{"id":1231,"date":"2025-11-10T11:28:48","date_gmt":"2025-11-10T11:28:48","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1231"},"modified":"2025-11-10T11:28:48","modified_gmt":"2025-11-10T11:28:48","slug":"semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/","title":{"rendered":"Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Pendiri Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk melawan ketergantungan dan membangun kemandirian. Menurutnya, semangat kepahlawanan masa kini tidak hanya diukur dari keberanian di medan perang, tetapi juga dari kemampuan membantu sesama agar mampu berdiri di atas kakinya sendiri.<\/p>\n<p>\u201cPahlawan itu tidak harus berperang. Cukup menolong orang lain agar bisa berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d ujar Fransiscus Go dalam keterangan tertulis, Senin (10\/11\/2025).<\/p>\n<p>Tokoh asal Nusa Tenggara Timur itu dikenal sebagai penggagas konsep Tumhiho, singkatan dari Tumbuh Mandiri Hidup Terhormat. Ia menegaskan bahwa Tumhiho bukanlah program politik ataupun proyek pemerintah, melainkan gerakan moral untuk membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.<\/p>\n<p>\u201cBagi saya, kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat tidak lagi menggantungkan hidup pada belas kasihan. Kalau dulu pahlawan berjuang mengusir penjajah, sekarang perjuangannya adalah melawan ketergantungan,\u201d kata alumni Lemhannas Angkatan 49 itu.<\/p>\n<p>Fransiscus mencontohkan penerapan nilai-nilai Tumhiho di Desa Maumolo, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Melalui YFMG, ia menggagas pembangunan sumur bor agar warga memiliki akses air bersih sepanjang tahun. Program itu kemudian berkembang menjadi inisiatif kebun sayur, peternakan, dan usaha rumah tangga yang meningkatkan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak datang memberi bantuan dan pergi. Kami datang untuk menyalakan semangat. Begitu air mengalir, warga mulai menanam, menjual hasil panen, dan menghidupi keluarganya. Itulah Tumhiho,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Fransiscus, setiap program sosial harus dirancang agar masyarakat dapat tumbuh dan berdaya. \u201cBantuan yang baik bukan yang membuat bergantung, tapi yang memampukan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menilai semangat kepahlawanan di era modern harus dimaknai lebih luas. \u201cPetani yang tetap menanam di musim kering, guru yang mengajar di pelosok, atau pemuda yang pulang kampung untuk membuka usaha kecil \u2014 mereka semua pahlawan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Istilah Tumhiho, lanjut Fransiscus, lahir dari keprihatinan terhadap banyak masyarakat yang masih menunggu bantuan. \u201cSaya ingin kita semua kembali percaya diri. Tuhan sudah memberi akal, tenaga, dan waktu. Itu cukup untuk hidup terhormat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Fransiscus menegaskan bahwa Tumhiho bukan sekadar slogan, tetapi cara hidup yang harus diterapkan oleh setiap warga bangsa. \u201cBangsa yang besar bukan yang paling kaya, tapi yang berani bekerja dan saling menolong,\u201d pungkasnya<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Pendiri Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk melawan ketergantungan dan membangun kemandirian. Menurutnya, semangat kepahlawanan masa kini tidak hanya diukur dari keberanian di medan perang, tetapi juga dari kemampuan membantu sesama agar mampu berdiri di atas kakinya sendiri. \u201cPahlawan itu tidak harus berperang. Cukup menolong orang lain agar bisa berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d ujar Fransiscus Go dalam keterangan tertulis, Senin (10\/11\/2025). Tokoh asal Nusa Tenggara Timur itu dikenal sebagai penggagas konsep Tumhiho, singkatan dari Tumbuh Mandiri Hidup Terhormat. Ia menegaskan bahwa Tumhiho bukanlah program politik ataupun proyek pemerintah, melainkan gerakan moral untuk membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. \u201cBagi saya, kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat tidak lagi menggantungkan hidup pada belas kasihan. Kalau dulu pahlawan berjuang mengusir penjajah, sekarang perjuangannya adalah melawan ketergantungan,\u201d kata alumni Lemhannas Angkatan 49 itu. Fransiscus mencontohkan penerapan nilai-nilai Tumhiho di Desa Maumolo, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Melalui YFMG, ia menggagas pembangunan sumur bor agar warga memiliki akses air bersih sepanjang tahun. Program itu kemudian berkembang menjadi inisiatif kebun sayur, peternakan, dan usaha rumah tangga yang meningkatkan ekonomi masyarakat. \u201cKami tidak datang memberi bantuan dan pergi. Kami datang untuk menyalakan semangat. Begitu air mengalir, warga mulai menanam, menjual hasil panen, dan menghidupi keluarganya. Itulah Tumhiho,\u201d jelasnya. Menurut Fransiscus, setiap program sosial harus dirancang agar masyarakat dapat tumbuh dan berdaya. \u201cBantuan yang baik bukan yang membuat bergantung, tapi yang memampukan,\u201d tegasnya. Ia menilai semangat kepahlawanan di era modern harus dimaknai lebih luas. \u201cPetani yang tetap menanam di musim kering, guru yang mengajar di pelosok, atau pemuda yang pulang kampung untuk membuka usaha kecil \u2014 mereka semua pahlawan,\u201d ujarnya. Istilah Tumhiho, lanjut Fransiscus, lahir dari keprihatinan terhadap banyak masyarakat yang masih menunggu bantuan. \u201cSaya ingin kita semua kembali percaya diri. Tuhan sudah memberi akal, tenaga, dan waktu. Itu cukup untuk hidup terhormat,\u201d katanya. Fransiscus menegaskan bahwa Tumhiho bukan sekadar slogan, tetapi cara hidup yang harus diterapkan oleh setiap warga bangsa. \u201cBangsa yang besar bukan yang paling kaya, tapi yang berani bekerja dan saling menolong,\u201d pungkasnya<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[15,132,124],"class_list":["post-1231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-fransiscus-go","tag-hari-pahlawan","tag-tumhiho"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta \u2014 Pendiri Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk melawan ketergantungan dan membangun kemandirian. Menurutnya, semangat kepahlawanan masa kini tidak hanya diukur dari keberanian di medan perang, tetapi juga dari kemampuan membantu sesama agar mampu berdiri di atas kakinya sendiri. \u201cPahlawan itu tidak harus berperang. Cukup menolong orang lain agar bisa berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d ujar Fransiscus Go dalam keterangan tertulis, Senin (10\/11\/2025). Tokoh asal Nusa Tenggara Timur itu dikenal sebagai penggagas konsep Tumhiho, singkatan dari Tumbuh Mandiri Hidup Terhormat. Ia menegaskan bahwa Tumhiho bukanlah program politik ataupun proyek pemerintah, melainkan gerakan moral untuk membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. \u201cBagi saya, kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat tidak lagi menggantungkan hidup pada belas kasihan. Kalau dulu pahlawan berjuang mengusir penjajah, sekarang perjuangannya adalah melawan ketergantungan,\u201d kata alumni Lemhannas Angkatan 49 itu. Fransiscus mencontohkan penerapan nilai-nilai Tumhiho di Desa Maumolo, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Melalui YFMG, ia menggagas pembangunan sumur bor agar warga memiliki akses air bersih sepanjang tahun. Program itu kemudian berkembang menjadi inisiatif kebun sayur, peternakan, dan usaha rumah tangga yang meningkatkan ekonomi masyarakat. \u201cKami tidak datang memberi bantuan dan pergi. Kami datang untuk menyalakan semangat. Begitu air mengalir, warga mulai menanam, menjual hasil panen, dan menghidupi keluarganya. Itulah Tumhiho,\u201d jelasnya. Menurut Fransiscus, setiap program sosial harus dirancang agar masyarakat dapat tumbuh dan berdaya. \u201cBantuan yang baik bukan yang membuat bergantung, tapi yang memampukan,\u201d tegasnya. Ia menilai semangat kepahlawanan di era modern harus dimaknai lebih luas. \u201cPetani yang tetap menanam di musim kering, guru yang mengajar di pelosok, atau pemuda yang pulang kampung untuk membuka usaha kecil \u2014 mereka semua pahlawan,\u201d ujarnya. Istilah Tumhiho, lanjut Fransiscus, lahir dari keprihatinan terhadap banyak masyarakat yang masih menunggu bantuan. \u201cSaya ingin kita semua kembali percaya diri. Tuhan sudah memberi akal, tenaga, dan waktu. Itu cukup untuk hidup terhormat,\u201d katanya. Fransiscus menegaskan bahwa Tumhiho bukan sekadar slogan, tetapi cara hidup yang harus diterapkan oleh setiap warga bangsa. \u201cBangsa yang besar bukan yang paling kaya, tapi yang berani bekerja dan saling menolong,\u201d pungkasnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-10T11:28:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"168\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/\",\"name\":\"Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg\",\"datePublished\":\"2025-11-10T11:28:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg\",\"width\":300,\"height\":168},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan - Yayasan Felix Maria","og_description":"Jakarta \u2014 Pendiri Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk melawan ketergantungan dan membangun kemandirian. Menurutnya, semangat kepahlawanan masa kini tidak hanya diukur dari keberanian di medan perang, tetapi juga dari kemampuan membantu sesama agar mampu berdiri di atas kakinya sendiri. \u201cPahlawan itu tidak harus berperang. Cukup menolong orang lain agar bisa berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d ujar Fransiscus Go dalam keterangan tertulis, Senin (10\/11\/2025). Tokoh asal Nusa Tenggara Timur itu dikenal sebagai penggagas konsep Tumhiho, singkatan dari Tumbuh Mandiri Hidup Terhormat. Ia menegaskan bahwa Tumhiho bukanlah program politik ataupun proyek pemerintah, melainkan gerakan moral untuk membangun masyarakat yang mandiri, produktif, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. \u201cBagi saya, kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat tidak lagi menggantungkan hidup pada belas kasihan. Kalau dulu pahlawan berjuang mengusir penjajah, sekarang perjuangannya adalah melawan ketergantungan,\u201d kata alumni Lemhannas Angkatan 49 itu. Fransiscus mencontohkan penerapan nilai-nilai Tumhiho di Desa Maumolo, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Melalui YFMG, ia menggagas pembangunan sumur bor agar warga memiliki akses air bersih sepanjang tahun. Program itu kemudian berkembang menjadi inisiatif kebun sayur, peternakan, dan usaha rumah tangga yang meningkatkan ekonomi masyarakat. \u201cKami tidak datang memberi bantuan dan pergi. Kami datang untuk menyalakan semangat. Begitu air mengalir, warga mulai menanam, menjual hasil panen, dan menghidupi keluarganya. Itulah Tumhiho,\u201d jelasnya. Menurut Fransiscus, setiap program sosial harus dirancang agar masyarakat dapat tumbuh dan berdaya. \u201cBantuan yang baik bukan yang membuat bergantung, tapi yang memampukan,\u201d tegasnya. Ia menilai semangat kepahlawanan di era modern harus dimaknai lebih luas. \u201cPetani yang tetap menanam di musim kering, guru yang mengajar di pelosok, atau pemuda yang pulang kampung untuk membuka usaha kecil \u2014 mereka semua pahlawan,\u201d ujarnya. Istilah Tumhiho, lanjut Fransiscus, lahir dari keprihatinan terhadap banyak masyarakat yang masih menunggu bantuan. \u201cSaya ingin kita semua kembali percaya diri. Tuhan sudah memberi akal, tenaga, dan waktu. Itu cukup untuk hidup terhormat,\u201d katanya. Fransiscus menegaskan bahwa Tumhiho bukan sekadar slogan, tetapi cara hidup yang harus diterapkan oleh setiap warga bangsa. \u201cBangsa yang besar bukan yang paling kaya, tapi yang berani bekerja dan saling menolong,\u201d pungkasnya","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2025-11-10T11:28:48+00:00","og_image":[{"width":300,"height":168,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/","name":"Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg","datePublished":"2025-11-10T11:28:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/aadasdsa.jpeg","width":300,"height":168},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/10\/semangat-tumhiho-fransiscus-go-dorong-kemandirian-masyarakat-di-hari-pahlawan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Semangat Tumhiho, Fransiscus Go Dorong Kemandirian Masyarakat di Hari Pahlawan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1231"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1231\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1232,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1231\/revisions\/1232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}