<br \/>\nTeh Manis Es\/Panas \u2013 Rp12.000<br \/>\nJeruk Es\/Panas \u2013 Rp12.000<br \/>\nJeruk Nipis Es\/Panas \u2013 Rp12.000<br \/>\nWedang Jahe Sereh \u2013 Rp20.000<br \/>\nWedang Uwuh \u2013 Rp20.000<br \/>\nWedang Secang \u2013 Rp15.000<br \/>\nWedang Seruni \u2013 Rp15.000<br \/>\nKopi Tubruk \u2013 Rp12.000<br \/>\nKopi Joss \u2013 Rp12.000<br \/>\nKopi Jahe \u2013 Rp15.000<\/p>\n<p>Dengan harga yang tetap merakyat, Bakmi Jogja Mbah Walid ingin menghadirkan kuliner khas Jogja yang nikmat namun tetap terjangkau bagi masyarakat Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cRasa nikmat dengan harga yang merakyat menjadi salah satu konsep yang kami pertahankan,\u201d kata Febriansyah.<\/p>\n<p>Pemilihan lokasi di kawasan Kendal\u2013Menteng disebut karena memiliki prospek yang baik dengan aktivitas pekerja kantoran yang tinggi, terutama masyarakat yang lalu lalang dari dan menuju Stasiun Sudirman.<\/p>\n<p>\u201cLokasinya sangat prospek karena ramai pekerja kantoran dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sudirman,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sejak hadir di kawasan Kendal\u2013Menteng, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga. Respons pelanggan pun dinilai sangat positif.<\/p>\n<p>\u201cBanyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,\u201d ungkapnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; Jakarta \u2014 Di balik semangkuk bakmi yang mengepul hangat, ada cerita kolaborasi yang lebih besar dari sekadar urusan perut. Kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid di kawasan Kendal\u2013Menteng, Jakarta Pusat, bukan sekadar pembukaan gerai kuliner baru \u2014 melainkan wujud nyata ekosistem usaha yang menghubungkan pelaku UMKM kuliner daerah dengan pasar ibu kota yang terus tumbuh. Bakmi Jogja Mbah Walid resmi hadir melalui kolaborasi dengan Kantin Kendal, sebuah kantin Nusantara modern yang mengusung semangat *&#8221;Dari Jalan Kendal untuk Rasa Nusantara.&#8221;* Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional daerah bisa tampil kompetitif di Jakarta tanpa harus mengorbankan identitas dan keasliannya. Rayhan Christian Siego, pemilik Kantin Kendal, menyebut kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid sebagai pelengkap konsep kantin Nusantara yang ia bangun sejak awal. Baginya, setiap tenant yang masuk ke Kantin Kendal harus membawa nilai lebih \u2014 bukan sekadar menu, tetapi juga cerita dan budaya di balik sajiannya. Kantin Kendal sendiri bukan sekadar tempat makan biasa. Ia dirancang sebagai ekosistem koperasi yang mendukung kesejahteraan karyawan sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM kuliner tradisional untuk tumbuh dan dikenal di tengah ketatnya persaingan kuliner ibu kota. Konsep *from farm-to-table* menjadi salah satu pilar utama Kantin Kendal. Setiap menu yang tersaji diupayakan menggunakan bahan-bahan segar berkualitas yang terhubung langsung dengan para petani dan produsen lokal \u2014 sebuah rantai nilai yang menguntungkan banyak pihak sekaligus menjaga kualitas cita rasa. Di sinilah Bakmi Jogja Mbah Walid menemukan rumah yang tepat. Febriansyah, selaku Master Cook Bakmi Jogja Mbah Walid, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kantin Kendal membuka peluang nyata bagi kuliner tradisional Jogja untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus melepas akar budayanya. Komitmen terhadap autentisitas menjadi nilai utama yang dijaga ketat oleh Bakmi Jogja Mbah Walid. Seluruh resep yang digunakan tetap mengacu pada resep asli dari Yogyakarta \u2014 tidak ada yang dikompromikan demi menyesuaikan selera pasar Jakarta secara berlebihan. Lebih dari sekadar resep, metode memasak pun dipertahankan secara tradisional. Bakmi Jogja Mbah Walid masih setia menggunakan bara arang sebagai media memasak, menghasilkan aroma smoky khas yang menjadi ciri autentik kuliner Jogja dan sulit ditiru oleh kompetitor yang menggunakan kompor modern. &#8220;Masih tetap menggunakan media arang untuk memasak, jadi ada aroma khas smoky dari bara arang yang menjadi daya tarik utama,&#8221; ujar Febriansyah. Bagi banyak pengunjung, aroma itulah yang pertama kali membangkitkan kenangan dan rasa rindu terhadap suasana kuliner Jogja yang sesungguhnya. Menu yang ditawarkan pun beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner Jawa. Mulai dari Bakmi Godhog, Bakmi Nyemek, Bakmi Goreng, Nasi Goreng Kecombrang, Magelangan, Capcay Jawa, Krengsengan Ayam, hingga Babat Gongso \u2014 semuanya hadir dengan harga yang tetap merakyat dan terjangkau bagi kalangan pekerja kantoran sekalipun. Pemilihan lokasi di kawasan Kendal\u2013Menteng bukan tanpa perhitungan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas pekerja kantoran tertinggi di Jakarta, terutama karena letaknya yang strategis di dekat Stasiun Sudirman yang dilalui ribuan komuter setiap harinya. Respons pasar pun terbilang menggembirakan sejak hari pertama beroperasi. Mayoritas pengunjung datang dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga yang ingin menikmati sajian tradisional di tengah padatnya rutinitas ibu kota. Banyak yang menyebut rasanya autentik dan membawa nuansa nostalgia yang kuat. &#8220;Banyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,&#8221; ungkap Febriansyah. Komentar-komentar positif itulah yang kian meyakinkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat urban Jakarta. Model kolaborasi antara UMKM kuliner daerah dan platform kantin komunitas seperti Kantin Kendal ini pun dinilai memiliki potensi replikasi yang besar. Di tengah tren masyarakat yang mulai meninggalkan makanan cepat saji dan kembali mencari cita rasa tradisional, formula ini bisa menjadi jalan bagi banyak pelaku usaha kuliner daerah lainnya untuk hadir di kota besar tanpa kehilangan jati diri. Ke depan, Bakmi Jogja Mbah Walid tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang baru secara bertahap. Namun yang lebih penting dari ekspansi fisik adalah pesan yang dibawa \u2014 bahwa UMKM kuliner tradisional bisa bertahan, berkembang, dan bersaing di Jakarta, asalkan ada ekosistem yang tepat untuk menopangnya. Kantin Kendal dan Bakmi Jogja Mbah Walid membuktikan itu. Berikut beberapa pilihan menu unggulan yang tersedia: Menu Bakmi Jawa Bakmi Godhog\/Nyemek\/Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Bakmi Godhog\/Nyemek\/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) \u2013 Rp35.000 Bihun Godhog\/Nyemek\/Goreng Biasa \u2013 Rp27.000 Bihun Godhog\/Nyemek\/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) \u2013 Rp32.000 Menu Nasi Goreng Jawa Nasi Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Nasi Goreng Spesial \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Kecombrang \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Magelangan \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Ndeso \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Babat Sapi \u2013 Rp37.000 Nasi Goreng Petai \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Teri\/Ikan Asin \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Ati Ampela \u2013 Rp35.000 Nasi Godhog \u2013 Rp30.000 Menu Lainnya Capcay Jawa Godhog\/Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Capcay Jawa Godhog\/Goreng Spesial \u2013 Rp35.000 Krengsengan Daging Ayam \u2013 Rp38.000 Krengsengan Balungan \u2013 Rp38.000 Babat Gongso \u2013 Rp38.000 Nasi Putih \u2013 Rp6.000 Telur Ceplok\/Dadar \u2013 Rp7.000 Ati Ampela \u2013 Rp7.000 Petai \u2013 Rp10.000 Menu Minuman Teh Tawar Es\/Panas \u2013 Rp7.000 Teh Manis Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Jeruk Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Jeruk Nipis Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Wedang Jahe Sereh \u2013 Rp20.000 Wedang Uwuh \u2013 Rp20.000 Wedang Secang \u2013 Rp15.000 Wedang Seruni \u2013 Rp15.000 Kopi Tubruk \u2013 Rp12.000 Kopi Joss \u2013 Rp12.000 Kopi Jahe \u2013 Rp15.000 Dengan harga yang tetap merakyat, Bakmi Jogja Mbah Walid ingin menghadirkan kuliner khas Jogja yang nikmat namun tetap terjangkau bagi masyarakat Jakarta. \u201cRasa nikmat dengan harga yang merakyat menjadi salah satu konsep yang kami pertahankan,\u201d kata Febriansyah. Pemilihan lokasi di kawasan Kendal\u2013Menteng disebut karena memiliki prospek yang baik dengan aktivitas pekerja kantoran yang tinggi, terutama masyarakat yang lalu lalang dari dan menuju Stasiun Sudirman. \u201cLokasinya sangat prospek karena ramai pekerja kantoran dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sudirman,\u201d jelasnya. Sejak hadir di kawasan Kendal\u2013Menteng, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga. Respons pelanggan pun dinilai sangat positif. \u201cBanyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,\u201d ungkapnya.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1447,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[197,15,194,195,196],"class_list":["post-1446","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-bakmi-jogja","tag-fransiscus-go","tag-jakarta","tag-kantin-kendal","tag-kuliner"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; &nbsp; Jakarta \u2014 Di balik semangkuk bakmi yang mengepul hangat, ada cerita kolaborasi yang lebih besar dari sekadar urusan perut. Kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid di kawasan Kendal\u2013Menteng, Jakarta Pusat, bukan sekadar pembukaan gerai kuliner baru \u2014 melainkan wujud nyata ekosistem usaha yang menghubungkan pelaku UMKM kuliner daerah dengan pasar ibu kota yang terus tumbuh. Bakmi Jogja Mbah Walid resmi hadir melalui kolaborasi dengan Kantin Kendal, sebuah kantin Nusantara modern yang mengusung semangat *&#8221;Dari Jalan Kendal untuk Rasa Nusantara.&#8221;* Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional daerah bisa tampil kompetitif di Jakarta tanpa harus mengorbankan identitas dan keasliannya. Rayhan Christian Siego, pemilik Kantin Kendal, menyebut kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid sebagai pelengkap konsep kantin Nusantara yang ia bangun sejak awal. Baginya, setiap tenant yang masuk ke Kantin Kendal harus membawa nilai lebih \u2014 bukan sekadar menu, tetapi juga cerita dan budaya di balik sajiannya. Kantin Kendal sendiri bukan sekadar tempat makan biasa. Ia dirancang sebagai ekosistem koperasi yang mendukung kesejahteraan karyawan sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM kuliner tradisional untuk tumbuh dan dikenal di tengah ketatnya persaingan kuliner ibu kota. Konsep *from farm-to-table* menjadi salah satu pilar utama Kantin Kendal. Setiap menu yang tersaji diupayakan menggunakan bahan-bahan segar berkualitas yang terhubung langsung dengan para petani dan produsen lokal \u2014 sebuah rantai nilai yang menguntungkan banyak pihak sekaligus menjaga kualitas cita rasa. Di sinilah Bakmi Jogja Mbah Walid menemukan rumah yang tepat. Febriansyah, selaku Master Cook Bakmi Jogja Mbah Walid, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kantin Kendal membuka peluang nyata bagi kuliner tradisional Jogja untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus melepas akar budayanya. Komitmen terhadap autentisitas menjadi nilai utama yang dijaga ketat oleh Bakmi Jogja Mbah Walid. Seluruh resep yang digunakan tetap mengacu pada resep asli dari Yogyakarta \u2014 tidak ada yang dikompromikan demi menyesuaikan selera pasar Jakarta secara berlebihan. Lebih dari sekadar resep, metode memasak pun dipertahankan secara tradisional. Bakmi Jogja Mbah Walid masih setia menggunakan bara arang sebagai media memasak, menghasilkan aroma smoky khas yang menjadi ciri autentik kuliner Jogja dan sulit ditiru oleh kompetitor yang menggunakan kompor modern. &#8220;Masih tetap menggunakan media arang untuk memasak, jadi ada aroma khas smoky dari bara arang yang menjadi daya tarik utama,&#8221; ujar Febriansyah. Bagi banyak pengunjung, aroma itulah yang pertama kali membangkitkan kenangan dan rasa rindu terhadap suasana kuliner Jogja yang sesungguhnya. Menu yang ditawarkan pun beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner Jawa. Mulai dari Bakmi Godhog, Bakmi Nyemek, Bakmi Goreng, Nasi Goreng Kecombrang, Magelangan, Capcay Jawa, Krengsengan Ayam, hingga Babat Gongso \u2014 semuanya hadir dengan harga yang tetap merakyat dan terjangkau bagi kalangan pekerja kantoran sekalipun. Pemilihan lokasi di kawasan Kendal\u2013Menteng bukan tanpa perhitungan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas pekerja kantoran tertinggi di Jakarta, terutama karena letaknya yang strategis di dekat Stasiun Sudirman yang dilalui ribuan komuter setiap harinya. Respons pasar pun terbilang menggembirakan sejak hari pertama beroperasi. Mayoritas pengunjung datang dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga yang ingin menikmati sajian tradisional di tengah padatnya rutinitas ibu kota. Banyak yang menyebut rasanya autentik dan membawa nuansa nostalgia yang kuat. &#8220;Banyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,&#8221; ungkap Febriansyah. Komentar-komentar positif itulah yang kian meyakinkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat urban Jakarta. Model kolaborasi antara UMKM kuliner daerah dan platform kantin komunitas seperti Kantin Kendal ini pun dinilai memiliki potensi replikasi yang besar. Di tengah tren masyarakat yang mulai meninggalkan makanan cepat saji dan kembali mencari cita rasa tradisional, formula ini bisa menjadi jalan bagi banyak pelaku usaha kuliner daerah lainnya untuk hadir di kota besar tanpa kehilangan jati diri. Ke depan, Bakmi Jogja Mbah Walid tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang baru secara bertahap. Namun yang lebih penting dari ekspansi fisik adalah pesan yang dibawa \u2014 bahwa UMKM kuliner tradisional bisa bertahan, berkembang, dan bersaing di Jakarta, asalkan ada ekosistem yang tepat untuk menopangnya. Kantin Kendal dan Bakmi Jogja Mbah Walid membuktikan itu. Berikut beberapa pilihan menu unggulan yang tersedia: Menu Bakmi Jawa Bakmi Godhog\/Nyemek\/Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Bakmi Godhog\/Nyemek\/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) \u2013 Rp35.000 Bihun Godhog\/Nyemek\/Goreng Biasa \u2013 Rp27.000 Bihun Godhog\/Nyemek\/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) \u2013 Rp32.000 Menu Nasi Goreng Jawa Nasi Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Nasi Goreng Spesial \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Kecombrang \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Magelangan \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Ndeso \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Babat Sapi \u2013 Rp37.000 Nasi Goreng Petai \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Teri\/Ikan Asin \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Ati Ampela \u2013 Rp35.000 Nasi Godhog \u2013 Rp30.000 Menu Lainnya Capcay Jawa Godhog\/Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Capcay Jawa Godhog\/Goreng Spesial \u2013 Rp35.000 Krengsengan Daging Ayam \u2013 Rp38.000 Krengsengan Balungan \u2013 Rp38.000 Babat Gongso \u2013 Rp38.000 Nasi Putih \u2013 Rp6.000 Telur Ceplok\/Dadar \u2013 Rp7.000 Ati Ampela \u2013 Rp7.000 Petai \u2013 Rp10.000 Menu Minuman Teh Tawar Es\/Panas \u2013 Rp7.000 Teh Manis Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Jeruk Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Jeruk Nipis Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Wedang Jahe Sereh \u2013 Rp20.000 Wedang Uwuh \u2013 Rp20.000 Wedang Secang \u2013 Rp15.000 Wedang Seruni \u2013 Rp15.000 Kopi Tubruk \u2013 Rp12.000 Kopi Joss \u2013 Rp12.000 Kopi Jahe \u2013 Rp15.000 Dengan harga yang tetap merakyat, Bakmi Jogja Mbah Walid ingin menghadirkan kuliner khas Jogja yang nikmat namun tetap terjangkau bagi masyarakat Jakarta. \u201cRasa nikmat dengan harga yang merakyat menjadi salah satu konsep yang kami pertahankan,\u201d kata Febriansyah. Pemilihan lokasi di kawasan Kendal\u2013Menteng disebut karena memiliki prospek yang baik dengan aktivitas pekerja kantoran yang tinggi, terutama masyarakat yang lalu lalang dari dan menuju Stasiun Sudirman. \u201cLokasinya sangat prospek karena ramai pekerja kantoran dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sudirman,\u201d jelasnya. Sejak hadir di kawasan Kendal\u2013Menteng, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga. Respons pelanggan pun dinilai sangat positif. \u201cBanyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,\u201d ungkapnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-24T13:22:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/871-bakmi_jogja_mbah_walid_hadir_di_kendal\u2013menteng_jakarta_pusat_dengan_cita_rasa_.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"934\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"686\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/\",\"name\":\"Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/871-bakmi_jogja_mbah_walid_hadir_di_kendal\u2013menteng_jakarta_pusat_dengan_cita_rasa_.jpg\",\"datePublished\":\"2026-05-24T13:22:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/871-bakmi_jogja_mbah_walid_hadir_di_kendal\u2013menteng_jakarta_pusat_dengan_cita_rasa_.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/871-bakmi_jogja_mbah_walid_hadir_di_kendal\u2013menteng_jakarta_pusat_dengan_cita_rasa_.jpg\",\"width\":934,\"height\":686,\"caption\":\"CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta - Yayasan Felix Maria","og_description":"&nbsp; &nbsp; Jakarta \u2014 Di balik semangkuk bakmi yang mengepul hangat, ada cerita kolaborasi yang lebih besar dari sekadar urusan perut. Kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid di kawasan Kendal\u2013Menteng, Jakarta Pusat, bukan sekadar pembukaan gerai kuliner baru \u2014 melainkan wujud nyata ekosistem usaha yang menghubungkan pelaku UMKM kuliner daerah dengan pasar ibu kota yang terus tumbuh. Bakmi Jogja Mbah Walid resmi hadir melalui kolaborasi dengan Kantin Kendal, sebuah kantin Nusantara modern yang mengusung semangat *&#8221;Dari Jalan Kendal untuk Rasa Nusantara.&#8221;* Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional daerah bisa tampil kompetitif di Jakarta tanpa harus mengorbankan identitas dan keasliannya. Rayhan Christian Siego, pemilik Kantin Kendal, menyebut kehadiran Bakmi Jogja Mbah Walid sebagai pelengkap konsep kantin Nusantara yang ia bangun sejak awal. Baginya, setiap tenant yang masuk ke Kantin Kendal harus membawa nilai lebih \u2014 bukan sekadar menu, tetapi juga cerita dan budaya di balik sajiannya. Kantin Kendal sendiri bukan sekadar tempat makan biasa. Ia dirancang sebagai ekosistem koperasi yang mendukung kesejahteraan karyawan sekaligus membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku UMKM kuliner tradisional untuk tumbuh dan dikenal di tengah ketatnya persaingan kuliner ibu kota. Konsep *from farm-to-table* menjadi salah satu pilar utama Kantin Kendal. Setiap menu yang tersaji diupayakan menggunakan bahan-bahan segar berkualitas yang terhubung langsung dengan para petani dan produsen lokal \u2014 sebuah rantai nilai yang menguntungkan banyak pihak sekaligus menjaga kualitas cita rasa. Di sinilah Bakmi Jogja Mbah Walid menemukan rumah yang tepat. Febriansyah, selaku Master Cook Bakmi Jogja Mbah Walid, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kantin Kendal membuka peluang nyata bagi kuliner tradisional Jogja untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus melepas akar budayanya. Komitmen terhadap autentisitas menjadi nilai utama yang dijaga ketat oleh Bakmi Jogja Mbah Walid. Seluruh resep yang digunakan tetap mengacu pada resep asli dari Yogyakarta \u2014 tidak ada yang dikompromikan demi menyesuaikan selera pasar Jakarta secara berlebihan. Lebih dari sekadar resep, metode memasak pun dipertahankan secara tradisional. Bakmi Jogja Mbah Walid masih setia menggunakan bara arang sebagai media memasak, menghasilkan aroma smoky khas yang menjadi ciri autentik kuliner Jogja dan sulit ditiru oleh kompetitor yang menggunakan kompor modern. &#8220;Masih tetap menggunakan media arang untuk memasak, jadi ada aroma khas smoky dari bara arang yang menjadi daya tarik utama,&#8221; ujar Febriansyah. Bagi banyak pengunjung, aroma itulah yang pertama kali membangkitkan kenangan dan rasa rindu terhadap suasana kuliner Jogja yang sesungguhnya. Menu yang ditawarkan pun beragam dan mencerminkan kekayaan kuliner Jawa. Mulai dari Bakmi Godhog, Bakmi Nyemek, Bakmi Goreng, Nasi Goreng Kecombrang, Magelangan, Capcay Jawa, Krengsengan Ayam, hingga Babat Gongso \u2014 semuanya hadir dengan harga yang tetap merakyat dan terjangkau bagi kalangan pekerja kantoran sekalipun. Pemilihan lokasi di kawasan Kendal\u2013Menteng bukan tanpa perhitungan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas pekerja kantoran tertinggi di Jakarta, terutama karena letaknya yang strategis di dekat Stasiun Sudirman yang dilalui ribuan komuter setiap harinya. Respons pasar pun terbilang menggembirakan sejak hari pertama beroperasi. Mayoritas pengunjung datang dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga yang ingin menikmati sajian tradisional di tengah padatnya rutinitas ibu kota. Banyak yang menyebut rasanya autentik dan membawa nuansa nostalgia yang kuat. &#8220;Banyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,&#8221; ungkap Febriansyah. Komentar-komentar positif itulah yang kian meyakinkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat urban Jakarta. Model kolaborasi antara UMKM kuliner daerah dan platform kantin komunitas seperti Kantin Kendal ini pun dinilai memiliki potensi replikasi yang besar. Di tengah tren masyarakat yang mulai meninggalkan makanan cepat saji dan kembali mencari cita rasa tradisional, formula ini bisa menjadi jalan bagi banyak pelaku usaha kuliner daerah lainnya untuk hadir di kota besar tanpa kehilangan jati diri. Ke depan, Bakmi Jogja Mbah Walid tidak menutup kemungkinan untuk membuka cabang baru secara bertahap. Namun yang lebih penting dari ekspansi fisik adalah pesan yang dibawa \u2014 bahwa UMKM kuliner tradisional bisa bertahan, berkembang, dan bersaing di Jakarta, asalkan ada ekosistem yang tepat untuk menopangnya. Kantin Kendal dan Bakmi Jogja Mbah Walid membuktikan itu. Berikut beberapa pilihan menu unggulan yang tersedia: Menu Bakmi Jawa Bakmi Godhog\/Nyemek\/Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Bakmi Godhog\/Nyemek\/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) \u2013 Rp35.000 Bihun Godhog\/Nyemek\/Goreng Biasa \u2013 Rp27.000 Bihun Godhog\/Nyemek\/Goreng Spesial (dengan telur ceplok) \u2013 Rp32.000 Menu Nasi Goreng Jawa Nasi Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Nasi Goreng Spesial \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Kecombrang \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Magelangan \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Ndeso \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Babat Sapi \u2013 Rp37.000 Nasi Goreng Petai \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Teri\/Ikan Asin \u2013 Rp35.000 Nasi Goreng Ati Ampela \u2013 Rp35.000 Nasi Godhog \u2013 Rp30.000 Menu Lainnya Capcay Jawa Godhog\/Goreng Biasa \u2013 Rp30.000 Capcay Jawa Godhog\/Goreng Spesial \u2013 Rp35.000 Krengsengan Daging Ayam \u2013 Rp38.000 Krengsengan Balungan \u2013 Rp38.000 Babat Gongso \u2013 Rp38.000 Nasi Putih \u2013 Rp6.000 Telur Ceplok\/Dadar \u2013 Rp7.000 Ati Ampela \u2013 Rp7.000 Petai \u2013 Rp10.000 Menu Minuman Teh Tawar Es\/Panas \u2013 Rp7.000 Teh Manis Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Jeruk Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Jeruk Nipis Es\/Panas \u2013 Rp12.000 Wedang Jahe Sereh \u2013 Rp20.000 Wedang Uwuh \u2013 Rp20.000 Wedang Secang \u2013 Rp15.000 Wedang Seruni \u2013 Rp15.000 Kopi Tubruk \u2013 Rp12.000 Kopi Joss \u2013 Rp12.000 Kopi Jahe \u2013 Rp15.000 Dengan harga yang tetap merakyat, Bakmi Jogja Mbah Walid ingin menghadirkan kuliner khas Jogja yang nikmat namun tetap terjangkau bagi masyarakat Jakarta. \u201cRasa nikmat dengan harga yang merakyat menjadi salah satu konsep yang kami pertahankan,\u201d kata Febriansyah. Pemilihan lokasi di kawasan Kendal\u2013Menteng disebut karena memiliki prospek yang baik dengan aktivitas pekerja kantoran yang tinggi, terutama masyarakat yang lalu lalang dari dan menuju Stasiun Sudirman. \u201cLokasinya sangat prospek karena ramai pekerja kantoran dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Sudirman,\u201d jelasnya. Sejak hadir di kawasan Kendal\u2013Menteng, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pekerja kantoran hingga keluarga. Respons pelanggan pun dinilai sangat positif. \u201cBanyak yang bilang rasanya enak, gurih, nikmat, dan rata-rata merasa nostalgia dengan suasana Jogja,\u201d ungkapnya.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2026-05-24T13:22:36+00:00","og_image":[{"width":934,"height":686,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/871-bakmi_jogja_mbah_walid_hadir_di_kendal\u2013menteng_jakarta_pusat_dengan_cita_rasa_.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/","name":"Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/871-bakmi_jogja_mbah_walid_hadir_di_kendal\u2013menteng_jakarta_pusat_dengan_cita_rasa_.jpg","datePublished":"2026-05-24T13:22:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/871-bakmi_jogja_mbah_walid_hadir_di_kendal\u2013menteng_jakarta_pusat_dengan_cita_rasa_.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/871-bakmi_jogja_mbah_walid_hadir_di_kendal\u2013menteng_jakarta_pusat_dengan_cita_rasa_.jpg","width":934,"height":686,"caption":"CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/05\/24\/model-baru-kuliner-urban-kantin-kendal-buktikan-umkm-daerah-bisa-bersaing-di-jantung-jakarta\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Model Baru Kuliner Urban: Kantin Kendal Buktikan UMKM Daerah Bisa Bersaing di Jantung Jakarta"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1446","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1448,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1446\/revisions\/1448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}