{"id":1213,"date":"2025-10-31T14:18:26","date_gmt":"2025-10-31T14:18:26","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1213"},"modified":"2025-10-31T14:18:26","modified_gmt":"2025-10-31T14:18:26","slug":"fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/","title":{"rendered":"Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Tokoh asal Nusa Tenggara Timur, Ir. Fransiscus Go, menghadiri diskusi bersama para anggota PMKRI Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, Fransiscus berbagi pandangan tentang peran pemuda dalam membangun ekonomi nasional. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat.<\/p>\n<p>Fransiscus mengaku terinspirasi oleh antusiasme para peserta yang hadir. Ia menuturkan, generasi muda yang sering dianggap apatis dan malas belajar ternyata menunjukkan semangat tinggi untuk berdiskusi. \u201cSaya melihat sendiri bagaimana mereka datang, berbicara, dan berpikir kritis tentang masa depan mereka dan bangsanya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Fransiscus, pertemuan tersebut semakin meyakinkannya bahwa masa depan Indonesia emas 2045 berada di tangan generasi muda yang mau belajar dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa semangat belajar dan kemauan untuk berproses menjadi kunci utama menuju kemajuan bangsa.<\/p>\n<p>Namun, Fransiscus juga menekankan bahwa semangat saja tidak cukup. Diperlukan pondasi karakter yang kuat agar generasi muda mampu bersaing dan membawa perubahan positif. Ia menyebut ada tiga hal penting yang perlu ditanamkan sejak dini agar cita-cita itu tercapai.<\/p>\n<p>Pertama, menurutnya, adalah kedisiplinan. Fransiscus menjelaskan bahwa disiplin berarti komitmen untuk menekuni pilihan hidup dan terus belajar dari setiap proses. \u201cTanpa disiplin, semua rencana hanya akan menjadi angan-angan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kedua, kemandirian, baik secara intelektual maupun ekonomi. Ia mengajak generasi muda untuk tidak bergantung, melainkan berani menciptakan peluang. \u201cPemuda harus bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Hal ketiga yang ditekankan Fransiscus adalah integritas. Ia menilai nilai kejujuran dan tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam setiap langkah dan keputusan. \u201cIntegritas adalah nilai yang tidak boleh ditawar, karena itu yang menentukan arah masa depan seseorang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Fransiscus berharap tiga nilai tersebut\u2014disiplin, mandiri, dan berintegritas\u2014dapat menjadi pegangan bagi generasi muda dalam berkontribusi untuk bangsa. Dengan karakter yang kuat, katanya, Indonesia akan memiliki generasi yang tangguh dan berdaya saing.<\/p>\n<p>\u201cSaya percaya, dengan tiga hal itu, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik,\u201d tutup Fransiscus dengan optimis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 Tokoh asal Nusa Tenggara Timur, Ir. Fransiscus Go, menghadiri diskusi bersama para anggota PMKRI Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, Fransiscus berbagi pandangan tentang peran pemuda dalam membangun ekonomi nasional. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Fransiscus mengaku terinspirasi oleh antusiasme para peserta yang hadir. Ia menuturkan, generasi muda yang sering dianggap apatis dan malas belajar ternyata menunjukkan semangat tinggi untuk berdiskusi. \u201cSaya melihat sendiri bagaimana mereka datang, berbicara, dan berpikir kritis tentang masa depan mereka dan bangsanya,\u201d ujarnya. Menurut Fransiscus, pertemuan tersebut semakin meyakinkannya bahwa masa depan Indonesia emas 2045 berada di tangan generasi muda yang mau belajar dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa semangat belajar dan kemauan untuk berproses menjadi kunci utama menuju kemajuan bangsa. Namun, Fransiscus juga menekankan bahwa semangat saja tidak cukup. Diperlukan pondasi karakter yang kuat agar generasi muda mampu bersaing dan membawa perubahan positif. Ia menyebut ada tiga hal penting yang perlu ditanamkan sejak dini agar cita-cita itu tercapai. Pertama, menurutnya, adalah kedisiplinan. Fransiscus menjelaskan bahwa disiplin berarti komitmen untuk menekuni pilihan hidup dan terus belajar dari setiap proses. \u201cTanpa disiplin, semua rencana hanya akan menjadi angan-angan,\u201d tegasnya. Kedua, kemandirian, baik secara intelektual maupun ekonomi. Ia mengajak generasi muda untuk tidak bergantung, melainkan berani menciptakan peluang. \u201cPemuda harus bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan,\u201d tambahnya. Hal ketiga yang ditekankan Fransiscus adalah integritas. Ia menilai nilai kejujuran dan tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam setiap langkah dan keputusan. \u201cIntegritas adalah nilai yang tidak boleh ditawar, karena itu yang menentukan arah masa depan seseorang,\u201d ungkapnya. Fransiscus berharap tiga nilai tersebut\u2014disiplin, mandiri, dan berintegritas\u2014dapat menjadi pegangan bagi generasi muda dalam berkontribusi untuk bangsa. Dengan karakter yang kuat, katanya, Indonesia akan memiliki generasi yang tangguh dan berdaya saing. \u201cSaya percaya, dengan tiga hal itu, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik,\u201d tutup Fransiscus dengan optimis.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1214,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[15,122,123,121],"class_list":["post-1213","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-fransiscus-go","tag-integritas","tag-mandiri","tag-pemuda"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta \u2013 Tokoh asal Nusa Tenggara Timur, Ir. Fransiscus Go, menghadiri diskusi bersama para anggota PMKRI Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, Fransiscus berbagi pandangan tentang peran pemuda dalam membangun ekonomi nasional. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Fransiscus mengaku terinspirasi oleh antusiasme para peserta yang hadir. Ia menuturkan, generasi muda yang sering dianggap apatis dan malas belajar ternyata menunjukkan semangat tinggi untuk berdiskusi. \u201cSaya melihat sendiri bagaimana mereka datang, berbicara, dan berpikir kritis tentang masa depan mereka dan bangsanya,\u201d ujarnya. Menurut Fransiscus, pertemuan tersebut semakin meyakinkannya bahwa masa depan Indonesia emas 2045 berada di tangan generasi muda yang mau belajar dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa semangat belajar dan kemauan untuk berproses menjadi kunci utama menuju kemajuan bangsa. Namun, Fransiscus juga menekankan bahwa semangat saja tidak cukup. Diperlukan pondasi karakter yang kuat agar generasi muda mampu bersaing dan membawa perubahan positif. Ia menyebut ada tiga hal penting yang perlu ditanamkan sejak dini agar cita-cita itu tercapai. Pertama, menurutnya, adalah kedisiplinan. Fransiscus menjelaskan bahwa disiplin berarti komitmen untuk menekuni pilihan hidup dan terus belajar dari setiap proses. \u201cTanpa disiplin, semua rencana hanya akan menjadi angan-angan,\u201d tegasnya. Kedua, kemandirian, baik secara intelektual maupun ekonomi. Ia mengajak generasi muda untuk tidak bergantung, melainkan berani menciptakan peluang. \u201cPemuda harus bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan,\u201d tambahnya. Hal ketiga yang ditekankan Fransiscus adalah integritas. Ia menilai nilai kejujuran dan tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam setiap langkah dan keputusan. \u201cIntegritas adalah nilai yang tidak boleh ditawar, karena itu yang menentukan arah masa depan seseorang,\u201d ungkapnya. Fransiscus berharap tiga nilai tersebut\u2014disiplin, mandiri, dan berintegritas\u2014dapat menjadi pegangan bagi generasi muda dalam berkontribusi untuk bangsa. Dengan karakter yang kuat, katanya, Indonesia akan memiliki generasi yang tangguh dan berdaya saing. \u201cSaya percaya, dengan tiga hal itu, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik,\u201d tutup Fransiscus dengan optimis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-31T14:18:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251031-WA0008.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/\",\"name\":\"Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251031-WA0008.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-31T14:18:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251031-WA0008.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251031-WA0008.jpg\",\"width\":1600,\"height\":900},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat - Yayasan Felix Maria","og_description":"Jakarta \u2013 Tokoh asal Nusa Tenggara Timur, Ir. Fransiscus Go, menghadiri diskusi bersama para anggota PMKRI Jakarta Timur. Dalam pertemuan tersebut, Fransiscus berbagi pandangan tentang peran pemuda dalam membangun ekonomi nasional. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Fransiscus mengaku terinspirasi oleh antusiasme para peserta yang hadir. Ia menuturkan, generasi muda yang sering dianggap apatis dan malas belajar ternyata menunjukkan semangat tinggi untuk berdiskusi. \u201cSaya melihat sendiri bagaimana mereka datang, berbicara, dan berpikir kritis tentang masa depan mereka dan bangsanya,\u201d ujarnya. Menurut Fransiscus, pertemuan tersebut semakin meyakinkannya bahwa masa depan Indonesia emas 2045 berada di tangan generasi muda yang mau belajar dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa semangat belajar dan kemauan untuk berproses menjadi kunci utama menuju kemajuan bangsa. Namun, Fransiscus juga menekankan bahwa semangat saja tidak cukup. Diperlukan pondasi karakter yang kuat agar generasi muda mampu bersaing dan membawa perubahan positif. Ia menyebut ada tiga hal penting yang perlu ditanamkan sejak dini agar cita-cita itu tercapai. Pertama, menurutnya, adalah kedisiplinan. Fransiscus menjelaskan bahwa disiplin berarti komitmen untuk menekuni pilihan hidup dan terus belajar dari setiap proses. \u201cTanpa disiplin, semua rencana hanya akan menjadi angan-angan,\u201d tegasnya. Kedua, kemandirian, baik secara intelektual maupun ekonomi. Ia mengajak generasi muda untuk tidak bergantung, melainkan berani menciptakan peluang. \u201cPemuda harus bisa mandiri dan menciptakan lapangan kerja, bukan hanya mencari pekerjaan,\u201d tambahnya. Hal ketiga yang ditekankan Fransiscus adalah integritas. Ia menilai nilai kejujuran dan tanggung jawab menjadi fondasi utama dalam setiap langkah dan keputusan. \u201cIntegritas adalah nilai yang tidak boleh ditawar, karena itu yang menentukan arah masa depan seseorang,\u201d ungkapnya. Fransiscus berharap tiga nilai tersebut\u2014disiplin, mandiri, dan berintegritas\u2014dapat menjadi pegangan bagi generasi muda dalam berkontribusi untuk bangsa. Dengan karakter yang kuat, katanya, Indonesia akan memiliki generasi yang tangguh dan berdaya saing. \u201cSaya percaya, dengan tiga hal itu, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang mampu membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik,\u201d tutup Fransiscus dengan optimis.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2025-10-31T14:18:26+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":900,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251031-WA0008.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/","name":"Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251031-WA0008.jpg","datePublished":"2025-10-31T14:18:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251031-WA0008.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/IMG-20251031-WA0008.jpg","width":1600,"height":900},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/31\/fransiscus-go-semangat-saja-tak-cukup-pemuda-harus-berkarakter-kuat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fransiscus Go: Semangat Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Berkarakter Kuat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1213"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1213\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1215,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1213\/revisions\/1215"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}