{"id":1275,"date":"2025-12-25T12:29:07","date_gmt":"2025-12-25T12:29:07","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1275"},"modified":"2025-12-25T12:29:07","modified_gmt":"2025-12-25T12:29:07","slug":"makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/","title":{"rendered":"Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian"},"content":{"rendered":"<p>Fransiscus Go menegaskan bahwa perayaan Natal membawa pesan mendalam tentang kekuatan kasih dalam kehidupan manusia. Menurutnya, Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menempatkan kasih di atas kepentingan pribadi.<\/p>\n<p>Ia menyampaikan bahwa nilai utama yang diajarkan Natal adalah kerendahan hati dan pengorbanan. Kasih, katanya, selalu menjadi jalan untuk memulihkan relasi yang retak akibat ego dan kepentingan diri.<\/p>\n<p>\u201cNatal mengajarkan bahwa kasih selalu lebih kuat dari ego,\u201d ujar Fransiscus Go. Pesan tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak terjebak pada keakuan yang justru menjauhkan satu sama lain.<\/p>\n<p>Dalam kehidupan sosial, ego kerap menjadi sumber konflik, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat. Fransiscus Go menilai, tanpa kasih, perbedaan mudah berubah menjadi perpecahan.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa semangat Natal mengajak setiap orang untuk membuka hati, mendengar, dan memahami sesama. Dengan demikian, toleransi dan persaudaraan dapat tumbuh di tengah keberagaman.<\/p>\n<p>Menurutnya, kasih tidak selalu diwujudkan dalam hal besar, tetapi juga melalui sikap sederhana seperti saling menghargai, memaafkan, dan membantu tanpa pamrih. Inilah makna Natal yang perlu dihidupi dalam keseharian.<\/p>\n<p>Fransiscus Go juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Natal sebagai titik balik memperbaiki relasi yang renggang. Mengalahkan ego, katanya, adalah langkah awal untuk menghadirkan damai yang sejati.<\/p>\n<p>Ia berharap pesan Natal dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Kasih yang mengalahkan ego diyakini mampu memperkuat persatuan dan solidaritas sosial.<\/p>\n<p>Menutup pernyataannya, Fransiscus Go mengingatkan bahwa nilai Natal seharusnya tidak berhenti pada perayaan tahunan, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata sepanjang tahun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fransiscus Go menegaskan bahwa perayaan Natal membawa pesan mendalam tentang kekuatan kasih dalam kehidupan manusia. Menurutnya, Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menempatkan kasih di atas kepentingan pribadi. Ia menyampaikan bahwa nilai utama yang diajarkan Natal adalah kerendahan hati dan pengorbanan. Kasih, katanya, selalu menjadi jalan untuk memulihkan relasi yang retak akibat ego dan kepentingan diri. \u201cNatal mengajarkan bahwa kasih selalu lebih kuat dari ego,\u201d ujar Fransiscus Go. Pesan tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak terjebak pada keakuan yang justru menjauhkan satu sama lain. Dalam kehidupan sosial, ego kerap menjadi sumber konflik, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat. Fransiscus Go menilai, tanpa kasih, perbedaan mudah berubah menjadi perpecahan. Ia menekankan bahwa semangat Natal mengajak setiap orang untuk membuka hati, mendengar, dan memahami sesama. Dengan demikian, toleransi dan persaudaraan dapat tumbuh di tengah keberagaman. Menurutnya, kasih tidak selalu diwujudkan dalam hal besar, tetapi juga melalui sikap sederhana seperti saling menghargai, memaafkan, dan membantu tanpa pamrih. Inilah makna Natal yang perlu dihidupi dalam keseharian. Fransiscus Go juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Natal sebagai titik balik memperbaiki relasi yang renggang. Mengalahkan ego, katanya, adalah langkah awal untuk menghadirkan damai yang sejati. Ia berharap pesan Natal dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Kasih yang mengalahkan ego diyakini mampu memperkuat persatuan dan solidaritas sosial. Menutup pernyataannya, Fransiscus Go mengingatkan bahwa nilai Natal seharusnya tidak berhenti pada perayaan tahunan, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata sepanjang tahun.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1276,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[148,15,147,150,149],"class_list":["post-1275","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-ego","tag-fransiscus-go","tag-hari-natal","tag-jalan-perdamaian","tag-kasih"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Fransiscus Go menegaskan bahwa perayaan Natal membawa pesan mendalam tentang kekuatan kasih dalam kehidupan manusia. Menurutnya, Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menempatkan kasih di atas kepentingan pribadi. Ia menyampaikan bahwa nilai utama yang diajarkan Natal adalah kerendahan hati dan pengorbanan. Kasih, katanya, selalu menjadi jalan untuk memulihkan relasi yang retak akibat ego dan kepentingan diri. \u201cNatal mengajarkan bahwa kasih selalu lebih kuat dari ego,\u201d ujar Fransiscus Go. Pesan tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak terjebak pada keakuan yang justru menjauhkan satu sama lain. Dalam kehidupan sosial, ego kerap menjadi sumber konflik, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat. Fransiscus Go menilai, tanpa kasih, perbedaan mudah berubah menjadi perpecahan. Ia menekankan bahwa semangat Natal mengajak setiap orang untuk membuka hati, mendengar, dan memahami sesama. Dengan demikian, toleransi dan persaudaraan dapat tumbuh di tengah keberagaman. Menurutnya, kasih tidak selalu diwujudkan dalam hal besar, tetapi juga melalui sikap sederhana seperti saling menghargai, memaafkan, dan membantu tanpa pamrih. Inilah makna Natal yang perlu dihidupi dalam keseharian. Fransiscus Go juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Natal sebagai titik balik memperbaiki relasi yang renggang. Mengalahkan ego, katanya, adalah langkah awal untuk menghadirkan damai yang sejati. Ia berharap pesan Natal dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Kasih yang mengalahkan ego diyakini mampu memperkuat persatuan dan solidaritas sosial. Menutup pernyataannya, Fransiscus Go mengingatkan bahwa nilai Natal seharusnya tidak berhenti pada perayaan tahunan, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata sepanjang tahun.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-25T12:29:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251225-WA0003.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/\",\"name\":\"Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251225-WA0003.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-25T12:29:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251225-WA0003.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251225-WA0003.jpg\",\"width\":1080,\"height\":850},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian - Yayasan Felix Maria","og_description":"Fransiscus Go menegaskan bahwa perayaan Natal membawa pesan mendalam tentang kekuatan kasih dalam kehidupan manusia. Menurutnya, Natal bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi untuk menempatkan kasih di atas kepentingan pribadi. Ia menyampaikan bahwa nilai utama yang diajarkan Natal adalah kerendahan hati dan pengorbanan. Kasih, katanya, selalu menjadi jalan untuk memulihkan relasi yang retak akibat ego dan kepentingan diri. \u201cNatal mengajarkan bahwa kasih selalu lebih kuat dari ego,\u201d ujar Fransiscus Go. Pesan tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak terjebak pada keakuan yang justru menjauhkan satu sama lain. Dalam kehidupan sosial, ego kerap menjadi sumber konflik, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat. Fransiscus Go menilai, tanpa kasih, perbedaan mudah berubah menjadi perpecahan. Ia menekankan bahwa semangat Natal mengajak setiap orang untuk membuka hati, mendengar, dan memahami sesama. Dengan demikian, toleransi dan persaudaraan dapat tumbuh di tengah keberagaman. Menurutnya, kasih tidak selalu diwujudkan dalam hal besar, tetapi juga melalui sikap sederhana seperti saling menghargai, memaafkan, dan membantu tanpa pamrih. Inilah makna Natal yang perlu dihidupi dalam keseharian. Fransiscus Go juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Natal sebagai titik balik memperbaiki relasi yang renggang. Mengalahkan ego, katanya, adalah langkah awal untuk menghadirkan damai yang sejati. Ia berharap pesan Natal dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Kasih yang mengalahkan ego diyakini mampu memperkuat persatuan dan solidaritas sosial. Menutup pernyataannya, Fransiscus Go mengingatkan bahwa nilai Natal seharusnya tidak berhenti pada perayaan tahunan, tetapi terus hidup dalam tindakan nyata sepanjang tahun.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2025-12-25T12:29:07+00:00","og_image":[{"width":1080,"height":850,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251225-WA0003.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/","name":"Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251225-WA0003.jpg","datePublished":"2025-12-25T12:29:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251225-WA0003.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/IMG-20251225-WA0003.jpg","width":1080,"height":850},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/12\/25\/makna-natal-menurut-fransiscus-go-kasih-jadi-jalan-perdamaian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Makna Natal Menurut Fransiscus Go, Kasih Jadi Jalan Perdamaian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1275"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1277,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1275\/revisions\/1277"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1276"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1275"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1275"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1275"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}