{"id":1313,"date":"2026-02-26T06:07:21","date_gmt":"2026-02-26T06:07:21","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1313"},"modified":"2026-02-26T06:07:21","modified_gmt":"2026-02-26T06:07:21","slug":"pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/","title":{"rendered":"Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat"},"content":{"rendered":"<p>Kupang \u2014 Pertemuan santai namun serius berlangsung di kediaman Uskup Kupang, mempertemukan sejumlah tokoh untuk membahas isu strategis terkait pelayanan umat dan masa depan Nusa Tenggara Timur (NTT). Suasana hangat dan akrab tidak mengurangi kedalaman pembicaraan yang berlangsung selama pertemuan tersebut.<\/p>\n<p>Hadir dalam kesempatan itu Mgr. Hironimus selaku Uskup Kupang, Fransiscus Go, Hendi Lim dari PHL Architect, serta Leonardo. Pertemuan ini menjadi ruang dialog lintas latar belakang untuk bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi umat di wilayah NTT.<\/p>\n<p>Fransiscus Go menyampaikan bahwa diskusi seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antara Gereja, masyarakat, dan kalangan profesional. Menurut dia, kerja bersama menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks.<\/p>\n<p>\u201cKita membutuhkan kolaborasi nyata, bukan hanya wacana, agar pelayanan kepada umat dapat menjawab kebutuhan zaman,\u201d ujarnya dalam pertemuan tersebut.<\/p>\n<p>Mgr. Hironimus menekankan bahwa Gereja memiliki peran strategis dalam membangun harapan dan solidaritas di tengah masyarakat. Ia berharap berbagai gagasan yang muncul dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret.<\/p>\n<p>Diskusi juga menyentuh aspek pemberdayaan umat, penguatan pelayanan pastoral, serta kontribusi Gereja terhadap pembangunan sosial. Para peserta sepakat bahwa pendekatan yang inklusif dan partisipatif diperlukan agar dampak yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas.<\/p>\n<p>Hendi Lim menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal. Ia menilai kolaborasi antara sektor keagamaan dan profesional dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif.<\/p>\n<p>Sementara itu, Leonardo menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan setiap inisiatif. Menurutnya, program yang dirancang harus mampu memberdayakan, bukan sekadar memberi bantuan sesaat.<\/p>\n<p>Meski berlangsung sederhana, pertemuan tersebut dipandang sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan. Dialog terbuka memungkinkan setiap pihak menyampaikan aspirasi dan harapan secara jujur.<\/p>\n<p>Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin kerja sama dan merumuskan langkah nyata bagi kemajuan pelayanan umat serta pembangunan di NTT. Para peserta berharap diskusi serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama membangun masa depan yang lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kupang \u2014 Pertemuan santai namun serius berlangsung di kediaman Uskup Kupang, mempertemukan sejumlah tokoh untuk membahas isu strategis terkait pelayanan umat dan masa depan Nusa Tenggara Timur (NTT). Suasana hangat dan akrab tidak mengurangi kedalaman pembicaraan yang berlangsung selama pertemuan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu Mgr. Hironimus selaku Uskup Kupang, Fransiscus Go, Hendi Lim dari PHL Architect, serta Leonardo. Pertemuan ini menjadi ruang dialog lintas latar belakang untuk bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi umat di wilayah NTT. Fransiscus Go menyampaikan bahwa diskusi seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antara Gereja, masyarakat, dan kalangan profesional. Menurut dia, kerja bersama menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks. \u201cKita membutuhkan kolaborasi nyata, bukan hanya wacana, agar pelayanan kepada umat dapat menjawab kebutuhan zaman,\u201d ujarnya dalam pertemuan tersebut. Mgr. Hironimus menekankan bahwa Gereja memiliki peran strategis dalam membangun harapan dan solidaritas di tengah masyarakat. Ia berharap berbagai gagasan yang muncul dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret. Diskusi juga menyentuh aspek pemberdayaan umat, penguatan pelayanan pastoral, serta kontribusi Gereja terhadap pembangunan sosial. Para peserta sepakat bahwa pendekatan yang inklusif dan partisipatif diperlukan agar dampak yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas. Hendi Lim menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal. Ia menilai kolaborasi antara sektor keagamaan dan profesional dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif. Sementara itu, Leonardo menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan setiap inisiatif. Menurutnya, program yang dirancang harus mampu memberdayakan, bukan sekadar memberi bantuan sesaat. Meski berlangsung sederhana, pertemuan tersebut dipandang sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan. Dialog terbuka memungkinkan setiap pihak menyampaikan aspirasi dan harapan secara jujur. Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin kerja sama dan merumuskan langkah nyata bagi kemajuan pelayanan umat serta pembangunan di NTT. Para peserta berharap diskusi serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama membangun masa depan yang lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1314,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[15,16,99,161,156],"class_list":["post-1313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-fransiscus-go","tag-ntt","tag-tokoh-ntt","tag-umat","tag-uskup"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kupang \u2014 Pertemuan santai namun serius berlangsung di kediaman Uskup Kupang, mempertemukan sejumlah tokoh untuk membahas isu strategis terkait pelayanan umat dan masa depan Nusa Tenggara Timur (NTT). Suasana hangat dan akrab tidak mengurangi kedalaman pembicaraan yang berlangsung selama pertemuan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu Mgr. Hironimus selaku Uskup Kupang, Fransiscus Go, Hendi Lim dari PHL Architect, serta Leonardo. Pertemuan ini menjadi ruang dialog lintas latar belakang untuk bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi umat di wilayah NTT. Fransiscus Go menyampaikan bahwa diskusi seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antara Gereja, masyarakat, dan kalangan profesional. Menurut dia, kerja bersama menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks. \u201cKita membutuhkan kolaborasi nyata, bukan hanya wacana, agar pelayanan kepada umat dapat menjawab kebutuhan zaman,\u201d ujarnya dalam pertemuan tersebut. Mgr. Hironimus menekankan bahwa Gereja memiliki peran strategis dalam membangun harapan dan solidaritas di tengah masyarakat. Ia berharap berbagai gagasan yang muncul dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret. Diskusi juga menyentuh aspek pemberdayaan umat, penguatan pelayanan pastoral, serta kontribusi Gereja terhadap pembangunan sosial. Para peserta sepakat bahwa pendekatan yang inklusif dan partisipatif diperlukan agar dampak yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas. Hendi Lim menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal. Ia menilai kolaborasi antara sektor keagamaan dan profesional dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif. Sementara itu, Leonardo menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan setiap inisiatif. Menurutnya, program yang dirancang harus mampu memberdayakan, bukan sekadar memberi bantuan sesaat. Meski berlangsung sederhana, pertemuan tersebut dipandang sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan. Dialog terbuka memungkinkan setiap pihak menyampaikan aspirasi dan harapan secara jujur. Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin kerja sama dan merumuskan langkah nyata bagi kemajuan pelayanan umat serta pembangunan di NTT. Para peserta berharap diskusi serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama membangun masa depan yang lebih baik.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-26T06:07:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-26-at-13.03.36.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"989\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"786\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/\",\"name\":\"Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-26-at-13.03.36.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-02-26T06:07:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-26-at-13.03.36.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-26-at-13.03.36.jpeg\",\"width\":989,\"height\":786},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat - Yayasan Felix Maria","og_description":"Kupang \u2014 Pertemuan santai namun serius berlangsung di kediaman Uskup Kupang, mempertemukan sejumlah tokoh untuk membahas isu strategis terkait pelayanan umat dan masa depan Nusa Tenggara Timur (NTT). Suasana hangat dan akrab tidak mengurangi kedalaman pembicaraan yang berlangsung selama pertemuan tersebut. Hadir dalam kesempatan itu Mgr. Hironimus selaku Uskup Kupang, Fransiscus Go, Hendi Lim dari PHL Architect, serta Leonardo. Pertemuan ini menjadi ruang dialog lintas latar belakang untuk bertukar pandangan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi umat di wilayah NTT. Fransiscus Go menyampaikan bahwa diskusi seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antara Gereja, masyarakat, dan kalangan profesional. Menurut dia, kerja bersama menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks. \u201cKita membutuhkan kolaborasi nyata, bukan hanya wacana, agar pelayanan kepada umat dapat menjawab kebutuhan zaman,\u201d ujarnya dalam pertemuan tersebut. Mgr. Hironimus menekankan bahwa Gereja memiliki peran strategis dalam membangun harapan dan solidaritas di tengah masyarakat. Ia berharap berbagai gagasan yang muncul dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program konkret. Diskusi juga menyentuh aspek pemberdayaan umat, penguatan pelayanan pastoral, serta kontribusi Gereja terhadap pembangunan sosial. Para peserta sepakat bahwa pendekatan yang inklusif dan partisipatif diperlukan agar dampak yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas. Hendi Lim menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan masyarakat lokal. Ia menilai kolaborasi antara sektor keagamaan dan profesional dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif. Sementara itu, Leonardo menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan setiap inisiatif. Menurutnya, program yang dirancang harus mampu memberdayakan, bukan sekadar memberi bantuan sesaat. Meski berlangsung sederhana, pertemuan tersebut dipandang sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan. Dialog terbuka memungkinkan setiap pihak menyampaikan aspirasi dan harapan secara jujur. Pertemuan ditutup dengan komitmen untuk terus menjalin kerja sama dan merumuskan langkah nyata bagi kemajuan pelayanan umat serta pembangunan di NTT. Para peserta berharap diskusi serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama membangun masa depan yang lebih baik.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2026-02-26T06:07:21+00:00","og_image":[{"width":989,"height":786,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-26-at-13.03.36.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/","name":"Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-26-at-13.03.36.jpeg","datePublished":"2026-02-26T06:07:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-26-at-13.03.36.jpeg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-26-at-13.03.36.jpeg","width":989,"height":786},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2026\/02\/26\/pertemuan-hangat-di-kediaman-uskup-kupang-merajut-harapan-lewat-pemberdayaan-umat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pertemuan Hangat di Kediaman Uskup Kupang: Merajut Harapan Lewat Pemberdayaan Umat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1313"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1315,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1313\/revisions\/1315"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}