{"id":1207,"date":"2025-10-30T09:34:07","date_gmt":"2025-10-30T09:34:07","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1207"},"modified":"2025-10-30T09:34:07","modified_gmt":"2025-10-30T09:34:07","slug":"ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/","title":{"rendered":"Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital"},"content":{"rendered":"<p><strong>Jakarta<\/strong> \u2014 Setelah sukses dengan karya ilmiah pertamanya yang mengulas <em>Protokol Notaris Pensiun Tanpa Pemegang Protokol<\/em>, notaris dan PPAT berpengalaman Ira Sudjono kembali merilis buku terbarunya yang berjudul <em>Etika Profesi Notaris: Panduan Praktis Notaris Masa Kini<\/em>. Buku yang diterbitkan oleh PT Quantum Media Aksara ini diharapkan menjadi referensi penting bagi notaris, calon notaris, dan mahasiswa hukum yang ingin memperdalam pemahaman tentang etika dan integritas profesi di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi.<\/p>\n<p>Dalam wawancara langsung, Ira mengungkapkan bahwa ide menulis buku ini berawal dari keprihatinannya terhadap meningkatnya pelanggaran etika di dunia kenotariatan. Ia menyoroti berbagai kasus, mulai dari benturan kepentingan hingga praktik promosi berlebihan di media sosial yang dinilai berpotensi mencoreng citra profesi.<\/p>\n<p>\u201cSaya menulis buku ini karena melihat bahwa etika bukan sekadar teori, melainkan panduan moral yang harus selalu diasah. Profesi notaris menuntut kejujuran, netralitas, dan tanggung jawab tinggi di tengah tekanan pasar dan godaan komersialisasi,\u201d ujar Ira Sudjono saat ditemui di Jakarta.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ira berharap karyanya ini tidak hanya menjadi bacaan akademik, tetapi juga panduan praktis yang dapat diimplementasikan oleh para notaris dalam keseharian profesional mereka. Menurutnya, etika merupakan benteng terakhir yang menjaga kehormatan dan kepercayaan publik terhadap profesi notaris.<\/p>\n<p>\u201cHarapan saya, buku ini bukan hanya dibaca, tapi juga dipraktikkan. Etika adalah benteng kehormatan profesi kita. Jika itu runtuh, runtuh pula kepercayaan publik terhadap notaris,\u201d tambahnya penuh penekanan.<\/p>\n<p>Apresiasi juga datang dari Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Dr. Aloysius Uwiyono, S.H., M.H., yang turut menulis kata pengantar dalam buku tersebut. \u201cSetelah saya membaca secara keseluruhan, buku ini sangat menarik sekali untuk para notaris dan calon notaris. Semoga buku ini menjadi <em>best seller<\/em>,\u201d tutur Prof. Aloysius.<\/p>\n<p>Buku ini menjadi karya kedua Ira Sudjono setelah sebelumnya sukses dengan buku <em>Protokol Notaris: Permasalahan Protokol Notaris Pensiun tanpa Pemegang Protokol Terkait Akta Wasiat<\/em> (PT Quantum Media Aksara, 2024), yang diadaptasi dari disertasinya di Universitas Trisakti. Buku pertamanya sempat menjadi sorotan media dan kalangan akademisi karena membahas isu hukum yang jarang diangkat dalam praktik kenotariatan.<\/p>\n<p>Peluncuran <em>Etika Profesi Notaris<\/em> bertepatan dengan hari ulang tahun Ira Sudjono pada 30 Oktober, menjadikannya momen simbolis dalam perjalanan panjang kariernya di dunia hukum dan kenotariatan. Momentum ini menandai pergeseran fokus karyanya dari ranah teknis kenotariatan menuju refleksi moral dan tanggung jawab sosial profesi.<\/p>\n<p>Dalam bukunya, Ira membahas enam tema besar, antara lain sistem pengawasan dan sanksi etis, peran notaris di pasar modal, hingga tantangan menjaga profesionalisme di Era Digital. Ia berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi para notaris untuk meneguhkan kembali komitmen pada integritas dan pelayanan publik. Untuk pemesanan dan diskusi lebih lanjut, pembaca dapat langsung menghubungi penulis melalui kanal resmi PT Quantum Media Aksara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2014 Setelah sukses dengan karya ilmiah pertamanya yang mengulas Protokol Notaris Pensiun Tanpa Pemegang Protokol, notaris dan PPAT berpengalaman Ira Sudjono kembali merilis buku terbarunya yang berjudul Etika Profesi Notaris: Panduan Praktis Notaris Masa Kini. Buku yang diterbitkan oleh PT Quantum Media Aksara ini diharapkan menjadi referensi penting bagi notaris, calon notaris, dan mahasiswa hukum yang ingin memperdalam pemahaman tentang etika dan integritas profesi di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi. Dalam wawancara langsung, Ira mengungkapkan bahwa ide menulis buku ini berawal dari keprihatinannya terhadap meningkatnya pelanggaran etika di dunia kenotariatan. Ia menyoroti berbagai kasus, mulai dari benturan kepentingan hingga praktik promosi berlebihan di media sosial yang dinilai berpotensi mencoreng citra profesi. \u201cSaya menulis buku ini karena melihat bahwa etika bukan sekadar teori, melainkan panduan moral yang harus selalu diasah. Profesi notaris menuntut kejujuran, netralitas, dan tanggung jawab tinggi di tengah tekanan pasar dan godaan komersialisasi,\u201d ujar Ira Sudjono saat ditemui di Jakarta. Lebih lanjut, Ira berharap karyanya ini tidak hanya menjadi bacaan akademik, tetapi juga panduan praktis yang dapat diimplementasikan oleh para notaris dalam keseharian profesional mereka. Menurutnya, etika merupakan benteng terakhir yang menjaga kehormatan dan kepercayaan publik terhadap profesi notaris. \u201cHarapan saya, buku ini bukan hanya dibaca, tapi juga dipraktikkan. Etika adalah benteng kehormatan profesi kita. Jika itu runtuh, runtuh pula kepercayaan publik terhadap notaris,\u201d tambahnya penuh penekanan. Apresiasi juga datang dari Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Dr. Aloysius Uwiyono, S.H., M.H., yang turut menulis kata pengantar dalam buku tersebut. \u201cSetelah saya membaca secara keseluruhan, buku ini sangat menarik sekali untuk para notaris dan calon notaris. Semoga buku ini menjadi best seller,\u201d tutur Prof. Aloysius. Buku ini menjadi karya kedua Ira Sudjono setelah sebelumnya sukses dengan buku Protokol Notaris: Permasalahan Protokol Notaris Pensiun tanpa Pemegang Protokol Terkait Akta Wasiat (PT Quantum Media Aksara, 2024), yang diadaptasi dari disertasinya di Universitas Trisakti. Buku pertamanya sempat menjadi sorotan media dan kalangan akademisi karena membahas isu hukum yang jarang diangkat dalam praktik kenotariatan. Peluncuran Etika Profesi Notaris bertepatan dengan hari ulang tahun Ira Sudjono pada 30 Oktober, menjadikannya momen simbolis dalam perjalanan panjang kariernya di dunia hukum dan kenotariatan. Momentum ini menandai pergeseran fokus karyanya dari ranah teknis kenotariatan menuju refleksi moral dan tanggung jawab sosial profesi. Dalam bukunya, Ira membahas enam tema besar, antara lain sistem pengawasan dan sanksi etis, peran notaris di pasar modal, hingga tantangan menjaga profesionalisme di Era Digital. Ia berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi para notaris untuk meneguhkan kembali komitmen pada integritas dan pelayanan publik. Untuk pemesanan dan diskusi lebih lanjut, pembaca dapat langsung menghubungi penulis melalui kanal resmi PT Quantum Media Aksara.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1208,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[120,118,119],"class_list":["post-1207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-etika-profesi","tag-ira-sudjono","tag-notaris"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta \u2014 Setelah sukses dengan karya ilmiah pertamanya yang mengulas Protokol Notaris Pensiun Tanpa Pemegang Protokol, notaris dan PPAT berpengalaman Ira Sudjono kembali merilis buku terbarunya yang berjudul Etika Profesi Notaris: Panduan Praktis Notaris Masa Kini. Buku yang diterbitkan oleh PT Quantum Media Aksara ini diharapkan menjadi referensi penting bagi notaris, calon notaris, dan mahasiswa hukum yang ingin memperdalam pemahaman tentang etika dan integritas profesi di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi. Dalam wawancara langsung, Ira mengungkapkan bahwa ide menulis buku ini berawal dari keprihatinannya terhadap meningkatnya pelanggaran etika di dunia kenotariatan. Ia menyoroti berbagai kasus, mulai dari benturan kepentingan hingga praktik promosi berlebihan di media sosial yang dinilai berpotensi mencoreng citra profesi. \u201cSaya menulis buku ini karena melihat bahwa etika bukan sekadar teori, melainkan panduan moral yang harus selalu diasah. Profesi notaris menuntut kejujuran, netralitas, dan tanggung jawab tinggi di tengah tekanan pasar dan godaan komersialisasi,\u201d ujar Ira Sudjono saat ditemui di Jakarta. Lebih lanjut, Ira berharap karyanya ini tidak hanya menjadi bacaan akademik, tetapi juga panduan praktis yang dapat diimplementasikan oleh para notaris dalam keseharian profesional mereka. Menurutnya, etika merupakan benteng terakhir yang menjaga kehormatan dan kepercayaan publik terhadap profesi notaris. \u201cHarapan saya, buku ini bukan hanya dibaca, tapi juga dipraktikkan. Etika adalah benteng kehormatan profesi kita. Jika itu runtuh, runtuh pula kepercayaan publik terhadap notaris,\u201d tambahnya penuh penekanan. Apresiasi juga datang dari Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Dr. Aloysius Uwiyono, S.H., M.H., yang turut menulis kata pengantar dalam buku tersebut. \u201cSetelah saya membaca secara keseluruhan, buku ini sangat menarik sekali untuk para notaris dan calon notaris. Semoga buku ini menjadi best seller,\u201d tutur Prof. Aloysius. Buku ini menjadi karya kedua Ira Sudjono setelah sebelumnya sukses dengan buku Protokol Notaris: Permasalahan Protokol Notaris Pensiun tanpa Pemegang Protokol Terkait Akta Wasiat (PT Quantum Media Aksara, 2024), yang diadaptasi dari disertasinya di Universitas Trisakti. Buku pertamanya sempat menjadi sorotan media dan kalangan akademisi karena membahas isu hukum yang jarang diangkat dalam praktik kenotariatan. Peluncuran Etika Profesi Notaris bertepatan dengan hari ulang tahun Ira Sudjono pada 30 Oktober, menjadikannya momen simbolis dalam perjalanan panjang kariernya di dunia hukum dan kenotariatan. Momentum ini menandai pergeseran fokus karyanya dari ranah teknis kenotariatan menuju refleksi moral dan tanggung jawab sosial profesi. Dalam bukunya, Ira membahas enam tema besar, antara lain sistem pengawasan dan sanksi etis, peran notaris di pasar modal, hingga tantangan menjaga profesionalisme di Era Digital. Ia berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi para notaris untuk meneguhkan kembali komitmen pada integritas dan pelayanan publik. Untuk pemesanan dan diskusi lebih lanjut, pembaca dapat langsung menghubungi penulis melalui kanal resmi PT Quantum Media Aksara.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-30T09:34:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/greregreg.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/\",\"name\":\"Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/greregreg.jpg\",\"datePublished\":\"2025-10-30T09:34:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/greregreg.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/greregreg.jpg\",\"width\":1280,\"height\":576},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital - Yayasan Felix Maria","og_description":"Jakarta \u2014 Setelah sukses dengan karya ilmiah pertamanya yang mengulas Protokol Notaris Pensiun Tanpa Pemegang Protokol, notaris dan PPAT berpengalaman Ira Sudjono kembali merilis buku terbarunya yang berjudul Etika Profesi Notaris: Panduan Praktis Notaris Masa Kini. Buku yang diterbitkan oleh PT Quantum Media Aksara ini diharapkan menjadi referensi penting bagi notaris, calon notaris, dan mahasiswa hukum yang ingin memperdalam pemahaman tentang etika dan integritas profesi di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi. Dalam wawancara langsung, Ira mengungkapkan bahwa ide menulis buku ini berawal dari keprihatinannya terhadap meningkatnya pelanggaran etika di dunia kenotariatan. Ia menyoroti berbagai kasus, mulai dari benturan kepentingan hingga praktik promosi berlebihan di media sosial yang dinilai berpotensi mencoreng citra profesi. \u201cSaya menulis buku ini karena melihat bahwa etika bukan sekadar teori, melainkan panduan moral yang harus selalu diasah. Profesi notaris menuntut kejujuran, netralitas, dan tanggung jawab tinggi di tengah tekanan pasar dan godaan komersialisasi,\u201d ujar Ira Sudjono saat ditemui di Jakarta. Lebih lanjut, Ira berharap karyanya ini tidak hanya menjadi bacaan akademik, tetapi juga panduan praktis yang dapat diimplementasikan oleh para notaris dalam keseharian profesional mereka. Menurutnya, etika merupakan benteng terakhir yang menjaga kehormatan dan kepercayaan publik terhadap profesi notaris. \u201cHarapan saya, buku ini bukan hanya dibaca, tapi juga dipraktikkan. Etika adalah benteng kehormatan profesi kita. Jika itu runtuh, runtuh pula kepercayaan publik terhadap notaris,\u201d tambahnya penuh penekanan. Apresiasi juga datang dari Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof. Dr. Aloysius Uwiyono, S.H., M.H., yang turut menulis kata pengantar dalam buku tersebut. \u201cSetelah saya membaca secara keseluruhan, buku ini sangat menarik sekali untuk para notaris dan calon notaris. Semoga buku ini menjadi best seller,\u201d tutur Prof. Aloysius. Buku ini menjadi karya kedua Ira Sudjono setelah sebelumnya sukses dengan buku Protokol Notaris: Permasalahan Protokol Notaris Pensiun tanpa Pemegang Protokol Terkait Akta Wasiat (PT Quantum Media Aksara, 2024), yang diadaptasi dari disertasinya di Universitas Trisakti. Buku pertamanya sempat menjadi sorotan media dan kalangan akademisi karena membahas isu hukum yang jarang diangkat dalam praktik kenotariatan. Peluncuran Etika Profesi Notaris bertepatan dengan hari ulang tahun Ira Sudjono pada 30 Oktober, menjadikannya momen simbolis dalam perjalanan panjang kariernya di dunia hukum dan kenotariatan. Momentum ini menandai pergeseran fokus karyanya dari ranah teknis kenotariatan menuju refleksi moral dan tanggung jawab sosial profesi. Dalam bukunya, Ira membahas enam tema besar, antara lain sistem pengawasan dan sanksi etis, peran notaris di pasar modal, hingga tantangan menjaga profesionalisme di Era Digital. Ia berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi para notaris untuk meneguhkan kembali komitmen pada integritas dan pelayanan publik. Untuk pemesanan dan diskusi lebih lanjut, pembaca dapat langsung menghubungi penulis melalui kanal resmi PT Quantum Media Aksara.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2025-10-30T09:34:07+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":576,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/greregreg.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/","name":"Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/greregreg.jpg","datePublished":"2025-10-30T09:34:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/greregreg.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/greregreg.jpg","width":1280,"height":576},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/10\/30\/ira-sudjono-rilis-etika-profesi-notaris-seruan-menjaga-integritas-di-era-digital\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ira Sudjono Rilis Etika Profesi Notaris, Seruan Menjaga Integritas di Era Digital"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1207"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1209,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1207\/revisions\/1209"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}