{"id":1143,"date":"2025-09-07T10:19:38","date_gmt":"2025-09-07T10:19:38","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1143"},"modified":"2025-09-07T10:19:38","modified_gmt":"2025-09-07T10:19:38","slug":"fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/","title":{"rendered":"Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata"},"content":{"rendered":"<p>Tidak perlu menunggu momentum untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat. Komitmen kuat dan kemauan tanpa pamrih sangat dibutuhkan dalam membantu rakyat. Pesan itu mengemuka dalam pertemuan bertajuk \u201cNgopi Morning\u201d bersama tiga tokoh NTT di Hotel Aston Kupang, Jumat (5\/9\/2025).<\/p>\n<p>Acara tersebut menghadirkan Pimpinan Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, Staf Ahli Kementerian Pertanian RI, Simon Petrus Kamlasi, serta Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan seputar peran pemerintah dan swasta dalam mendukung pembangunan masyarakat.<\/p>\n<p>Ketiga tokoh itu sepakat bahwa di tengah kondisi bangsa yang penuh tantangan, masyarakat kecil sangat membutuhkan uluran tangan. Menurut mereka, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk menolong kelompok yang termarginalkan secara ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cTerutama masyarakat pedesaan yang kesulitan air bersih dan lahan pertanian terbengkalai. Hal ini berdampak pada menurunnya produksi pangan serta daya beli masyarakat,\u201d ungkap Fransiscus Go.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, situasi sulit ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan pada pihak tertentu. Tekanan global turut memperburuk kondisi ekonomi, sehingga semua elemen masyarakat perlu berperan menjaga stabilitas. Sebagai putra daerah, Frans mengaku terpanggil kembali ke NTT untuk menjalankan fungsi sosial yang sudah ia lakukan sejak belasan tahun lalu.<\/p>\n<p>Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pendampingan Yayasan Felix Maria Go di Kampung Kuan Maumolo, TTU. Melalui program itu, yayasan membangun sumur bor di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mengairi lahan pertanian warga.<\/p>\n<p>\u201cDulunya Kuan Maumolo adalah sentra produksi sayur dan buah-buahan. Namun, aktivitas itu berhenti karena desa mengalami kekeringan panjang. Kami ingin mengembalikan kejayaan pertanian di sana,\u201d jelas Fransiscus.<\/p>\n<p>Simon Petrus Kamlasi, yang dikenal sebagai ahli pompa hidram, mendukung penuh inisiatif tersebut. Ia menilai langkah Fransiscus dan yayasannya merupakan harapan hidup baru bagi masyarakat desa. Menurutnya, jarang ada putra daerah yang sukses di luar NTT namun tetap mau kembali membangun tanah kelahiran dengan dana pribadi.<\/p>\n<p>Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, turut mengapresiasi kerja nyata tersebut. Ia berjanji akan memperjuangkan akses jalan beraspal menuju Kampung Maumolo agar memudahkan petani menjual hasil pertaniannya. \u201cDengan perbaikan infrastruktur desa, ekonomi masyarakat pasti akan meningkat,\u201d tegasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak perlu menunggu momentum untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat. Komitmen kuat dan kemauan tanpa pamrih sangat dibutuhkan dalam membantu rakyat. Pesan itu mengemuka dalam pertemuan bertajuk \u201cNgopi Morning\u201d bersama tiga tokoh NTT di Hotel Aston Kupang, Jumat (5\/9\/2025). Acara tersebut menghadirkan Pimpinan Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, Staf Ahli Kementerian Pertanian RI, Simon Petrus Kamlasi, serta Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan seputar peran pemerintah dan swasta dalam mendukung pembangunan masyarakat. Ketiga tokoh itu sepakat bahwa di tengah kondisi bangsa yang penuh tantangan, masyarakat kecil sangat membutuhkan uluran tangan. Menurut mereka, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk menolong kelompok yang termarginalkan secara ekonomi. \u201cTerutama masyarakat pedesaan yang kesulitan air bersih dan lahan pertanian terbengkalai. Hal ini berdampak pada menurunnya produksi pangan serta daya beli masyarakat,\u201d ungkap Fransiscus Go. Ia menambahkan, situasi sulit ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan pada pihak tertentu. Tekanan global turut memperburuk kondisi ekonomi, sehingga semua elemen masyarakat perlu berperan menjaga stabilitas. Sebagai putra daerah, Frans mengaku terpanggil kembali ke NTT untuk menjalankan fungsi sosial yang sudah ia lakukan sejak belasan tahun lalu. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pendampingan Yayasan Felix Maria Go di Kampung Kuan Maumolo, TTU. Melalui program itu, yayasan membangun sumur bor di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mengairi lahan pertanian warga. \u201cDulunya Kuan Maumolo adalah sentra produksi sayur dan buah-buahan. Namun, aktivitas itu berhenti karena desa mengalami kekeringan panjang. Kami ingin mengembalikan kejayaan pertanian di sana,\u201d jelas Fransiscus. Simon Petrus Kamlasi, yang dikenal sebagai ahli pompa hidram, mendukung penuh inisiatif tersebut. Ia menilai langkah Fransiscus dan yayasannya merupakan harapan hidup baru bagi masyarakat desa. Menurutnya, jarang ada putra daerah yang sukses di luar NTT namun tetap mau kembali membangun tanah kelahiran dengan dana pribadi. Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, turut mengapresiasi kerja nyata tersebut. Ia berjanji akan memperjuangkan akses jalan beraspal menuju Kampung Maumolo agar memudahkan petani menjual hasil pertaniannya. \u201cDengan perbaikan infrastruktur desa, ekonomi masyarakat pasti akan meningkat,\u201d tegasnya.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1144,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[15,16,99],"class_list":["post-1143","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-fransiscus-go","tag-ntt","tag-tokoh-ntt"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tidak perlu menunggu momentum untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat. Komitmen kuat dan kemauan tanpa pamrih sangat dibutuhkan dalam membantu rakyat. Pesan itu mengemuka dalam pertemuan bertajuk \u201cNgopi Morning\u201d bersama tiga tokoh NTT di Hotel Aston Kupang, Jumat (5\/9\/2025). Acara tersebut menghadirkan Pimpinan Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, Staf Ahli Kementerian Pertanian RI, Simon Petrus Kamlasi, serta Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan seputar peran pemerintah dan swasta dalam mendukung pembangunan masyarakat. Ketiga tokoh itu sepakat bahwa di tengah kondisi bangsa yang penuh tantangan, masyarakat kecil sangat membutuhkan uluran tangan. Menurut mereka, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk menolong kelompok yang termarginalkan secara ekonomi. \u201cTerutama masyarakat pedesaan yang kesulitan air bersih dan lahan pertanian terbengkalai. Hal ini berdampak pada menurunnya produksi pangan serta daya beli masyarakat,\u201d ungkap Fransiscus Go. Ia menambahkan, situasi sulit ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan pada pihak tertentu. Tekanan global turut memperburuk kondisi ekonomi, sehingga semua elemen masyarakat perlu berperan menjaga stabilitas. Sebagai putra daerah, Frans mengaku terpanggil kembali ke NTT untuk menjalankan fungsi sosial yang sudah ia lakukan sejak belasan tahun lalu. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pendampingan Yayasan Felix Maria Go di Kampung Kuan Maumolo, TTU. Melalui program itu, yayasan membangun sumur bor di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mengairi lahan pertanian warga. \u201cDulunya Kuan Maumolo adalah sentra produksi sayur dan buah-buahan. Namun, aktivitas itu berhenti karena desa mengalami kekeringan panjang. Kami ingin mengembalikan kejayaan pertanian di sana,\u201d jelas Fransiscus. Simon Petrus Kamlasi, yang dikenal sebagai ahli pompa hidram, mendukung penuh inisiatif tersebut. Ia menilai langkah Fransiscus dan yayasannya merupakan harapan hidup baru bagi masyarakat desa. Menurutnya, jarang ada putra daerah yang sukses di luar NTT namun tetap mau kembali membangun tanah kelahiran dengan dana pribadi. Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, turut mengapresiasi kerja nyata tersebut. Ia berjanji akan memperjuangkan akses jalan beraspal menuju Kampung Maumolo agar memudahkan petani menjual hasil pertaniannya. \u201cDengan perbaikan infrastruktur desa, ekonomi masyarakat pasti akan meningkat,\u201d tegasnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-07T10:19:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/fsafsafsafsafsaf.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/\",\"name\":\"Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/fsafsafsafsafsaf.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-07T10:19:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/fsafsafsafsafsaf.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/fsafsafsafsafsaf.jpg\",\"width\":1600,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata - Yayasan Felix Maria","og_description":"Tidak perlu menunggu momentum untuk berbuat sesuatu bagi masyarakat. Komitmen kuat dan kemauan tanpa pamrih sangat dibutuhkan dalam membantu rakyat. Pesan itu mengemuka dalam pertemuan bertajuk \u201cNgopi Morning\u201d bersama tiga tokoh NTT di Hotel Aston Kupang, Jumat (5\/9\/2025). Acara tersebut menghadirkan Pimpinan Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go, Staf Ahli Kementerian Pertanian RI, Simon Petrus Kamlasi, serta Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan seputar peran pemerintah dan swasta dalam mendukung pembangunan masyarakat. Ketiga tokoh itu sepakat bahwa di tengah kondisi bangsa yang penuh tantangan, masyarakat kecil sangat membutuhkan uluran tangan. Menurut mereka, kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk menolong kelompok yang termarginalkan secara ekonomi. \u201cTerutama masyarakat pedesaan yang kesulitan air bersih dan lahan pertanian terbengkalai. Hal ini berdampak pada menurunnya produksi pangan serta daya beli masyarakat,\u201d ungkap Fransiscus Go. Ia menambahkan, situasi sulit ini tidak sepenuhnya bisa disalahkan pada pihak tertentu. Tekanan global turut memperburuk kondisi ekonomi, sehingga semua elemen masyarakat perlu berperan menjaga stabilitas. Sebagai putra daerah, Frans mengaku terpanggil kembali ke NTT untuk menjalankan fungsi sosial yang sudah ia lakukan sejak belasan tahun lalu. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah pendampingan Yayasan Felix Maria Go di Kampung Kuan Maumolo, TTU. Melalui program itu, yayasan membangun sumur bor di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mengairi lahan pertanian warga. \u201cDulunya Kuan Maumolo adalah sentra produksi sayur dan buah-buahan. Namun, aktivitas itu berhenti karena desa mengalami kekeringan panjang. Kami ingin mengembalikan kejayaan pertanian di sana,\u201d jelas Fransiscus. Simon Petrus Kamlasi, yang dikenal sebagai ahli pompa hidram, mendukung penuh inisiatif tersebut. Ia menilai langkah Fransiscus dan yayasannya merupakan harapan hidup baru bagi masyarakat desa. Menurutnya, jarang ada putra daerah yang sukses di luar NTT namun tetap mau kembali membangun tanah kelahiran dengan dana pribadi. Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, turut mengapresiasi kerja nyata tersebut. Ia berjanji akan memperjuangkan akses jalan beraspal menuju Kampung Maumolo agar memudahkan petani menjual hasil pertaniannya. \u201cDengan perbaikan infrastruktur desa, ekonomi masyarakat pasti akan meningkat,\u201d tegasnya.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2025-09-07T10:19:38+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/fsafsafsafsafsaf.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/","name":"Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/fsafsafsafsafsaf.jpg","datePublished":"2025-09-07T10:19:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/fsafsafsafsafsaf.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/fsafsafsafsafsaf.jpg","width":1600,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/09\/07\/fransiscus-go-pembangunan-desa-harus-dimulai-dari-kerja-nyata\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fransiscus Go: Pembangunan Desa Harus Dimulai dari Kerja Nyata"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1143","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1143"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1143\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1145,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1143\/revisions\/1145"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1144"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1143"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1143"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1143"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}