{"id":1074,"date":"2025-07-19T21:48:19","date_gmt":"2025-07-19T21:48:19","guid":{"rendered":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?p=1074"},"modified":"2025-07-19T21:48:19","modified_gmt":"2025-07-19T21:48:19","slug":"kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/","title":{"rendered":"Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM"},"content":{"rendered":"<p>Kefamenanu \u2014 Semangat pantang menyerah dan ketekunan kembali membuahkan hasil nyata lewat Program Bedah UMKM di bawah dukungan Fransiscus Go. Kali ini, cerita datang dari Warung Bundaran Tanta Yuni di batas kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.<\/p>\n<p>Ibu Yuni, ibu rumah tangga berusia sekitar 30 tahun, memulai usahanya sejak Oktober 2024 dengan modal terbatas. Ia menjajakan kopi, teh, nasi kuning, dan mie instan kepada pelanggan yang melintas. Lokasi warungnya yang strategis, meski sederhana, menjadi tumpuan harapannya membangun ekonomi keluarga.<\/p>\n<p>Dalam delapan bulan, usaha kecil itu mulai menampakkan hasil. Ibu Yuni berhasil membeli kulkas untuk mendukung usaha dagangnya. Kulkas itu membantunya menyimpan bahan makanan dan minuman agar tetap segar dan awet.<\/p>\n<p>Tak berhenti di situ, Ibu Yuni menyulap pekarangan rumahnya menjadi kebun sayur mini. Ia menanam bayam, kangkung, tomat, dan sayur lain yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi sekaligus dijual kembali.<\/p>\n<p>\u201cDari hasil warung, saya sisihkan untuk beli bibit. Lalu saya tanam pelan-pelan. Hasilnya cukup untuk tambahan jualan, dan sedikit saya tabung,\u201d ujar Ibu Yuni penuh syukur, Sabtu (19\/7\/2025).<\/p>\n<p>Program Manager Bedah UMKM, Gerry Rudolf, menyebut kisah Ibu Yuni sebagai cerminan keberhasilan program dalam mendorong perubahan dari bawah. Menurutnya, peran perempuan dalam UMKM kerap menjadi tulang punggung ekonomi lokal.<\/p>\n<p>\u201cWarung kopi bisa jadi awal menuju usaha yang lebih besar. Ibu Yuni telah membuktikannya,\u201d kata Gerry. \u201cIni sejalan dengan semangat Pak Fransiscus Go untuk mendukung UMKM naik kelas.\u201d<\/p>\n<p>Program Bedah UMKM akan terus hadir di berbagai daerah, membawa semangat perubahan dan mendorong para pelaku usaha kecil untuk tetap tumbuh meski menghadapi tantangan ekonomi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kefamenanu \u2014 Semangat pantang menyerah dan ketekunan kembali membuahkan hasil nyata lewat Program Bedah UMKM di bawah dukungan Fransiscus Go. Kali ini, cerita datang dari Warung Bundaran Tanta Yuni di batas kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Ibu Yuni, ibu rumah tangga berusia sekitar 30 tahun, memulai usahanya sejak Oktober 2024 dengan modal terbatas. Ia menjajakan kopi, teh, nasi kuning, dan mie instan kepada pelanggan yang melintas. Lokasi warungnya yang strategis, meski sederhana, menjadi tumpuan harapannya membangun ekonomi keluarga. Dalam delapan bulan, usaha kecil itu mulai menampakkan hasil. Ibu Yuni berhasil membeli kulkas untuk mendukung usaha dagangnya. Kulkas itu membantunya menyimpan bahan makanan dan minuman agar tetap segar dan awet. Tak berhenti di situ, Ibu Yuni menyulap pekarangan rumahnya menjadi kebun sayur mini. Ia menanam bayam, kangkung, tomat, dan sayur lain yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi sekaligus dijual kembali. \u201cDari hasil warung, saya sisihkan untuk beli bibit. Lalu saya tanam pelan-pelan. Hasilnya cukup untuk tambahan jualan, dan sedikit saya tabung,\u201d ujar Ibu Yuni penuh syukur, Sabtu (19\/7\/2025). Program Manager Bedah UMKM, Gerry Rudolf, menyebut kisah Ibu Yuni sebagai cerminan keberhasilan program dalam mendorong perubahan dari bawah. Menurutnya, peran perempuan dalam UMKM kerap menjadi tulang punggung ekonomi lokal. \u201cWarung kopi bisa jadi awal menuju usaha yang lebih besar. Ibu Yuni telah membuktikannya,\u201d kata Gerry. \u201cIni sejalan dengan semangat Pak Fransiscus Go untuk mendukung UMKM naik kelas.\u201d Program Bedah UMKM akan terus hadir di berbagai daerah, membawa semangat perubahan dan mendorong para pelaku usaha kecil untuk tetap tumbuh meski menghadapi tantangan ekonomi.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1075,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[14,15,73],"class_list":["post-1074","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news","tag-bedah-umkm","tag-fransiscus-go","tag-ibu-yani"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM - Yayasan Felix Maria<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM - Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kefamenanu \u2014 Semangat pantang menyerah dan ketekunan kembali membuahkan hasil nyata lewat Program Bedah UMKM di bawah dukungan Fransiscus Go. Kali ini, cerita datang dari Warung Bundaran Tanta Yuni di batas kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Ibu Yuni, ibu rumah tangga berusia sekitar 30 tahun, memulai usahanya sejak Oktober 2024 dengan modal terbatas. Ia menjajakan kopi, teh, nasi kuning, dan mie instan kepada pelanggan yang melintas. Lokasi warungnya yang strategis, meski sederhana, menjadi tumpuan harapannya membangun ekonomi keluarga. Dalam delapan bulan, usaha kecil itu mulai menampakkan hasil. Ibu Yuni berhasil membeli kulkas untuk mendukung usaha dagangnya. Kulkas itu membantunya menyimpan bahan makanan dan minuman agar tetap segar dan awet. Tak berhenti di situ, Ibu Yuni menyulap pekarangan rumahnya menjadi kebun sayur mini. Ia menanam bayam, kangkung, tomat, dan sayur lain yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi sekaligus dijual kembali. \u201cDari hasil warung, saya sisihkan untuk beli bibit. Lalu saya tanam pelan-pelan. Hasilnya cukup untuk tambahan jualan, dan sedikit saya tabung,\u201d ujar Ibu Yuni penuh syukur, Sabtu (19\/7\/2025). Program Manager Bedah UMKM, Gerry Rudolf, menyebut kisah Ibu Yuni sebagai cerminan keberhasilan program dalam mendorong perubahan dari bawah. Menurutnya, peran perempuan dalam UMKM kerap menjadi tulang punggung ekonomi lokal. \u201cWarung kopi bisa jadi awal menuju usaha yang lebih besar. Ibu Yuni telah membuktikannya,\u201d kata Gerry. \u201cIni sejalan dengan semangat Pak Fransiscus Go untuk mendukung UMKM naik kelas.\u201d Program Bedah UMKM akan terus hadir di berbagai daerah, membawa semangat perubahan dan mendorong para pelaku usaha kecil untuk tetap tumbuh meski menghadapi tantangan ekonomi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Yayasan Felix Maria\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-19T21:48:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250720-WA0001.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1201\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deni\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Deni\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/\",\"name\":\"Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM - Yayasan Felix Maria\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250720-WA0001.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-19T21:48:19+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250720-WA0001.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250720-WA0001.jpg\",\"width\":1600,\"height\":1201},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/\",\"name\":\"Yayasan Felix Maria\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850\",\"name\":\"Deni\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deni\"},\"url\":\"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM - Yayasan Felix Maria","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM - Yayasan Felix Maria","og_description":"Kefamenanu \u2014 Semangat pantang menyerah dan ketekunan kembali membuahkan hasil nyata lewat Program Bedah UMKM di bawah dukungan Fransiscus Go. Kali ini, cerita datang dari Warung Bundaran Tanta Yuni di batas kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Ibu Yuni, ibu rumah tangga berusia sekitar 30 tahun, memulai usahanya sejak Oktober 2024 dengan modal terbatas. Ia menjajakan kopi, teh, nasi kuning, dan mie instan kepada pelanggan yang melintas. Lokasi warungnya yang strategis, meski sederhana, menjadi tumpuan harapannya membangun ekonomi keluarga. Dalam delapan bulan, usaha kecil itu mulai menampakkan hasil. Ibu Yuni berhasil membeli kulkas untuk mendukung usaha dagangnya. Kulkas itu membantunya menyimpan bahan makanan dan minuman agar tetap segar dan awet. Tak berhenti di situ, Ibu Yuni menyulap pekarangan rumahnya menjadi kebun sayur mini. Ia menanam bayam, kangkung, tomat, dan sayur lain yang bisa dimanfaatkan untuk konsumsi pribadi sekaligus dijual kembali. \u201cDari hasil warung, saya sisihkan untuk beli bibit. Lalu saya tanam pelan-pelan. Hasilnya cukup untuk tambahan jualan, dan sedikit saya tabung,\u201d ujar Ibu Yuni penuh syukur, Sabtu (19\/7\/2025). Program Manager Bedah UMKM, Gerry Rudolf, menyebut kisah Ibu Yuni sebagai cerminan keberhasilan program dalam mendorong perubahan dari bawah. Menurutnya, peran perempuan dalam UMKM kerap menjadi tulang punggung ekonomi lokal. \u201cWarung kopi bisa jadi awal menuju usaha yang lebih besar. Ibu Yuni telah membuktikannya,\u201d kata Gerry. \u201cIni sejalan dengan semangat Pak Fransiscus Go untuk mendukung UMKM naik kelas.\u201d Program Bedah UMKM akan terus hadir di berbagai daerah, membawa semangat perubahan dan mendorong para pelaku usaha kecil untuk tetap tumbuh meski menghadapi tantangan ekonomi.","og_url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/","og_site_name":"Yayasan Felix Maria","article_published_time":"2025-07-19T21:48:19+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1201,"url":"http:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250720-WA0001.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deni","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Deni","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/","name":"Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM - Yayasan Felix Maria","isPartOf":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250720-WA0001.jpg","datePublished":"2025-07-19T21:48:19+00:00","author":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#primaryimage","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250720-WA0001.jpg","contentUrl":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250720-WA0001.jpg","width":1600,"height":1201},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/2025\/07\/19\/kisah-ibu-yuni-dari-warung-sederhana-menuju-kemandirian-ekonomi-berkat-bedah-umkm\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kisah Ibu Yuni: Dari Warung Sederhana Menuju Kemandirian Ekonomi Berkat Bedah UMKM"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#website","url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/","name":"Yayasan Felix Maria","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/2cc701c50ca40a9558d5df77f2d25850","name":"Deni","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/920c59f2ca5f4810f7d683392eb76969?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deni"},"url":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/author\/deni\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1074","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1074"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1074\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1076,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1074\/revisions\/1076"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1074"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1074"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanfelixmaria.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1074"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}