{"id":1222,"date":"2025-11-04T21:08:41","date_gmt":"2025-11-04T21:08:41","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1222"},"modified":"2025-11-04T21:08:41","modified_gmt":"2025-11-04T21:08:41","slug":"fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/","title":{"rendered":"Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Tokoh asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiscus Go, kembali menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya kemandirian dan kerja keras bagi bangsa Indonesia. Melalui unggahan di media sosialnya, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering menunggu bantuan, melainkan mulai menggerakkan potensi yang telah Tuhan anugerahkan.<\/p>\n<p>Menurut Fransiscus Go, banyak orang terjebak dalam kebiasaan menunggu\u2014menunggu bantuan datang, menunggu proyek, atau menunggu pekerjaan. Padahal, kata dia, Tuhan telah memberikan tiga modal besar yang luar biasa: akal, tenaga, dan waktu. Ketiga hal itu, jika digunakan dengan bijak, sudah cukup menjadi bekal untuk tumbuh dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cYang kita butuhkan bukan belas kasihan, tetapi kemauan untuk menggerakkan potensi yang sudah kita miliki,\u201d tulisnya dalam unggahan tersebut. Pernyataan ini menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana manusia seharusnya memanfaatkan sumber daya diri tanpa bergantung pada belas kasihan orang lain.<\/p>\n<p>Dari semangat itu, Fransiscus memperkenalkan gerakan bernama TUMHIHO, singkatan dari Tumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat. Gerakan ini, menurutnya, lahir dari kesadaran untuk kembali menumbuhkan semangat kemandirian dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa \u201ctumbuh\u201d berarti berani belajar dan memperbaiki diri, meski dalam keterbatasan. Setiap orang, kata dia, memiliki kesempatan untuk bertumbuh jika mau berusaha dan tidak menyerah terhadap keadaan. Tumbuh juga berarti memiliki mental pantang menyerah menghadapi tantangan hidup.<\/p>\n<p>Sementara itu, \u201cmandiri\u201d berarti tidak bergantung pada orang lain, melainkan mampu menciptakan peluang sendiri. Fransiscus mengajak masyarakat untuk berani memulai, berinovasi, dan melihat peluang dari hal-hal kecil yang ada di sekitar mereka.<\/p>\n<p>Baginya, \u201chidup terhormat\u201d adalah puncak dari kemandirian. Hidup terhormat bukan diukur dari seberapa kaya seseorang, tetapi dari sejauh mana ia bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan tidak bergantung pada belas kasihan orang lain. Nilai-nilai ini, kata Fransiscus, adalah pondasi penting dalam membangun bangsa yang bermartabat.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan bahwa bangsa yang kuat tidak diukur dari seberapa banyak bantuan yang diterima, melainkan dari keberanian rakyatnya untuk berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian menjadi tolok ukur sejati bagi kemajuan bangsa.<\/p>\n<p>\u201cBangsa yang kuat bukan diukur dari banyaknya bantuan yang diterima, tetapi dari seberapa berani rakyatnya berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Fransiscus mengajak masyarakat untuk kembali menyalakan semangat kerja keras dan gotong royong. Ia menilai, dua nilai itu adalah warisan luhur bangsa Indonesia yang kini mulai pudar akibat mental ketergantungan.<\/p>\n<p>\u201cMari hidupkan kembali semangat kerja dan gotong royong itu. Mulai dari rumah, dari kampung, dari diri sendiri,\u201d tulisnya menutup pesan. Ajakan tersebut menjadi seruan moral agar masyarakat kembali menumbuhkan rasa tanggung jawab, inisiatif, dan solidaritas sosial.<\/p>\n<p>Dengan semangat TUMHIHO, Fransiscus Go berharap generasi muda Indonesia mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungannya. Ia meyakini, bangsa yang besar hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang berani tumbuh, mandiri, dan hidup terhormat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Tokoh asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiscus Go, kembali menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya kemandirian dan kerja keras bagi bangsa Indonesia. Melalui unggahan di media sosialnya, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering menunggu bantuan, melainkan mulai menggerakkan potensi yang telah Tuhan anugerahkan. Menurut Fransiscus Go, banyak orang terjebak dalam kebiasaan menunggu\u2014menunggu bantuan datang, menunggu proyek, atau menunggu pekerjaan. Padahal, kata dia, Tuhan telah memberikan tiga modal besar yang luar biasa: akal, tenaga, dan waktu. Ketiga hal itu, jika digunakan dengan bijak, sudah cukup menjadi bekal untuk tumbuh dan menciptakan kehidupan yang lebih baik. \u201cYang kita butuhkan bukan belas kasihan, tetapi kemauan untuk menggerakkan potensi yang sudah kita miliki,\u201d tulisnya dalam unggahan tersebut. Pernyataan ini menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana manusia seharusnya memanfaatkan sumber daya diri tanpa bergantung pada belas kasihan orang lain. Dari semangat itu, Fransiscus memperkenalkan gerakan bernama TUMHIHO, singkatan dari Tumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat. Gerakan ini, menurutnya, lahir dari kesadaran untuk kembali menumbuhkan semangat kemandirian dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa \u201ctumbuh\u201d berarti berani belajar dan memperbaiki diri, meski dalam keterbatasan. Setiap orang, kata dia, memiliki kesempatan untuk bertumbuh jika mau berusaha dan tidak menyerah terhadap keadaan. Tumbuh juga berarti memiliki mental pantang menyerah menghadapi tantangan hidup. Sementara itu, \u201cmandiri\u201d berarti tidak bergantung pada orang lain, melainkan mampu menciptakan peluang sendiri. Fransiscus mengajak masyarakat untuk berani memulai, berinovasi, dan melihat peluang dari hal-hal kecil yang ada di sekitar mereka. Baginya, \u201chidup terhormat\u201d adalah puncak dari kemandirian. Hidup terhormat bukan diukur dari seberapa kaya seseorang, tetapi dari sejauh mana ia bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan tidak bergantung pada belas kasihan orang lain. Nilai-nilai ini, kata Fransiscus, adalah pondasi penting dalam membangun bangsa yang bermartabat. Ia juga menegaskan bahwa bangsa yang kuat tidak diukur dari seberapa banyak bantuan yang diterima, melainkan dari keberanian rakyatnya untuk berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian menjadi tolok ukur sejati bagi kemajuan bangsa. \u201cBangsa yang kuat bukan diukur dari banyaknya bantuan yang diterima, tetapi dari seberapa berani rakyatnya berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d tegasnya. Fransiscus mengajak masyarakat untuk kembali menyalakan semangat kerja keras dan gotong royong. Ia menilai, dua nilai itu adalah warisan luhur bangsa Indonesia yang kini mulai pudar akibat mental ketergantungan. \u201cMari hidupkan kembali semangat kerja dan gotong royong itu. Mulai dari rumah, dari kampung, dari diri sendiri,\u201d tulisnya menutup pesan. Ajakan tersebut menjadi seruan moral agar masyarakat kembali menumbuhkan rasa tanggung jawab, inisiatif, dan solidaritas sosial. Dengan semangat TUMHIHO, Fransiscus Go berharap generasi muda Indonesia mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungannya. Ia meyakini, bangsa yang besar hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang berani tumbuh, mandiri, dan hidup terhormat.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1223,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[15,127,16,124],"class_list":["post-1222","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-fransiscus-go","tag-kemandirian-bangsa","tag-ntt","tag-tumhiho"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat&quot; - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat&quot; - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta \u2013 Tokoh asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiscus Go, kembali menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya kemandirian dan kerja keras bagi bangsa Indonesia. Melalui unggahan di media sosialnya, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering menunggu bantuan, melainkan mulai menggerakkan potensi yang telah Tuhan anugerahkan. Menurut Fransiscus Go, banyak orang terjebak dalam kebiasaan menunggu\u2014menunggu bantuan datang, menunggu proyek, atau menunggu pekerjaan. Padahal, kata dia, Tuhan telah memberikan tiga modal besar yang luar biasa: akal, tenaga, dan waktu. Ketiga hal itu, jika digunakan dengan bijak, sudah cukup menjadi bekal untuk tumbuh dan menciptakan kehidupan yang lebih baik. \u201cYang kita butuhkan bukan belas kasihan, tetapi kemauan untuk menggerakkan potensi yang sudah kita miliki,\u201d tulisnya dalam unggahan tersebut. Pernyataan ini menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana manusia seharusnya memanfaatkan sumber daya diri tanpa bergantung pada belas kasihan orang lain. Dari semangat itu, Fransiscus memperkenalkan gerakan bernama TUMHIHO, singkatan dari Tumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat. Gerakan ini, menurutnya, lahir dari kesadaran untuk kembali menumbuhkan semangat kemandirian dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa \u201ctumbuh\u201d berarti berani belajar dan memperbaiki diri, meski dalam keterbatasan. Setiap orang, kata dia, memiliki kesempatan untuk bertumbuh jika mau berusaha dan tidak menyerah terhadap keadaan. Tumbuh juga berarti memiliki mental pantang menyerah menghadapi tantangan hidup. Sementara itu, \u201cmandiri\u201d berarti tidak bergantung pada orang lain, melainkan mampu menciptakan peluang sendiri. Fransiscus mengajak masyarakat untuk berani memulai, berinovasi, dan melihat peluang dari hal-hal kecil yang ada di sekitar mereka. Baginya, \u201chidup terhormat\u201d adalah puncak dari kemandirian. Hidup terhormat bukan diukur dari seberapa kaya seseorang, tetapi dari sejauh mana ia bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan tidak bergantung pada belas kasihan orang lain. Nilai-nilai ini, kata Fransiscus, adalah pondasi penting dalam membangun bangsa yang bermartabat. Ia juga menegaskan bahwa bangsa yang kuat tidak diukur dari seberapa banyak bantuan yang diterima, melainkan dari keberanian rakyatnya untuk berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian menjadi tolok ukur sejati bagi kemajuan bangsa. \u201cBangsa yang kuat bukan diukur dari banyaknya bantuan yang diterima, tetapi dari seberapa berani rakyatnya berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d tegasnya. Fransiscus mengajak masyarakat untuk kembali menyalakan semangat kerja keras dan gotong royong. Ia menilai, dua nilai itu adalah warisan luhur bangsa Indonesia yang kini mulai pudar akibat mental ketergantungan. \u201cMari hidupkan kembali semangat kerja dan gotong royong itu. Mulai dari rumah, dari kampung, dari diri sendiri,\u201d tulisnya menutup pesan. Ajakan tersebut menjadi seruan moral agar masyarakat kembali menumbuhkan rasa tanggung jawab, inisiatif, dan solidaritas sosial. Dengan semangat TUMHIHO, Fransiscus Go berharap generasi muda Indonesia mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungannya. Ia meyakini, bangsa yang besar hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang berani tumbuh, mandiri, dan hidup terhormat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-04T21:08:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot_20251105_035752_Facebook.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1033\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"593\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/\",\"name\":\"Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat\\\" - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot_20251105_035752_Facebook.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-04T21:08:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot_20251105_035752_Facebook.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot_20251105_035752_Facebook.jpg\",\"width\":1033,\"height\":593},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat&#8221;\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat\" - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat\" - Yayasan Felix Maria","og_description":"Jakarta \u2013 Tokoh asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiscus Go, kembali menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya kemandirian dan kerja keras bagi bangsa Indonesia. Melalui unggahan di media sosialnya, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering menunggu bantuan, melainkan mulai menggerakkan potensi yang telah Tuhan anugerahkan. Menurut Fransiscus Go, banyak orang terjebak dalam kebiasaan menunggu\u2014menunggu bantuan datang, menunggu proyek, atau menunggu pekerjaan. Padahal, kata dia, Tuhan telah memberikan tiga modal besar yang luar biasa: akal, tenaga, dan waktu. Ketiga hal itu, jika digunakan dengan bijak, sudah cukup menjadi bekal untuk tumbuh dan menciptakan kehidupan yang lebih baik. \u201cYang kita butuhkan bukan belas kasihan, tetapi kemauan untuk menggerakkan potensi yang sudah kita miliki,\u201d tulisnya dalam unggahan tersebut. Pernyataan ini menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana manusia seharusnya memanfaatkan sumber daya diri tanpa bergantung pada belas kasihan orang lain. Dari semangat itu, Fransiscus memperkenalkan gerakan bernama TUMHIHO, singkatan dari Tumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat. Gerakan ini, menurutnya, lahir dari kesadaran untuk kembali menumbuhkan semangat kemandirian dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa \u201ctumbuh\u201d berarti berani belajar dan memperbaiki diri, meski dalam keterbatasan. Setiap orang, kata dia, memiliki kesempatan untuk bertumbuh jika mau berusaha dan tidak menyerah terhadap keadaan. Tumbuh juga berarti memiliki mental pantang menyerah menghadapi tantangan hidup. Sementara itu, \u201cmandiri\u201d berarti tidak bergantung pada orang lain, melainkan mampu menciptakan peluang sendiri. Fransiscus mengajak masyarakat untuk berani memulai, berinovasi, dan melihat peluang dari hal-hal kecil yang ada di sekitar mereka. Baginya, \u201chidup terhormat\u201d adalah puncak dari kemandirian. Hidup terhormat bukan diukur dari seberapa kaya seseorang, tetapi dari sejauh mana ia bekerja dengan jujur, bertanggung jawab, dan tidak bergantung pada belas kasihan orang lain. Nilai-nilai ini, kata Fransiscus, adalah pondasi penting dalam membangun bangsa yang bermartabat. Ia juga menegaskan bahwa bangsa yang kuat tidak diukur dari seberapa banyak bantuan yang diterima, melainkan dari keberanian rakyatnya untuk berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian menjadi tolok ukur sejati bagi kemajuan bangsa. \u201cBangsa yang kuat bukan diukur dari banyaknya bantuan yang diterima, tetapi dari seberapa berani rakyatnya berdiri di atas kakinya sendiri,\u201d tegasnya. Fransiscus mengajak masyarakat untuk kembali menyalakan semangat kerja keras dan gotong royong. Ia menilai, dua nilai itu adalah warisan luhur bangsa Indonesia yang kini mulai pudar akibat mental ketergantungan. \u201cMari hidupkan kembali semangat kerja dan gotong royong itu. Mulai dari rumah, dari kampung, dari diri sendiri,\u201d tulisnya menutup pesan. Ajakan tersebut menjadi seruan moral agar masyarakat kembali menumbuhkan rasa tanggung jawab, inisiatif, dan solidaritas sosial. Dengan semangat TUMHIHO, Fransiscus Go berharap generasi muda Indonesia mampu menjadi pelopor perubahan di lingkungannya. Ia meyakini, bangsa yang besar hanya dapat dibangun oleh masyarakat yang berani tumbuh, mandiri, dan hidup terhormat.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2025-11-04T21:08:41+00:00","og_image":[{"width":1033,"height":593,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot_20251105_035752_Facebook.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/","name":"Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat\" - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot_20251105_035752_Facebook.jpg","datePublished":"2025-11-04T21:08:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot_20251105_035752_Facebook.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot_20251105_035752_Facebook.jpg","width":1033,"height":593},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/11\/04\/fransiscus-go-ajak-masyarakat-bangkit-lewat-semangat-tumbuh-mandiri-hidup-terhormat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fransiscus Go Ajak Masyarakat Bangkit Lewat Semangat \u201cTumbuh, Mandiri, Hidup Terhormat&#8221;"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1222"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1222\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1224,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1222\/revisions\/1224"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1223"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}